Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Membatalkan Kerja Sama


__ADS_3

"Pah, jadi tamu penting itu pria ini!" Hardik Rio sambil menunjuk-nunjuk Zhio sebagai biang permasalahannya.


Sedangkan yang di tunjuk hanya diam saja tidak mampu berkata-kata. Pak Morga,Robby atau pun Martin tidak mengetahui apa yang yang di maksud oleh Rio.


Melihat reaksi Zhio yang hanya diam saja justru membuat Rio semakin berapi-api.


"Masih punya nyali kamu datang ke perusahaan ini ha! Pah pokoknya aku tidak setuju kalau perusahaan kita berkerja sama dengan perusahaan milik pria sombong sepertinya!"


"Mario jaga bicara mu!"Hardik pak Morgan saat ini juga.


"Maaf pak Morgan mungkin awalnya saya memiliki sebuah kesalah pahaman pada Mario anak pak Morgan, tapi kali ini saya benar-benar tidak tau jika Mario adalah anak pak Morgan."Zhio mencoba berbicara santai layaknya bertemu dengan pembisnis yang wajib di hormati, meski di dalam hati ia masih tidak menyangka jika Rio sih pria preman juga bertahta tinggi sama seperti dirinya.


Bagi Rio Zhio benar-benar bermuka dua tidak tau malu, dia masih mempunyai nyali untuk berbicara sopan.


"Lihat kau memang pria bermuka dua, coba sekarang tunjukan dirimu yang angkuh dan sombong itu coba tunjukan sekarang juga di depan papa ku dan di hadapan semua orang!"


"Mario_

__ADS_1


"Tidak pa pokoknya aku tidak setuju kalau perusaan kita bekerja sama dengan perusahaan milik pria angkuh ini pa!"Mario mengotot dengan kalimat yang di ucapkan nya.


"Mario sudah cukup! Arrg....


Rio begitu marah besar bak kesetanan sehingga membuat pak Morgan tersungkur jatuh sembari memegang dadanya.sepertinya penyakit jantung pak Morgan kumat lagi, mungkin kali ini lebih parah.


"Pah,papa kenapa pah!"


"Arg...!!"Pak Morgan jatuh terbaring di lantai sambil memposisikan telapak tangannya di dadanya yang sakit.


Semua orang pun panik, Rio tersungkur ketika melihat wajah papanya yang nampak pucat.


"Kalau begitu cepat kau panggilkan ambulan saja!"ujar Rio memerintah.


"Baiklah tuan," Robby menurut lalu segera menelpon ambulan.


Saat ini Zhio juga melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan Zhio.

__ADS_1


"Pak Morgan!"


Zhio belum sempat memegang tubuh pak Morgan, namun Rio mendorongnya untuk pergi menjauh.


"Pergi! Jangan sentuh papa ku!"


Melihat tuannya yang terdorong sontak membuat Martin menolong Zhio untuk berdiri.


"Tuan, apa tuan baik-baik saja" Tanya Martin namun tidak di dubris oleh Zhio.


"Ingat pak Morgan seperti itu, itu semua murni karena kalakuan buruk mu!"umpat Zhio dengan seringai tipisnya.


"Kalau saja dari awal aku tau bahwa pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan orang tua ku itu kamu! cuih. Setitik pun aku tak sudih untuk bekerja sama dengan mu!"


"Tuan saat ini ambulan nya sedang dalam perjalan menuju kemari, kalau bagitu mari kita angakat tubuh pak Morgan ke bawah dulu dengan kursi roda" ucap Robby.


"Baik segera lakukan!" jawab Rio.

__ADS_1


"Ingat kubur semua mimpi indah mu untuk bekerja sama dengan perusahaan ini, karena aku sebagai penerus CEO di perusahaan ini sangat mampu untuk mengembangkan bisnis orang tua ku! Kau paham itu!" Ucap Mario dengan percaya diri, ia sangat yakin kalau dirinya sangat mampu dalam membatalkan kontrak kerja sama ini tanpa bantuan tangan dari orang lain.


__ADS_2