
Aliya berdiri di depan rumahnya ia nampak telah tapi dengan setelan kerjanya dan sekarang tak lama ia tersenyum cerah di saat melihat mobil milik Zhio sebentar lagi akan menghampirinya, Masih di beri kesempatan Aliya mulai melihat pantulan wajahnya dari kaca bedak sebelum mobil itu sampai di depannya.
Mobil sport hitam pekat itu pun telah berhenti tepat di depannya sehingga membuat Aliya yang tanpa rasa ragu membuka pintu samping pengemudi, rupanya pintu tak terbuka sesuai yang Aliya harapan.
Aliya mengetuk kaca pintu mobil itu agar Zhio segera membuka kan pintu mobil ini sekarang juga.
''Zhii..Zhioo...
Perlahan kaca pintu mobil itu terbuka sendiri memperlihatkan sosok Ify yang tersenyum hangat kepada Aliya
"Aliya kalau kamu mau duduk depan tidak apa-apa kalau begitu sekarang aku akan duduk di bangku belakang saja,"
Aliya termenung lama menatap wanita di hadapannya ini pasalnya setiap Zhio menjemputnya bekerja Ify tidak pernah ikut dan sekarang..
Seketika Ify mau membuka sabuk pengamannya dan hendak ingin turun namun Zhio menahan nya.
"Tidak perlu turun, tidak apa-apa duduk saja di samping ku,"ucap Zhio pada Ify, kemudian Zhio menongolkan kepalanya melihat Aliya yang terlihat masih bengong."Maaf Aliya,maaf karena aku telah merepotkan mu untuk duduk di bangku belakang saja soalnya aku harus mengantarkan istri ku ini untuk interview kerja, kamu tidak keberatan kan duduk di bangku belakang?"
Aliya mengumpat dalam diam seraya memandangi Ify dengan tatapan tajamnya, lalu setelah itu ia berusaha untuk tersenyum.
"Oh tidak masalah Zhio, tidak apa-apa aku akan duduk di bangku belakang saja,"Aliya dengan lesuh masuk ke bangku belakang.
Ify memutar tubuhnya menghadap kebelakang melihat Aliya seraya menyatukan tangan di depan dada.
"Maaf yah Al hanya karena aku ikut mas Zhio kamu jadi duduk di belakang,"
__ADS_1
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Aliya, mendengar Ify yang merasa seperti bersalah Aliya hanya mengangguk saja tanpa ada senyuman di bibir.
Sialnya jalanan sangat macet hari ini bahkan berulang kali ify melihat jam yang tertera di hp miliknya ia terlihat panik dan cemas.
Rasa khawatirnya berbunculan di saat di landa kemacetan pada pagi hari ini apa lagi setelah Bella memberi tahu informasi lewat pesan jika atasannya bisa bertemu dengannya 30 menit lagi, ayolah ini kemacetannya sangat panjang.
Di tenga keheningan masing-masing seketika Ify berbicara lantang seraya melepaskan sabuk pengaman mobil.
"Mas, maaf aku tidak bisa menunggu lama seperti ini aku harus segera tiba di perusahaan itu Mas karena interviewnya 30 menit lagi," Ify sangat berusaha ingin turun tapi lagi-lagi Zhio menahan lengannya sedangkan Aliya di belakang sana diam-diam mendengus kesal melihat adegan di depannya.
"kenapa harus turun emangnya kamu ingin naik apa?"
Ify melepaskan tangan Zhii yang melekat di lengannya,"Di dekat situ ada pengkolan ojek dan pasti nanti mereka tau jalan pintas untuk terhindar dari kemacetan,
''Apa naik ojek? tidak aku tidak akan mengizinkan mu sembarangan naik ojek kalau nanti kamu kenapa-napa bagaimana ha?"
Zhio ingin mengejar Ify yang pergi begitu saja dari mobilnya, namun klakson mobil di belakangnya terus saja berbunyi.
"Zhioo, sudah biarkan saja aku tau kok Ify wanita kuat wanita tangguh aku yakin ia akan baik-baik saja, ayolah Zhi jalankan saja mobilnya apa kau tidak melihat mobil di belakang terus mengomel meminta kau untuk segera menjalan mobil,"
"Berapa pak?" tanya Ify pada tukang ojek yang telah mengantarnya sampai di depan kantor.
"20 ribu mbak,"
"Oke ini uangnya dan kembaliannya ambil saja,"Ify memberikan lembaran uang lima puluh ribu, setalah itu ia berlari cepat masuk ke dalam kantor.
__ADS_1
''Wah makasih yang mbak semoga rezekinya tambah lancar..!!,''
Baru saja hampir sampai di lobi perusahaan terlebih dahulu Bella menyambut kedatang Ify karena mendapatkan telepon dari Ify jika sudah sampai.
"hooh hampir saja aku kira kau tidak akan datang,ayo buruan ikut aku menemui pak Mario karena waktunya sudah hampir habis,"
"Maaf yah Bell aku lama soalnya tadi jalanan macet,"
"Sudahlah tapi yang terpenting akhirnya kau sudah tepat waktu, ayolah ruangan pak Mario ada di ruang sana, jadi apa kau membawa semua berkas lamaran kerjanya?"
"Aku membawa semuanya lengkap, tapi maaf tulisan ku agak sedikit kurang rapi,"
"Tulisan Tidak rapi itu tidak penting yang terpenting itu adalah niat mu," Bella mengombrol sembari berjalan menuntun Ify menuju ruangan pak Mario..
"Nah kita sudah sampai kamu tunggu di sini yah aku mau ketuk pintu ruangan pak Mario dulu,"
Lagi-lagi belum sampai menggapai pintu dan pintu ruangan itu terbuka sendiri Mario adalah pelakunya.
"Selamat pagi Bos..oh iya ini adalah Ify teman saya yang ingin interview kerja..
Mario hanya diam ketika Bella memperkenalkan siapa nama temannya itu.
"Rioo...kamu Rio kan...?"
Ify tak habis pikir mengapa Rio ada di perusahaan ini dan memakai setelan jas kerja seperti itu karena ketika bertemu dengan Zhio di luaran sana terlihat sederhana dan bukan seperti ini.
__ADS_1
"husst jaga sikap mu,"Bella menyenggol sikut tangan Ify.