
"Loh bukan kah kamu, wanita yang waktu itu kan."
Sementara Ify hanya diam, ia hanya menampilan senyumannya saja.
"Aku tidak menyangkah jika kita akan di pertemukan lagi dalam masalah genting seperti ini."Terlihat dari wajah Rio pria itu nampak senang.
"Makasih udah nolong aku,"Ucap Ify lembut.
"Oh iya kenalin aku Rio,"Rio memulai jabatan tangan pada wanita di depanya.
"Ify.."Ucap Ify sembari membalas jabatan tangan Rio.
Rio nampak terpaku di saat tangannya dan tangan Ify saling bersentuhan seakan tak mau lepas.
Hal itu sontak Ify menegurnya dengan terpaksa Ify melepas jabatan tangannya pada tangan Rio.
"Maaf.kamu kenapa sih lagi terlihat keluyuran malam-malam sendirian terlebih saat ini kamu jalan kaki lagi."
"Aku mau beli pizza di ujung sana."
Rio membulatkan matanya tak percaya dengan wanita yang baru di kenalnya ini.
"Mau beli pizza tapi jalan kaki lagi kenapa tidak naik taxi atau sebagainya."
Ify menunduk, kini Rio mulai menebak.
"Atau jangan-jangan majikan mu yang menyuruh?"
"Yah begitu lah, tapi maaf aku gak bisa lama. Aku kesana dulu yah.."Ujar Ify yang ingin beranjak,tapi tangannya di tahan oleh Rio.
__ADS_1
"Majikan seperti apa yang tega menyuruh mu bertindak nekat seperti ini, bukan kah sudah aku bilang kalau kau tidak kuat maka kamu bisa berhenti saja bekerja di sana."
"Gak bisa Rio. Majikan aku itu bukan majikan sembarangan dia berbeda!"
"Apa maksud mu majikan mu itu hantu?"Tabak Rio asal.
"Yah mereka lebih menyeram kan dari pada hantu!" Kalimat ini ucapkan sesuai kata hatinya.
"Kalau begitu pertemukan aku dengan majikan mu itu maka aku akan siap memarahi mereka."
"Tidak usah gak apa-apa kok jangan yah, kalau gitu aku lanjut jalan dulu yah."
"Tunggu."
"Kalau begitu aku antar yah lihat ini hampir jam 10 malam lagi pula tempatnya masih jauh kau tak akan bisa berjalan kesana sebelum jam 10 gimana?"
Ify menghela nafas berat, lalu kemudian ia setuju untuk ikut dengan Rio.
"Oke ayo kalau begitu.''
Ify kini sudah di antar oleh Rio tepat di depan gerbang rumah Zhio, sedangkan Rio merasa tidak asing dengan rumah besar dan mewah yang ada di depannya ini.
"Makasih yah atas bantuannya udah bantu aku beli pizza ini"Ucap Ify sembari melepaskan helm untuk di berikan pada Rio.
"Ify, bolehkan aku minta nomor hp mu siapa tau jika kau merasa butuh bantuan kau bisa menghubungi aku."
"Walau aku beri nomor hp ku pada mu percuma saja aku sangat jarang pegang hp,"
"Majikan mu sungguh kejam sehingga membuat mu sangat jarang bermain hp kalau begitu tidak masalah, yang penting aku punya nomor hp mu."
"Yaudah deh aku akan beri nomor hp ku pada mu."
"Oke sudah makasih yah Ify."
__ADS_1
"Harusnya aku yang mengucapkan rasa terimakasih kerena kau telah banyak membantu ku."
"Tidak masalah, aku bahkan tidak keberatan jika setiap hari membantu mu."
"Yauda kalau begitu aku masuk dulu yah, permisi."
"Hmm hati-hati."
"Ck, saya tidak menyangkah kau mampu juga berselingkuh di belakang saya!"
Deg.
Ify merasa terkejut saat Zhio berdiri di samping pintu utama.
"Ah astaga tuan."Hampir saja pizza yang Ify bawak telempar.
"Apa sebelum kita menikah kau sudah memiliki pacar?" Selidik Zhio mengintimidasi.
"A-apa maksud mu tuan, aku ,pacar?"Tunjuk dirinya sendiri.
Zhio melihat Pizza yang Ify bawak ia sangat yakin itu pizza pembelian dari seorang pria yang bersama Ify di depan kedai pizza.
Sebelumnya...
Tanpa sengaja Martin asisten Zhio melihat Ify bersama pria lain tepat di depan kedai pizza yang tak jauh dari lokasi Martin saat ini. Di sana Martin dapat melihat jika Ia melihat Pria itu memasangkan helm di kepala Ify.
Martin sangat yakin itu Ify istri boss nya Zhio jadinya untuk sebuah bukti Martin terpaksa mempotret kebersamaan Ify dan Pria itu. Lalu bukti tersebut ia kirimkan pada Zhio.
Zhio yang sedang sibuk mengetik pekerjaannya di laptop berhenti sejenak ketika mendapatkan sebuah notif pesan dari Martin Asistenya. Melihat gambar yang ada di hp nya seketika Zhio naik pitam.
"Sial beraninya wanita itu berselingkuh di belakang ku!"Zhio menutup laptop nya dengan kasar setelah itu ia pun langsung turun ke bawah.
__ADS_1