
Dewi terlebih dahulu mengambil alih untuk mengendong bayi Zhio dan Ify yang baru saja di pakaian Bedong oleh suster. Sementara nyonya besar tinggal menunggu giliran saja untuk mengendong sang cucu.
"Walah Walah lucunya cucu oma sama opa ini, gemes"Mama Dewi mengelus pelan wajah bayi mungil yang masih tertidur pulas ini.
" Wah, iya ma ganteng dan juga menggemaskan.kalau begitu papa mau gendong juga dong ma"
"Nanti dulu mas, sepertinya Bu Mala juga ingin mengendong cucunya benar kan Bu Mala"
Dengan senyuman yang sumringah perlahan nyonya besar mengambil alih untuk mengendong cucu pertamanya.
"Zhi, lihatlah wajahnya mirip sekali dengan mu sewaktu kamu masih bayi, ganteng, hidungnya mancung tapi kira-kira apa kalian sudah memberikan bayi kalian nama?"
Zhio dan Ify bertukar pandang, justru mereka sama sekali belum membuat kan nama yang pas untuk bayi mereka, dan kini pak Morgan menegur keduanya.
"Jadi kalian belum membuat kan nama untuk cucu ku ini?"
"Sudah sudahlah jika kalian belum menyiapkan nama, biar mama saja yang memberikan nama untuk cucu oma ini" Ucap mama Dewi.
"Siapa namanya ma?" Tanya Ify.
"Jonathan panggilannya Jona"
"Nama yang bagus ma, kalau begitu aku setuju ma"
"Yah oke, aku juga setuju nama yang tepat untuk putra ku yang tampan"
Hoeekkk... Hoeek....Hoeeekk.....
Suara tangis baby Jonathan pecah dan nyonya besar tau betul jika baby Jonathan membutuhkan susu ibunya.
"Fy, sepertinya Jonathan lapar mending kamu kasih asi sekarang juga yah"
__ADS_1
"Oh yasudah sini ma"
"Apa harus pakai asi kenapa tidak susu formula?"
"Hooh dasar kamu ini justru air susu ibu lebih baik dari pada susu formula. ingat Zhio kamu dulu mama beri asi bukan susu formula"
Sambil menyusui bayinya Ify juga ikut tertawa mempertawakan suaminya.
"Zhio jangan bilang kamu cemburu pada bayi mu karena bayi mu di berikan asi sedangkan kamu tidak"
"Husstt.. ma jangan membahas itu"
"Hehehe mama apa-apaan sih lagi pula aku tidak cemburu lah hanya saja aku takut ma tenaga Ify akan teruras jika memberi asi"
"Hadeeh dasar anak nakal kalimat seperti itu mana ada di dunia per asian."ucap Nyonya besar mengomeli Zhio.
"Oke oke sekarang aku paham, tapi kira-kira Mario dan calon kakak ipar kenapa belum datang juga?"
"Iya Zhio, tunggu saja pasti mereka sebentar lagi sampai kok" Ucap mama Dewi.
Mario dan Bella pun baru saja tiba di ruang persalinan Ify usai di bicarakan.
"Maaf semuanya aku telat!" Sahut Mario.
"Hallo om, tante," sapa Bella satu persatu pada mamanya Ify dan juga mamanya Zhio.
"Di mana keponakan ku?" Tanya Mario dengan senyuman yang mengembang.
"Bayinya lagi di beri asi 5 menit lagi baru boleh di gendong" Ucap Zhio.
Tidak perduli akan Mario Bella pun memajukan langka mendekati Ify yang masih menyusui bayinya. "Fy, lelaki atau perempuan?"
__ADS_1
"Lelaki Bell, namanya Jonathan"
"Wuuh gantengnya, namun jika perempuan pasti akan sangat cantik seperti mamanya"
"Kamu bisa saja Bell kalau memuji, terus bagai mana dengan hari ini. apa kamu sudah mendapatkan gaun pengantin yang sesuai kamu inginkan"
"Hmm gaunya cantik-cantik sekali, aku jadi bingung mau pilih yang mana tapi untungnya kakak kamu pinter desainer jadi dia yang bantui aku"
"Terus kalian mau sebar undangan pernikahannya kapan?" Tanya mama Dewi.
"Kemungkinan besok lusa ma undangan akan tersebar" Ucap Mario.
"Mario, Bella tante jadi tidak sabaran ingin kalian menikah cepat dan nanti bisa bikinin cucu"
"Itu mungkin secepatnya tan, sehabis akad mungkin malamnya kami akan segera melakukannya"
"Sudah cukup hentikan, ini memalukan tau?"
"Kenapa harus malu sayang, kita kan bicara jujur"
"Sepertinya Jona sudah selesai menyusu, jadi siapa yang mau gendong duluan?"
"Aku!" Jawab Mario dan Bella secara bersamaan.
"Akan lebih baik omnya dulu yang mengendong, Sini nay berikan pada kakak"
Wajah Bella tertunduk lesu, ia terlihat cemberut."Kak mengalahkan pada seorang wanita, jadi Bella dulu yah yang mengendong Jona"
"Hmm makasih fy, yasudah sini Fy berikan pada ku"
"Oke oke kali ini aku mengalah saja demi calon istri ku"
__ADS_1