
Selama pak Morgan di rawat rumah sakit kini yang tenga sibuk mengatur perusahaan groupogold adalah Mario. Rupanya Mario sangat mahir menjalankan bisnis papanya terbukti jika 3 hari ini Mario telah sukses membuat rekan-rekan bisnis sang papa terkesan.
Lagi pula Mario tidak sendiri, selalu ada Robby asisten papanya yang membatunya dalam urusan perkerjaan penting. Saat ini Mario menyenderkan bahunya pada kursi kebesaran yang saat ini ia dudukin, seraya memutar kursi tersebut ke kanan-dan ke kiri.
Robby datang dengan membawa sebuah berkas.
"Maaf Tuan, saya telah menggangu waktu tuan."
"Hmm, katakan ada apa?"Tanya Rio to the point.
"Nanti tepatnya jam 1 siang akan di adakan rapat pertemuan penting dengan chef Maxim tuan,"
Mario hanya memangutkan kepala."Baiklah,saya mengerti terimakasih"
"Baiklah, tuan kalau begitu saya permisi undur diri dulu."
"Hm, yah silakan."
Berbeda dengan Zhio yang saat ini tenga sibuk mengotak-atik laptop di ruangan pribadinya, Zhio bermuka masam ketika ia mendapatkan sebuah info perusahaan groupgold maningkat 50% dari perusahaannya saat ini. Dengan perasaan kesal pria itu menepis semua benda yang berada di atas meja dengan tangannya hingga berjatuhan di lantai.
__ADS_1
"Sial...!!!masak aku harus kalah dengan pria berego tinggi seperti Mario itu!"
Ketika mendengar kegaduhan di ruangan pribadi milik atasnya membuat Martin masuk begitu saja keruangan Zhio.
"Bos, apa yang terjadi kenapa semua benda ini terlihat berantakan?"
Zhio menghembus nafas kasar secara berulang kali.
"Kau tidak perlu banyak bertanya Martin,cepat suruh OB saja untuk membereskan ini semua!"Sengit Zhio seraya berjalan keluar melewati Martin.
Tanpa di beritahu pun rupanya Martin sudah tau hal apa yang menyebabkan atasannya terlihat semarah ini, jauh tak lain adalah ia sangat benci kekalahan terlebih saat ia mengetahui jika perusahaan pak Morgan meningkat di kalah sudah berpindah tangan pada Mario.
Saat ini Mario telah bersiap-siap untuk mengadakan sebuah rapat di perusahaanya. Namun sebuah dering hp berbunyi sehingga mengharuskan ia mengangkat telpon itu.
"Hallo, mah"
"Rio mama ada kabar gembira saat ini papa mu sudah melewati masa kritisnya setelah menjalankam operasi."
"Benarkah ma, kalau begitu aku jadi seneng dengernya. Kalau begitu sehabis mengadakan pertemuan rapat aku akan pergi kerumah sakit."
__ADS_1
"Bagaimana, apa pekerjaan mu hari ini terlihat begitu lancar?"
"Yah, mah. semua pekerjaan hari ini terlihat lancar-lancar saja."
"Baguslah kalau begitu mama jadi seneng jadinya, terlebih papa mu. Pasti setelah papa mu siuman nanti dia akan terkejut ketika perusahaan berkembang meningkat dari biasanya berkat kerja keras mu."
"Mah, sudahlah jangan terus-terusan memuji ku, aku takut akan terbang nantinya jika terus-terusan di puji"
"Loh. Pujian mama ini nyata, jadi tidak perlu merasa terbebani"
"Mah, udah dulu yah nanti aku bakal telpon mama balik setelah urusan rapat ku telah selesai."
"Oh. Baiklah Rio,semangat untuk rapatnya siang ini anak mama sayang."
"Iya ma makasih, dah ma."
BIB....
Setelah sambungan telpon terputus tanpa berlama-lama Mario langsung berjalan ke ruangan rapat dengan di temani Robby yang saat ini berjalan di belakangnya.
__ADS_1