Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Habisnya Kesabaran Ify


__ADS_3

Kunjungan tante Maya ke rumah Zhio sudah berakhir sore ini. dan saatnya wanita paruh baya itu pamit undur diri.


"Kalau begitu tante pulang dulu yah, soalnya besok tante ada kerjaan lagi di luar kota jadinya harus pulang sekarang."


Ify terdiam, ia kembali memurungkan wajah sedihnya.Entahlah intinya Ify sangat ingin bicara tentang prilaku zhio pada tante Maya saat ini juga, tapi sementara ify begitu takut jika pria itu akan membunuhnya jika ia berani berkata macam-macam.


"Loh Ify kenapa wajah mu jadi sedih kembali nak"


"Ify hanya sedih tante, karena tante pergi lagi padahal cuma sebentar berada di rumah ini!"Sahut Zhio."Bukan begitu kan Ify?"Tanya Zhio dengan suara yang berintone.


Sorot mata keduanya bertemu.mata jernih bewarna hitam pekat itu memang tidak pernah berubah saat menatapnya, dengan sorot kebencian. Dan ify sekarang tidak akan sanggup jika memandang mata Zhio dalam waktu yang lama.


"Tidak Ify kau jangan menangis yah tante tidak akan lama kok, pasti nanti tante berkunjung lagi ke sini untuk kamu sayang" ujar tante Maya sembari memberikan lagi pelukan hangatnya untuk memeluk tubuh mungil Ify.


Air mata Ify kembali mengalir deras ia tidak sanggup jika tante Maya pergi meninggalkanya lagi. Sampai sampai Ify meremas kuat ujung bluese yang kini tante Maya kenakan.


"Udah cup cup jangan nangis lagi yah. tante harus pergi sekarang yah, tu taxi yang tante pesan telah datang."

__ADS_1


"Zhio tante harap kamu jaga Ify dengan baik yah, cintai Ify seperti kamu mencintai Eliza,"


"Aku selalu menjaga serta mencintai Ify tanpa tante minta kok. Iya kan Ify sayang!"


Dengan anggukan cepat Ify menjawab bahwa Zhio telah menjaga nya dengan baik.


"Tidak perlu khawatir tante, Zhio sangat mencintai ku serta menjaga ku dengan baik."


"Bagus kalau kalian berdua saling mencintai jadi tante tidak perlu khawatir, yaudah Zhio Ify tante pulang dulu yah."


"arg saya tidak tahan lagi, ayo masuk! saya akan memberi kan mu pelajaran lagi!"


Zhio kembali menyeret tangan Ify masuk kedalam rumah dan dengan hentakan kuat Zhio mendorong Ify hingga jatuh ke sofa.


"Apa kau ingin mengadu yang tidak-tidak kepada tante maya kan! kalau tidak saya beri kode maka kau akan mengadu! Apa ingin mengadu jika saya selama ini selalu menghukumu ha!"


"Tidak t-tuan.."

__ADS_1


"Harusnya kau sadar diri! Tante Maya bukan lah siapa-siapa bagi mu! Apa apa kau ingin mengatakan jika tante maya adalah mama dari Eliza sahabat mu! Harusnya kau itu tau diri tante Maya bukanlah orang tua kandung mu dia hanya lah orang tua Eliza!"


Ify hanya menunduk sedih air mata kembali deras mengalir di wajahnya. bagi Ify hanya tante maya orang tua ke dua setelah setelah orang tua kandungnya.


"Kenapa kau hanya diam! tidak berani berbicara hmm! Ayo bicara wahai pembunuh!"


"Cukup Zhio! Berhentih menyebutku sabagai pembunuh!" Ify sudah naik pitam tanpa sadar ia membentak Zhio yang terus-terusan menekan mentalnya secara tak langsung. Bahkan Ify berani mengucapkan nama saja tanpa menyebutkan kata tuan.


"Kau berani membentak saya!" Zhio marah besar sehingga urat-urat di lehernya terlihat menyembul. Teriakan Zhio bahkan menggemah ke seluruh ruangan dan membuat Zoya dan Anes merinding ke takutan.


"Yah aku berani bentak kamu! aku capek! Aku lelah! Aku ingin kita cerai saja!" Teriak Ify tanpa rasa ragu.


Ck bahkan Zhio tak menyangkah jika Ify berani bicara seperti itu."Cerai! Dengar saya akan mencerai kan mu saat kau jadi mayat!"


"Ya sudah kalau begitu jadikan aku mayat sekarang juga!" Ify balik menantang, bahkan mata Ify pun telah bengkak karena kelamaan menangis.


Zhio meremas kepalanya, ck. wanita di depanya kenapa menjadi seberani ini. Bahkan manusia pun punya batas kesabaran sama halnya yang di rasakan Ify.

__ADS_1


__ADS_2