
Meski sudah bekerja hampir dua hari rupanya Ify telah terbiasa seperti telah memahami apa saja tugas yang di berikan Mario kepadanya bahkan siang ini Ify lah yang bertugas mengatur jadwal pertemuan penting atasanya sedangkan Robby tenga membantu serta menemani pak Morgan mengurus bisnisnya yang berada di luar kota.
Tok..Tok..Tok...
"iya silakan masuk pak,''
"Permisi mbak,ini saya mau nganterin kopi latte yang pak Mario buat sendiri untuk mbak,"
"Untuk saya?"Tunjuk Ify pada dirinya sendiri,sekilas Ify menoleh ke arah samping melihat Mario melambaikan tangan sembari tersenyum memperlihatkan secangkir kopi yang ia pegang.
Ify membalas senyuman Rio dengan mengisyaratkan rasa terimakasih kepada Mario.
"Yasudah mbak kalau gitu saya permisi ke belakang dulu yah, karena masih banyak pekerjaan lain lagi,"
"Terakasih yah pak,"
"Iya sama-sama mbak,"
Setelah mengetahui OB lelaki paruh baya itu telah pergi Rio kembali menggerakkan tangannya membentuk tanda semangat untuk Ify. Kebetulan ruangan Ify dan Mario terlihat begitu dekat hanya saja dinding berbentuk kaca transparan yang membataskan keduanya.Mereka saling bisa mengetahui aktivitas masing-masing lewat kaca transparan itu.
Aliya mendatangi ibunya kembali di sel tahanan dan baru saja bertatap muka satu sama lain akhirnya mereka saling berpelukan melepas rindu satu sama lain karena jarang bertemu.
"Mama apa kabar?"
__ADS_1
"Aliya kamu ini kenapa baru jenguk mama sekarang terus kemarin-kemarin kamu kemana saja,"
Aliya melepaskan pelukannya kemudian menjelaskan pada mama jika dia terlalu banyak kesibukan.
"Iya sorry yah ma, soalnya aku akhir-akhir ini di penuhi kesibukan di perusahaan jadi aku tidak bisa jenguk mama setiap hari,apa lagi sekarang aku juga sering menghabiskan waktu bersama Tante Mala, Mamanya Zhio. kan mama tau sendiri dengan istila kalau ingin dekat dengan anaknya maka dekati dulu mamanya baru nanti dapat anaknya,"
"Jadi kamu sudah tahap pendekatan dengan Zhio terlebih mamanya itu, lalu bagaimana dengan istrinya?"
"Ma aku dan Tante Mala lagi rencanai sesuatu untuk membuat Zhio berpisah sama istrinya itu dan asal mama tau sudah tiga hari ini Zhio mendiamkan istrinya karena sih Ify itu di anggap Zhio tidak becus merawat Tante Mala."
"Wah hebat sekali kamu Aliya rupanya tanpa bantuan mama kamu bisa sendiri menjalankan apa yang ada di pikiran mama, Andai saja mama tidak terjebak di sel ini pasti mama akan ikut menyaksikan bagaimana Zhio memarahi istrinya itu,''
"Mama sabar yah nanti pokoknya aku janji akan bantu berbabasin mama dari tempat ini,
"Kalau bisa secepatnya sayang soalnya mama juga ingin menikmati hartanya mereka setelah kamu telah menikah dengan Zhio lalu menyingkirkan istri upik abunya itu,"
"Ini sudah jam makan siang saatnya makan nanti perut mu bisa perih kalau telat makan,"
"Astaga pak Mario!"
"kamu keceplosan memanggil nama ku dengan pak lagi,''Ucap Rio dengan menautkan kedua alisnya.
"ammmp maaf Rio aku hampir lupa,"
"Usia mu masih sangat muda bahkan belum terlalu tua tapi kau mudah pelupa hehehe"Ucap Rio di sertai kekehan kecilnya.
"Yah habisnya kamu datang kemari tidak ketuk-ketuk pintu dulu makanya aku jadi reflek ,"
__ADS_1
"Sudahlah mending lupakan, ini aku ada nasi kotak untuk kamu makan siang"
"Wah jadi bener ini untuk aku?"
"Yah Benar masak aku bohong, itu nasi kotak langganan ku jika kamu sudah mencobanya pasti kamu akan ketagihan dengan rasanya,"
beberapa detik kemudian....
,"
"Ini enak sekali Rio apa lagi tongkeng ayam rica-ricanya ini juara sekali,"
"Benarkah aku cukup senang jika kamu suka dengan apa yang telah aku beri dan asal kamu tau tongseng ayam itu adalah makanan kesukaan ku,"
"Jika tongseng ayam ini adalah kesukaan mu hmm maka kemungkinan besok aku akan membuatkan mu tongseng ayam rica-rica entah kenapa aku merasa jika rasanya sama seperti masakan ini,"
"Kamu serius mau masakin aku tongseng ayam sama seperti ini?"
"Iya aku serius, anggap aja aku masakin kamu ini sebagai rasa tanda terimakasih aku karena udah di terima bekerja di perusahaan kamu,"
"Oh yeah, lalu bagaimana apa kamu sudah terbiasa dengan pekerjaan yang aku berikan untuk mu?"
"Awalnya tidak terbiasa tapi lama-kelamaan aku terbiasa,"
"Jujur aku ikut senang mendengarnya,"
"Ify makan bareng ke kantin yuk aku laper nih..."Bella membuka gagang pintu ruangan Ify karena Bella sangat yakin Ify tenga sendirian namun nyatanya dugaannya salah."Hmmp pak Mario..m-maaf pak seharusnya tadi saya ketuk pintu dulu,"
__ADS_1
Ify keheranan dengan keduanya yang memiliki watak yang sama, maksudnya sama-sama tidak mengetuk pintu terlebih dahulu saat masuk ke dalam ruangannya.