Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Happy Ending


__ADS_3

Dari tempat duduk altar Ify dan Zhio mendengarkan secara langsung antara Mario dan Bella yang saling mengucapkan janji suci sehidup semati mereka pun terhanyut di dalam pikiran masing-masing, tak lama pun Ify merasa Zhio mengenggam tangannya sembari berkata.


"Melihat pernikahan Mario dan Bella entah kenapa aku mengingat pernikahan kita dulu, pernikahan tiada cinta serta secara paksa,"


"Kamu benar, mungkin jika tragedi itu tidak terjadi maka kamu dan Eliza akan bahagia saat itu hingga sekarang"


Zhio menolehlan kepalanya melihat Ify lebih dalam lagi. "Mungkin Tuhan sengaja membuat skenario ini agar kita segera menikah dan menjadi kan kamu sebagai cinta sejati ku"


"Hahaha tau apa kamu tentang cinta sejati mas?"


"Aku mencintai mu Ify, bahkan sangat. makasih telah melahirkan Jonathan untuk ku," Zhio dengan romantis mengecup tangan Ify, padahal mereka tau jika mereka telah di pertontonkan banyak orang termaksud Mario dan Bella yang hendak melakukan pelemparan bunga.


"itu Mario ingin melemparkan bunga, aku jadi tidak sabaran untuk mendapatkannya"


Kalimat Zhio ini sukses membuat Ify mempertajam tatapan matanya. "Kamu mau nikah lagi mas!"


"Loh emangnya tidak boleh sepasang suami-istri memperebutkan bunga seperti itu?"


"Dasar aneh, tidak boleh dong jadi yang harus memperebutkan bunga dari Mario dan Bella itu adalah wanita serta pria yang masih lajang" Sahut Ify.


"Oh, seperti Martin, Robby, Anes, dan Zoya dong"


"Yah begitu lah"


Sekarang tibalah proses pelemparan bunga yang di lakukan boleh kedua pasangan pengantin,Mario dan Bella berdiri tegak menunggungi para tamu yang sangat ingin mendapatkan bunga tersebut pasalnya barang siapa yang akan mendapatkan bunga dari mereka jodoh nya akan segera dekat dan selalu di beri keberuntungan.


"Sudah siap" Ucap Mario.


"Semoga saja yang mendapatkan bunga ini ia dan kekasih nya agar segera menyusul kita yah"


MC pun membantu keduanya untuk melemparkan bunga tersebut dengan menghitung undur angka sepuluh sampai satu. dan bunga pun terlempar setelah angka satu habis.


Ternyata tamu yang mendapatkan nya itu adalah Martin dan Anes. semua tamu pun bersorak serta bertepuk tangan mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


"Hey, Martin ingat susul kita berdua setelah satu minggu pernikahan kita ini yah" Ucap Mario dari atas altar. lalu Martin pun mengacungkan jempol pertanda setuju, sedangkan Anes ia merasa geli geli sendiri ketika dirinya di pertonton banyak orang.


"Anes dan Martin bagaimana mereka bisa..." Ucapan Ify menggantung lalu di jawab langsung oleh Zhio.


"ck, dari awal kita belum saling mengenal Martin sendiri yang mengatakan Anes adalah cinta pertamanya begitu pun dengan Anes"


"Tapi kenapa Anes tak pernah mengatakannya?"


"Dan asal kamu tau jika Martin dan Anes sudah saling mengutarakan perasaan masing-masing saat tak lagi bekerja di rumah"


"Sumpah aku masih tidak menyangkah mas jika Keduanya diam diam menjalin sebuah hubungan, tapi aku bahagia sih kalau mereka benar akan segera menikah bearti jika mereka akan segera menikah kasihan dengan Zoya dong"


"Zoya tidak perlu sedih kan dia sudah ada Robby"


"Ha! mas bolehkah aku pingsan sekarang juga."

__ADS_1


"Hehehe jangan pingsan sekarang dong sekarang, nanti saja setelah kita sudah berada di dalam kamar jadi sekali gus kita mesra mesraan bagaimana hmm"


"Hooh dasar mesum!"


"Dan kalau aku tidak mesum maka baby Jonathan tidak akan hadir di dunia ini benar kan"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Baru saja sehari menikah Mario dan Bella sudah memutuskan untuk berbulan madu di bali, hal ini membuat keduanya begitu repot ketika membawa kedua koper besar.


