Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Nyonya besar dan juga Aliya membawa Bijum hingga ke belakang rumah agar nantinya tidak terdengar Zhio dan juga istrinya yang lagi berduaan di dalam kamar. Bijum begitu merasa kesakitan saat rambutnya di jambak hingga kepalanya terjulang ke belakang. sedangkan Aliya hanya berdarah pinggang sembari tersenyum kecut pada Bijum.


"Aarrg... sakit nyonya!,... sakitt...!!"


"Sinii kamu! dasar pelayan bodoh! masak melakukan tugas yang gampang saja tidak bisa!!"


"Iyaa gara-gara kamu yang tidak becus kerjanya saya jadi gagal untuk ngeguguri kand*ngan wanita itu!"


"Maaf nyonya, non, bukanya saya tidak becus tapi tuan Zhio lah sendiri yang menyuruh saya agar tidak memberikan susu kepada istrinya bahkan nyonya tau sendiri kan alasannya seperti apa.."


Plakk...


Nyonya besar teramat kesal dengan alasan yang di berikan Bijum sehingga ia menamparnya.


"Arrg ampun nyonya sakit!!"


"Ingat suami mu sembuh dari penyakit nya itu semua karena uang saya, saya yang membiayai segala biaya pengobatan suami mu! harusnya kamu itu lebih pintar dari Zhio! gunakan otak mu! di saat Zhio menolak maka setidaknya kamu mencoba mencari alasan lain bukanya ketika di suruh kembali ke dapur kamu malah mau!!"


"Sudahlah tante untuk apa lagi mempertahankan pelayan yang bodoh dan tolol ini,sudah lebih baik pecat saja dan cari pelayan yang baru, mengingat wanita tua ini aku jadi mengingat Lasmi pelayan ku di rumah yang sama tidak becus kerjanya"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lasmi mengendap-endap keluar dari dalam rumah mengunci pintu nya dari luar setelah tau Aliya tidak ada di rumah. sebelum melangkah keluar halaman, terlebih dahulu ia memeriksa semua isi penting yang ada di dalam tasnya.


'Sudah lengkap, semoga saja setelah ini aku jadi terbebas dari karna yang selama ini telah aku perbuat kalau Zaira sudah bertemu dengan orang tua kandungnya setidaknya aku merasa legah, hooh semoga semuanya lancar'


Selama bertemu dengan majikan lamanya Lasmi selalu lolos bahkan Aliya tidak pernah sedikit pun memergoki Lasmi saat pergi diam-diam dan juga Lasmi selalu mencari waktu yang pas agar bisa bertemu majikan lamanya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


'Jika melakukan hal itu saja tidak bisa maka aku lah sendiri yang akan turun tangan, saat ini saat ia tenga memegang minyak goreng di tanganya, tepatnya sekarang ia telah di depan tangga atas.


Kini tanpa rasa ragu Aliya membuka tutup botol minyak goreng itu lalu ia tumpahkan begitu saja dari atas tangga.


'Bukan hanya bayi yang di dalam kandungan mu itu tapi kamu juga pasti akan mati Ify cchi matilah kalian semua...'


setelah semua di rasa sudah selesai dan Zhio dan Ify belum juga keluar dari kamar mereka Aliya berlari cepat menuju kamar nyonya besar.


"Tante, buka pintunya cepat!"


"Aliya kamu dari mana saja, tante cariin kamu malah ngilang"


"Sekarang aku yakin rencana aku akan berhasil, terlebih kehamilan wanita itu masih sangat rentan dan sudah di pastikan jika jatuh sedikit pasti akan keguguran apa lagi terjatuh dengan..ben...


"Ya ampuun...Al tante ini ceroboh sekali kamu tau kan berlian mahal yang tante beli tadi siang tante letakan di depan teras begitu saja, kalau begitu kamu tunggu di sini dulu yah tante mau ambil berlian itu dulu....


"eh tante..tante mau kemana aku belum selesai bicara!...


"T-tante...!!" Aliya hanya bisa pasrah saat nyonya besar tidak ingin mendengar apa yang ia katakan.


'sial! bagaimana ini.....'


Nyonya besar berlari begitu saja tanpa melihat-lihat kalau tangga yang akan ia turunin sekarang sangat lah licin karena tumpahan minyak, ia melewati begitu saja dan pada akhirnya teriakan keluar dari mulut wanita itu di ikuti benturan keras.


"aaaaa!!tidak tolong ....!!!


Bruk!!


...****************...

__ADS_1


Zhio dan Ify saling berpandangan mata satu sama lain saat mereka masih berada di dalam kamar.


"Mas, itu seperti suara mama..."


"Sudahlah sayang, palingan itu hanya sandiwara mama saja. tidak usah merasa khawatir ayo bersiap karena sebentar lagi aku akan mengantar mu ke dokter kandungan dan setelah itu kita akan pergi ke mall"


Saat di lantai bawah Bijum begitu syok saat melihat nyonya besar tergeletak di lantai tepat di bawah tangga, kepala, tangan, serta kaki terlihat mengeluarkan darah.


"Astaga...nyonya besar!!!tolong...tuan Zhio...non Ify...!!!"


"Tuh mas, Bijum berteriak minta tolong pasti sesuatu yang tidak mengenakan sedang terjadi, ayo mas kita lihat!"


Ify berlari keluar kamar lebih dahulu dan Zhio hanya bisa menyusul dari belakang.


"Mama...!!" teriak Ify tapi tidak dengan Zhio.


"Maamaa... mamaa... Kira-kira rencana apa lagi yang ingin mama rencanakan, apa tidak ada cara lain selain jatuh dari tangga lagi,,"


"Mas, mama benar-benar terjatuh ayo kita kebawah kita bantuin mama..."


Zhio memegang tangan Ify agar tidak turun ke bawah.


"Sudahlah untuk apa, mama itu hanya bersandiwara, apa kamu tidak ingin kemarin saat ingin berbohong awalnya mama menjatuhkan dirinya kebawah tangga. dan sekarang aku yakin mama hanya pura-pura"


"Maa.. sudahlah tidak usah bersandiwara aku tau kok kalau mama hanya pura-pura terjatuh"


"Tuan.. sebaiknya kita bawa nyonya ke rumah sakit karena nyonya benar-benar terjatuh tuan, lihat tuan tangga ini sangat lah licin seperti sengaja di tumpahkan minyak"


Zhio yang tak percaya memegang anak tangga tersebut dengan tanganya.

__ADS_1


"Benar lantainya sangat licin sekali, jadi mama...astaga mama....sayang kita lewat litf saja karena tangga ini tidak akan bisa digunakan karena licin."


Di balik sudut ruangan Aliya bersembunyi dengan rasa takut nya takut apa yang telah is perbuat akan ketahuan.'Lagi-lagi rencana kedua gagal, semua itu karena tante Mala yang tak mau mendengarkan aku dan pada akhirnya senjata makan tuan'


__ADS_2