
"Aku tak menyangka jika kau adalah teman dari karyawan ku,"ucap Rio yang kini telah duduk di kursi kerjanya sementara Ify duduk di hadapannya.
"Justru aku yang tak menyangka jika bapak merupakan CEO di perusahaan ini,"
"Ck, apa kamu bilang apa tadi, bapak? tunggu kenapa tiba-tiba kau memanggilku bapak?"
"Maaf pak itu untuk rasa sopan saja karena kau orang penting pak,"
Rio tersenyum getir seraya mencondongkan tubuhnya ke depan.
"Jangan panggil aku bapak jika kita sedang bicara berdua dan sebaliknya kau boleh memanggil ku dengan sebutan bapak jika kita berbaur dengan pegawai lainya apa kau mengerti"
"Oke, aku paham jadi apa bapak, ah maksudnya jadi apa kamu mau menerima aku kerja di perusahaan mu?''
"Jika saja temannya Bella itu merupakan orang biasa atau orang lain kemungkinan aku tidak semudah itu menerima mereka bekerja tapi sekarang aku tidak menyangka jika kau temannya jadi aku menerima mu bekerja di sini,"
"Kamu yang bener kan Yo, aku beneran kamu terima kerja di perusahaan mu!"Seruh Ify yang mulai kegirangan.
Rio mengangguk kecil di ikuti senyuman di bibirnya."Yah aku serius,"
"Yaudah ini kalau begitu, ini semua CV aku ada di sini kamu boleh lihat dulu dengan teliti.."Ify menyerahkan map coklat yang ia pegang sedari tadi kehadapan Rio.
"Tidak perlu, tanpa harus melihat CV mu aku sudah bisa menerima mu dengan senang hati,"
"Apa jadi apa tidak perlu di lihat-lihat dulu?"Tanya Ify sekali lagi.
"Tidak, untuk apa melihatnya lagi karena dengan melihat perjuangan mu yang ingin bekerja saja aku sudah benar-benar menerima kau bekerja di sini,"
"Rioo kamu terlalu baik sama aku,makasih yah..walau sebenarnya kebaikan kamu sama aku udah banyak sekali begitu pun keluarga mu Rio mereka juga baik sama aku, hmm aku jadi bingung harus membalas jasa kalian seperti apa, tapi aku janji,"Ify menaru kedua tangannya di atas kedua tangan Rio."Aku janji aku akan bekerja di perusahaan mu dengan Giat dan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Rio merasa jika bunga-bunga kecil berterbangan di sekitarnya karena mendapatkan sentuhan tangan Ify yang berada di atas kedua tangannya.
Tapi lama-kelamaan Ify menyadari apa kesalahannya sehingga ia menarik kembali kedua tangannya.
Aliya memutuskan untuk tidak datang keperusahaan, sebab usai Zhio mengantarkannya sampai di perusahaan Bella langsung memesan taxi online untuk menuju suatu tempat, dan ternyata Aliya mendatangi rumah Zhio.
"Tante...Tante...Tante Mala...,"
Bijum menghampiri Aliya yang berjalan menuju ruang tamu, sepertinya Bijum sudah tau apa tujuan Aliya datang ke rumah majikannya.
"Non Aliya cari nyonya?"
"Yay iyalah saya cari Tante Mala kan yang saya sebuti dari tadi itu Tante Mala bukan orang lain!"Hentak Aliya pada Bijum.
"Nyonya ada di kolam renang Non,"
Aliya melangkah cepat tanpa sepatah kata apapun ia melewati wanita paruh baya itu begitu saja.
"Tante Mala apa yang Tante lakukan...!!''
"Aliya..."ucap Tante Mala yang tak percaya akan kehadiran Aliya di rumahnya pada pagi hari ini.
"Tante kok Tante tidak pakai kursi roda sih kalau ada orang yang lihat bagaimana?"
"sudahlah santai saja tidak perlu sepanik itu Al pelayan di sini juga hanya satu jadi Tante yakin dia tidak akan buka mulut, kalau Zhio dan Ify sudah bergi bekerja pada pagi tadi."
"Nah ini yang ingin aku bicarakan sama Tante, Tante kenapa sih wanita itu harus ikut sama Zhio satu mobil kan tadi saat Zhio ingin menjemput ku bekerja aku hanya di jadikan obat nyamuk oleh mereka dan aku juga tidak menyangkah jika Ify akan ikut dengan Zhio,"
"oh iya Tante sampai lupa, lupa memberi tahun mu Al jika katanya wanita itu mendapatkan interview kerja di perusahaan lain, ck Tante sangat yakin ia tidak akan di terima bekerja kan dia hanya lulusan SMA,"
__ADS_1
"Sudahlah Tan aku tidak perduli wanita itu di terima bekerja atau tidak tapi yang terpenting bagaimana rencana kita Tan, rencana Tante yang ingin menikahkan aku dengan Zhio,"
"Sabar dong Al pokoknya kamu tunggu saja nanti juga pasti kamu nikah sama Zhio,"
"ck, itu seperti mustahil Tan karena yang aku lihat sekarang sepertinys Zhio mulai perduli sama wanita itu, Tante yang aku takutkan adalah aku takut jika Zhio mulai mencintai Ify!"
"Tidak, Tante sangat yakin jika Zhio tidak akan ada perasaan apapun untuk wanita itu kamu harus percaya sama Tante yah."Nyonya besar kembali meyakinkan Aliya agar percaya kembali pada omongannya kali ini.
"Oke Tan aku percaya, tapi Tante harus janji yah bakalan buat Zhio agar bisa nikah sama aku,"
"Iya Al Tante janji sama kamu,"
"Ify akhirnya kamu di terima kerja juga di perusahaan pak Mario, selamat yah,"Bella mendekatkan mulutnya pada telinga Ify."selamat karena kau dan pak Mario merupakan teman dekat,"
"Yah aku juga tidak menyangka jika ini adalah perusahaannya,tapi walau perusahaan teman sendiri entah kenapa tarasa canggung rasanya,"
lagi-lagi Bella menyentil bahu Ify,"Lebih canggung mana di banding bekerja di perusahaan suami mu sendiri?"
"Yah lebih canggung bekerja di perusahaan suami lah Bell,"
"Yapss pertanyaannya apa suami mu sudah tau jika kamu bekerja di perusahaan pak Mario?"
"Belum, Emangnya kenapa Bell?"
Seketika Bella tepuk jidat sendiri dan ia mulai berbicara pelan.
"Astaga Fy perang besar akan di mulai nantinya jika suami tau jika kamu bekerja di perusahaan pria yang tak di sukainya."
"Wah iya kamu benar Bell, aku jadi ingat sekarang Mas Zhio dan Rio selalu adu mulut jika bertemu,"
__ADS_1
"Tepat sekali waktu itu juga suami mu dan pak Mario saling aduh tinju"
"Ha! apa di mana dan kapan?"