"Kalian ini baru saja menikah malah ingin Cepat-cepat berbulan madu saja" Ucap mama Dewi. Pak Morgan pun juga ikut mengangguk.


Zhio menyindir keduanya terutama Mario.


"Apa yang di katakan mama memang benar kenapa gak menikmati malam pengantin kalian di rumah saja"


"Ayolah ma, pa, dan kamu Zhio!" Mario merangkul leher Bella, Bella pun hanya mengulum senyum. "Bulan madu setelah hari pernikahan itu jauh lebih menyenangkan dan siapa tau setelah pulang dari berbulan madu aku dan Bella bisa membuat kan cucu buat mama dan papa"


"Hahaha ya iyalah kak kalau orang berbulan madu apa yang bisa di lakukan selain membuat Mario junior" Sahut Ify di sertai kekehannya.


"Semoga saja yah fy, target aku sih pengen punya anak kembar"


"Sekarang mama dan papa do'akan kamu semoga dapat anak kembar sesuai yang kamu harapkan Bell"


"Makasih yah tante"


"Oh, iya tan eh maksudnya mama"


"Sudah kalian mau berangkat jam berapa lagi, nanti keburu ketinggalan pesawat loh" Sahut papa Morgan.


"Yaudah kita berangkat sekarang yah ma, pa,"


"Ets kak sebelum berangkat apa tidak pamitan dulu sama Jona" Ucap Ify yang saat ini tengah mengendong Jona.


Mario mengambil alih mengendong Jona lalu menciumnya. "Keponakan om yang paling ganteng do'ain om sama tante yah supaya nanti Jona bisa ada temannya"


"Aku juga mau Gendong juga dong mas" Ucap Bella.


"Sekarang Jona ikut tante Bella yah" Sahut Mario.


Setelah berpamitan dengan keluarga besar akhirnya Mario dan Bella memutuskan untuk berangkat sekarang juga, tapi terlebih itu Bella harus pulang terlebih dahulu untuk berpamitan juga dengan ibu dan bapaknya.


...****************...


Di malam hari Ify segera menidurkan Jona di keranjang bayi di sampingnya setelah selesai menyusuinya sementara Zhio baru saja datang setelah pergi dari luar.


"Sudah pulang?"


"Apa Jona sudah tidur?"

__ADS_1


"Iya baru saja tidur"


"Kalau begitu aku ingin menciumnya, pergi dari luar sebentar aku jadi merindukan nya"


Ify menghalangi Zhio yang hendak mencium Jona. "Ets kamu itu baru pergi dari luar setidaknya cuci tangan, sama cucu muka dulu baru boleh cium Jona"


''Loh kenapa?"


"Kuman mas. kuman,jadi lebih baik cuci tangan sekarang terus habis itu ganti baju"


"Lalu bagaimana jika aku mencium mamanya saja pasti tidak akan ada kuman hehehe"


"Duuh lepasin, kamu meluknya kenceng banget aku gak bisa nafas nih"


"Bagaimana kalau kita membuat Jona junior sekarang juga"


"Astaga, Jona masih sangat kecil belum juga seminggu kamu sudah berpikir untuk membuatkannya adik"


"Hahaha kenapa tidak, malam ini kita bermain pelan pelan saja dan keluarinnya di luar saja sayang jangan di dalam"


"Aiss. . dasar pria mesum...


" Aaarggg...!! sakitt....!!


"Rasain.....!!"


"Kok kamu gigit tangan aku sih sayang... ini sakit tau...


" Biarin siapa suruh kamu mesum, lagian ingat kata dokter kita di larang bermain dulu sebelum jaitan aku kering "


"Iyaa-iyaaa maaf, aku hanya becanda. l love you sayang muaacch"


"hmm l love you to mas..."


"Dan aku berharap kita akan seperti ini selamanya sampai maut memisahkan"


"Amin mas, semoga saja yah"


*TAMAT*


**Alhamdulillah akhirnya sekian bulan bulan purnama cerita ini bisa tamat juga untuk hari ini, nanti juga ada lanjutkan spesial untuk Jona dan juga anak Mario dan Bella nanti. tinggal tunggu saja yah gengs.


Makasih banyak bagi kalian yang sudah setia membaca cerita ini dari episode 1 hingga episode 213. Dan so jujur aku bahagia sekali 😊😊😊😊💕💕💕💕💕💕💕.


...Baru sekarang aku kasih lihat visualnya Bella🙏...



__ADS_1


__ADS_2