
Tendangan kuat dari kaki Zhio nyaris membuat pintu bercat putih ini terbuka lebar sehingga membuat Lasmi yang tenga menikmati nonton tv di ruang tamu menjadi terkejut.
"Maya...!!... Keluar!!..Di mana kamu!!..?''
Lasmi yang begitu panik berlari menuju ruang utama dan melihat ada tiga pria yang ada di rumah ini, terutama hanya Mario saja yang ia kenal di antara mereka bertiga.
Bahkan Mario juga tak menyangka jika Lasmi berada di dalam satu atap dengan Maya dan Aliya.
"S-Ssiapa kalian!" Tanya Lasmi dengan suara terbata.
"Di mana Maya! dan juga anaknya Aliya!" Tanya Zhio yang langsung to the point.
Lasmi menduga keras karena sepertinya ia pernah melihat pria ini, dan tapi ia lupa pernah melihat di mana.
"Cepat katakan di mana pemilik rumah ini" Kali ini Mario juga ikut berbicara.
"P-pemilik rumah ini sedang tidak ada di rumah, dan sudah 1 minggu lebih ini mereka berada di luar kota untuk mengadakan pekerjaan penting" Lasmi berkata benar apa adanya karena sebelum meninggal kan rumah ini Maya dan Aliya sempat berpesan padanya untuk menjaga rumah ini selama mereka di luar kota.
"Kalau begitu telepon mereka sekarang! dan segera katakan ada di mana mereka sekarang!"
Dengan lekat Lasmi memandangi wajah pria yang seperti ia kenal ini, dan kali ini ia mengingat nya.
"Loh bukannya kamu ini suaminya Ify, iya suami Ify. Kamu tidak ingat saya, itu loh yang waktu itu membongkar siapa orang tua Ify yang sebenarnya"
Zhio mendengus pelan ia juga tak menyangka jika wanita ini bekerja di rumah Maya dan Aliya.
"Lupakan hal itu. yang saya ingin kamu telepon majikan mu sekarang juga"
"Maaf yah tuan, kalau boleh tau ada masalah apa kalian dengan majikan saya?"
"Tolong jangan menunda waktu. akan lebih baik kamu telpon majikan mu sekarang juga!"Timpal Martin.
"Baiklah kalau begitu saya akan telepon sekarang juga!"
...----------------...
"Nay, tunggu lah besok pagi yah, dan besok pagi kita akan mencari mama mertua mu"
"Tapi aku khawatir ma, takut jika mama mertua kenapa-kenapa, dan aku juga tak menyangka jika tante Maya bisa senekat itu"
"Iya mama tau, tapi di sana Suami kamu, Mario, bahkan Martin juga tengah sibuk mencari mama mertua mu. Dan ini sudah hampir jam 2 dini hari, kamu tidur lah yah"
"Memikirkannya saja, sama sekali tak ingin mata ku terpejam ma. sungguh aku sangat khawatir."
__ADS_1
"Fy, sebenarnya bukan hanya kamu yang perlu istirahat tapi bayi yang ada di kandungan mu itu juga butuh istirahat" Timpal Bella.
"Tuh dengar apa yang di bilang calon kakak ipar kamu memang lah benar, yaudah kamu tidur yah Nay"
"Hmm baiklah ma, aku akan tidur"
"Bagus.yaudah kalau gitu mama mau kembali ke kamar dulu yah, mama mengantuk.Bell kamu jagain Nayna yah di sini, ingat kalau dia masih tetap tidak mau tidur, kamu bilang sama tante saja"
"Sip, tante"
beberapa detik setelah mama Dewi tak berada di kamar Ify lagi. Bella pun mendudukkan bokongnya di samping Ify.
"Masih bengong saja. ayo tidur"
"Bell, aku masih khawatir sama mama mertua ku"
"Fy, sebenarnya hati kamu itu terbuat dari apa sih. kamu itu yah meskipun mamanya Zhio Sering jahat sama kamu, tapi kamu masih saja baik sama dia"
"Itu dulu Bell, lagian aku yakin semenjak mama lumpuh dan tak bisa apa-apa aku sangat yakin kalau mama sudah berubah"
"Fy aku bahkan masih sangat ingat bagaimana dulu mama mertua mu memperlakukan kamu seperti sampah. jika aku jadi kamu, mungkin aku...
"Nay...Bellaa... apa kalian masih belum tidur!!"
"Yaudah ayo tidur fy, sebelum mama kamu bicara lagi dari luar" Bella segera merebah kan diri lalu menarik selimut memenuhi Tubuhnya.
...****************...
"Kalian ini tidak punya hati, wanita ini lumpuh dan tak bisa bicara, tapi kalian dengan tega perlakukan dia seperti ini!" Hardik Dokter Zulfa memarahi Maya dan Aliya.
Aliya meletakkan roti yang sedari tadi ingin ia berikan pada Dokter Zulfa.
"Kalau demi uang, apapun akan kami lakukan meskipun mempertaruhkan nyawa seseorang ssekali gus!"
"Wanita jahat kamu! kamu akan berdosa besar karena memperlakukan orang yang lebih tua dari mu!"
"Dengar, kalau kamu terus berkomentar pedas maka saya tidak akan segan-segan untuk tidak memberi mu makan"
"Saya lebih baik memilih mati dari pada saya harus menerima makan dari mu!"
Aliya tak jadi berbicara karena saat ini ia merasakan hp yang ada di dalam tasnya terus berbunyi.
"Siapa yang menelpon Al,?"
__ADS_1
"ck.ternyata Lasmi ma,"
"Kenapa wanita itu menelpon?"
"Entahlah aku juga tidak tau, yauda abaikan saja lah"
"Kalau kamu tidak mau mengangkatnya sini biar mama saja"
...****************...
"Sabar yah pak, ini sama Aliya nya belum juga di angkat"
"Coba telepon sekali lagi!" Pinta Zhio.
Untuk yang kelima kalinya akhirnya panggilan suara pun tersambung.
[He! Lasmi kenapa kamu telepon-telepon]
[Ini nya, ada yang mau...
Zhio tak tahan lagi sehingga ia menarik hp Lasmi untuk berbicara pada Maya.
[Wanita sialan! cepat katakan di mana kamu menyembunyikan mama ku!]
Maya menjauhkan hpnya setelah tau siapa yang berbicara ini.
"Kenapa sih ma, kayak orang ketakutan gitu?"
"I-ini Zhio yang telepon" Lirih Maya pelan.
"Apa ini Zhio! kok bisa ma!"
"Ini sudah terlanjur Al, kita tak bisa berkutik lagi"
[Cepat kembalikan mama ku, atau bila tidak aku akan membawa polisi untuk membawa mu masuk ke dalam kantor polisi lagi!]
[Hahaha coba saja panggil polisi, dengan begitu jika polisi datang kemari maka akan aku pastikan jika mama mu akan menjadi mayat]Maya Balik mengancam.
[Selain menculik mama, rupanya kamu telah mencuri dokumen penting perusahaan ku! dan aku tegas kan kembali pada mu cepat kembalikan itu semua kepada ku]
[Enak saja, apa yang telah menjadi milik ku maka tetap akan menjadi milik ku, dan jika kamu ingin semuanya kembali maka kamu harus menemui kami berdua di suatu tempat]
[Katakan di mana itu]
__ADS_1
[Aku hanya ingin memastikan jika kamu datang ke sini sendirian, tidak boleh ada polisi ataupun orang lain]