
Sampailah Ify tepat di depan rumah milik kediaman tante Maya, anehnya rumah itu seperti tidak berpenghuni terbukti jika di bagian depan teras rumahnya nampak begitu kotor.
Berulang kali Ify memencet bel supaya sang penghuni rumah tau jika ada seorang tamu, tapi nyatanya pintu ber cat putih yang nampak kusam itu tidak terbuka sama sekali.
'Atau jangan-jangan tante Maya pergi yah, aduh kalau tante Maya tidak ada di rumah lalu aku harus tinggal di mana lagi'Ify memandangi kedua kopernya dengan pandangan kosong.
Tak lama munculah pikirannya untuk menelpon tante Maya saja Alhasil baru mencoba sekali telpon sambungan suara tante Maya pun terhubung ke hp miliknya.
[Hallo, tante]
[Hallo, iya ini siapa?]Sejenak Ify menjauhkan hpnya sebelum lanjut menelpon tante Maya kembali.
'Suaranya nampak tidak asing, aku seperti mengenal suara ini, seperti suara Eliza' Ucap Ify hati, lalu segera dengan cepat ia menaru posisi hpnya kembali di telinga untuk memastikan suara siapa tadi.
[Hallo, ini E..]
[Iya Hallo Ify, ini tante ini maaf tadi tante ada urusan mendadak jadi yang angkat telpon tadi]
[Oh, tapi mengapa suaranya seperti..]
__ADS_1
Lama Ify berpikir akan tetapi tante Maya lebih dahulu menjawab segala kebingungan Ify.
[Tadi itu karyawan tante suaranya emang sering berubah-ubah karena lagi batuk serak,]
Ify sedikit mengeluh, bodoh bagaimana orang yang telah mati itu bisa hidup kembali kecuali jika suara mereka memiliki kesamaan, tapi suara yang terlihat sama bukan kah itu hal wajar.
[Jadi tante sekarang tidak ada di rumah yah, soalnya aku mau numpang untuk sementara di rumah tante]
[Ify ada apa dengan suara mu, kau nampak seperti sedang menahan tangisan]
[Aku ada masalah sama suami ku Zhio tante, aa aku sudah tidak sanggup lagi mempertahankan rumah tangga ini, ak aku ingin pisah tante hiks hiks] Perih dan sakit rasanya ketika menceritakan kejujuran ini ke pada tante Maya.
[Aku tidak bohong tante aku serius tante aku sungguh bingung mau tinggal di mana lagi sementara aku tidak punya kerjaan apa lagi uang]
[Katakan Ify apa yang telah Zhio perbuat pada mu sehingga kau memilih tidak tidak bertahan?]
[Aku ingin menceritakan hal ini secara 4 mata sama tante aku tidak bisa membicarakan hal ini lewat telpon]
[Oh yasudah kalau begitu untuk sementara bagaimana kalau kau menginap saja di penginapan yang akan tante pesan kan lewat online ini dan besok sore kemungkinan tante akan pulang untuk membawa mu ke rumah tante]
__ADS_1
[Baiklah tante Maya, aku paham terimakasih]
[Oke nanti kau tunggu saja nanti akan ada sebuah taxi yang akan membawa mu ke penginapan yang telah tante pesankan untuk mu kalau begitu sudah dulu yah tante ada banyak kerjaan nanti tante akan menghubungin mu lagi]
[Oke tante, aku mengerti] Ify nampak legah walau malam ini tidak bisa menginap di rumah tante Maya tapi intinya malam ini ia dapat menginap secara gratis tapi memikirkan uang untuk membayarnya. Bagaimana pun Ify sudah terbiasa seperti ini, tante Maya seperti orang tua kandungnya sendiri baginya jika suatu hari nanti Ify ada uang lebih pasti ia akan membalas semua perlakuan baik yang tante Maya berikan padanya.
Membicarakan tentan kerjaan tante Maya selama di luar kota baru sekarang Ify menyadarin jika ia sama sekali tidak tau di luar kota tante Maya bekerja seperti apa hingga sering membuatnya bepergian jauh hingga nyaris sangat jarang berada di rumahnya sendiri.
Sambulan telepon telah tertutup sehingga membuat seorang wanita yang saat ini sedang memakai masker wajah itu mengeluh kepada seseorang yang hampir membuat semuanya terbongkar.
"Apa wanita itu yang bernama Ify sahabat dari Eliza anak kesayangan mama?"
"Kamu kenapa sih kalau ada telepon penting harusnya kamu bicarakan pada mama jangan kayak tadi untung aja Ify gak sempat mengenalin suara kamu!"
"Jangan terlalu khawatir dong ma, kan Aku dan Eliza itu berbeda aku yah Aliya dan Eliza adalah Eliza kita memang memiliki wajah yang terlihat sama tapi sikap kami yang terlihat berbeda"
"Yah makanya kamu harus hati-hati dong Aliya sayang, terus gimana kalau Ify ngiranya kamu itu Eliza pasti semuanya yang mama rencanakan selama ini akan sia-sia lihat dia mau bercerai sama Zhio."
"Yaah bagus dong ma kalau begitu,itu berarti sangat menguntungkan buat aku dan aku gak perlu repot-repot dong buat misahin Ify sama Zhio. Emang dasar yah jika Ify itu wanita bodoh,polos jadi sangat wajar wanita sepertinya mendapatkan prilaku kasar dari Zhio hahaha"
__ADS_1
Satu hal yang terpenting selama ini Eliza memang memiliki kembaran yaitu Aliya saat itu Aliya masih sangat bayi dan ia di asingkan dan di asuh oleh seorang pengasuh yang ada di luar kota. Suami Maya pastinya tidak akan mau mempunyai seoarang anak yang kakinya lumpuh berbeda dengan Eliza yang kelahirannya sempurna tanpa ada cacat sedikit pun, jadi dengan membayar seorang suster dan dokter maka Aliya pun di asingkan keluar kota untuk mendapatkan perawatan medis hingga kakinya yang lumpuh bisa sembuh hingga sekarang.