
Ify berkaca di depan kaca kamar mandinya wanita itu memandang bayangan dirinya di sana.
"Apa yang barusan tadi aku lakukan? Apa aku melakukan sebuah perlawanan? Apa aku tadi juga menggertak nyonya besar dan Bella sih pelakor itu?"
Sejenak Ify menyentuh wajahnya yang masih memerah bekas dari tamparan nyonya besar dia berkaca kembali dan dengan serius ia mengatakan tepat di depan kaca itu sebagai saksi.
"Ify yang terlihat lemah,cengeng di mata Zhio dan Nyonya besar kini telah mati sepenuhnya sekarang coba ucapkan selamat datang ke pada Ify yang baru pemberani, gak gampang nangis,dan tidak takut dengan mereka."Ify mengucapkan kata-kata itu dengan rasa yang menggebuh-gebuh.
Ada sebuah perencanaan yang tentunya akan Ify perjuangkan yaitu dengan mendapat kan cinta Zhio, bagaimana pun dia harus bisa membuat Zhio mencintainya dan setelah Zhio mulai mencintainya maka di saat itu pula dendam dan rasa sakit yang selama ini Ify rasakan terbalaskan dengan meminta cerai.
Di dalam kamar mandi Zhio juga terlihat membersihkan diri akibat perbuatan dari Ify sih pelayannya gara-gara wanita itu mengharuskan Zhio untuk mandi malam-malam.
Adegan-adegan yang beberapa menit terlewatkan kini terlintas kembali pada ingatan Zhio, di mana saat Ify memukul perutnya dan juga melawanya. Zhio meremas kepalanya di bawah guyuran air yang mengalir dari Shower di atas kepalanya.
"Wanita itu sudah berani terhadap ku!lihat saja apa yang akan aku perbuat agar dia kembali menyesal lalu meminta maaf!"
__ADS_1
Y
Ify dengan sengaja membuka tirai gorden di kamar Zhio sehingga nampak sinar matahari menyinari wajahnya yang sedang tertidur lelap. Zhio menyipitkan mata saat sinar matahari menerangi wajahya.
Katakan siapa yang berani menganggu tidur pada hari minggu ini?
"Mentang-mentang ini hari minggu jadi bukan bearti kau harus bangun siang!"
Suara seorang wanita sukses membuat Zhio membuka mata, dan bertapa terkejutnya Zhio di saat melihat Ify barada di dalam kamarnya dengan memakai dress minim dan juga terlihat membawa koper.
"Kurang ajar,lancang sekali kau ini!cepat keluar dari kamar ku sekarang juga!"
"Tidak mau! Bagaimana pun kamar mu ini kamar aku juga kau akan berdosa telah menyuruh ku tidur di kamar yang terpisah!
__ADS_1
Zhio berdiri ia tidak tahan lagi dengan perubahan sikap pelayannya ini, Zhio secara kasar mendorong pundak Ify untuk segera keluar dari dalam kamarnya.
"Cepat keluar harusnya kau itu sadar diri ini kamar majikan dan bukan kamar pelayan!"
Namun Ify yang keras kepala tak mau mendengar penjelasan Zhio, ia terus saja berlari ke arah lain di saat Zhio berusaha akan mengusirnya.
"Kau tidak memiliki hak untuk mengusirku tuan ah sial maksudnya Zhio! Ini kamar ku juga aku berhak atas kamar ini!"
"Dasar wanita tidak tau malu! Jika aku berada di posisi mu sudah di pastikan aku akan malu! Lihatlah diri mu. Cara berpakaian mu, apa dengan cara berpakaian mu itu aku akan tertarik? hahaha kau bahkan jauh lebih menjijikan dari wanita malam yang ku kenal."
"Dengar terserah apapun yang kamu bicarakan. Sekarang aku tidak perduli Karena Ify yang lemah dan mudah nangis itu sudah mati, dan sekarang Ify yang baru akan berusaha membuat tuan zhio yang terhormat untuk mencintai istrinya!"
"Bahkan jika berada di dalam mimpi pun aku tidak akan sudih mencintai wanita pembunuh seperti mu! sekarang nikmati saja kamar ini sendirian untuk mu karena aku bisa pindah ke kamar lain!"
Brakk...
__ADS_1
Bunyi pintu kamar Zhio tertutup rapat dari luar sepertinya rencana pertama Ify sukses. tapi lagi-lagi Ify tidak bisa membohongi rasa sakitnya saat di hina Zhio sampai-sampai ia menitikan air mata lagi.
"Sabar Ify kau baru saja memulainya, ingat kau harus kuat jangan lemah, jika kau lemah kau akan lebih tertindas lagi nantinya."