
"Turunkan semua barang-barang saya, ingat jangan sampai ada rusak!" Intrupsi nyonya pada seorang sopir yang telah membawanya kembali pulang kerumah.
"Baik, nyonya besar."
Nyonya besar pun berjalan dengan anggunnya terlebih dahulu masuk ke dalam pintu utama, di sana ia melihat Zhio yang sedang turun dari Lift.
"Mama sudah pulang?" Ucap Zhio spontan lalu kaki panjangnya ia arahkan menuju sofa kemudian duduk di sana.
"Kenapa kau bertanya seperti itu seolah-olah kau tidak merindukan mama mu ini." Ucap nyonya besar yang juga ikut menyusul Zhio duduk di sofa.
"Bukankah mama sudah sering bepergian ke luar kota dan kembali lagi ke sini."
"Zhio kamu kan tau sendiri kalau mama itu banyak bisnis penting di luar sana jadi wajar dong jika mama sering bepergian." Nyonya besar mengedarkan pandangan matanya di sekeliling rumah besar miliknya. Lalu ia pun bertanya kembali pada Zhio. "Di mana wanita pelayan itu?"
"Dia sudah pergi dari dua hari yang lalu," Zhio menjawabnya dengan pandangan yang terlihat kosong seolah-olah ada hal yang sedang ia pikirkan.
"Wow bagus dong, itu artinya wanita tidak tau diri itu sudah sadar diri. Zhio kalau bagitu haruskah mama membuat pesta untuk merayakan kepergiannya dari rumah kita."
Zhio memandang mamanya dengan intens.
"Tidak perlu merayakannya ma, wanita itu bukan mati tidak perlu membuang uang untuk acara yang tidak penting sama sekali."
__ADS_1
"Loh kenapa bukankah uang kita itu banyak, kau juga pastinya akan segera cerai kan dengan wanita itu. Zhio, segera lah buat gugatan surat cerai padanya dan setelah bercerai maka kau bisa menikahi Bella."
Zhio meremas majala yang berada di atas meja ketika nyonya besar membahas kata cerai.
"Ma, ini uruskan ku jadi terserah aku mau mencerai kan wanita itu atau tidak!" Baru kali ini Zhio seakan berkata secara menekan kepada mamanya.
"Hey,Zhio ada apa dengan mu. Kenapa sekarang kau jadi membela wanita yang tidak tau diri itu!"
Zhio langsung berdiri seakan tidak terlihat suka saat mamanya menanyakan hal ini, pada akhirnya ia memilih berjalan keluar rumah di banding harus berdebat dengan mamanya.
•Makasih yah kamu udah baik sama aku dan sudah mengizinkan aku tinggal di apartemen mu selama dua hari lebih dan ini saatnya aku harus pergi karna kan gak enak jika terlalu lama merepotkan mu. Untuk semuanya makasi yah Martin aku berjanji tidak akan pernah melupakan semua kebaikan mu selama ini•
Martin tertegun melihat selembar kertas surat yang Ify telah letakan di atas meja dapur, pria itu pun kembali meletakan dua box pizza yang baru saja ia belikan untuk Ify ke atas meja dapur.
Betapa terkejutnya Martin saat tau yang datang itu adalah bosnya sendiri karena tidak biasanya Zhio datang ke apartemen miliknya sebab ini adalah apartemen yang baru di beli selama 1 bulan.
"Bos,"
"Kenapa kau terkejut Martin apa ada yang aneh dengan kedatangan ku?"Tanya Zhio mencurigai ,tanpa di minta untuk masuk pun dengan pedenya Zhio berjalan masuk ke apartemen milik seketarisnya.
Perlahan Zhio berhentih melangkah ia malah terlihat mengendus-ngendus sesuatu di aera apartemen.
__ADS_1
"Aku mencium wangi parfum wanita di dalam apartemen mu. Atau jangan-jangan...?"
Jantung Martin berdebar-debar karena takut jika Zhio akan marah kalau sebenarnya dia menyuruh Ify tinggal di apartemen miliknya tanpa sepengetahuan Zhio.
"Kenapa kau malah diam Martin apa kau benar-benar menyimpan seorang wanita di apartemen mu, kalau begitu bagus lah kenapa harus seprivasi itu lagi pula kau pantas menyimpan wanita terlebih kau sudah dewasa"
Syukurlah akhirnya Martin bisa bernafas legah karena Zhio tidak mencurigainya.
"Maaf menganggu mu, tapi di wanita itu? Jika wanita simpanan mu itu sudah pulang maka tolong izinkan aku untuk menginap semalam di sini aku sangat bosan berada di rumah."
"Ah, baiklah bos saya akan senang jika bos mau tinggal di apartemen ku ini dan soal wanita itu kebetulan dia sudah pulang dari tadi pagi."
"Baguslah."dengan santainya Zhio merebahkan tubuh panjangnya di atas sofa dengan sedikit mengayun-ayunkan kakinya.
"Kau ingin minum apa bos,biar aku buatkan,"
"Tidak perlu repot kau duduk saja lagi pula nanti aku bisa buat minuman atau makanan sendiri nantinya. Oh iya kira-kira wanita seperti apa yang saat ini telah memasuki isi hati mu soalnya dua hari ini kau sering meminta untuk pulang lebih awal dengan suatu alasan"
Kenapa harus pertanyaan seperti ini lagi lalu bagaimana jika Zhio tau kalau wanita yang sempat tinggal di apartemennya ini adalah Ify istrinya sendiri.
"Hahaha lihat lihat diri mu, sudahlah jangan terlalu berat di pikirkan aku hanya becanda jadi wajah mu itu tidak perlu setakut itu."
__ADS_1
"Maafkan saya bos."Sangat beruntung bukan, ketika Zhio berada di apartemennya Ify sudah terlebih dahulu meninggalkan apartemen ini tapi kemana perginya Ify.