
Siang ini Rio sudah berada tepat di depan gerbang rumah mewah itu lagi, ia memarkirkan motornya di pinggir ujung gerbang. Ia memencet bel dari luar.
Pintu pagar pun di buka oleh satpam yang menjaga kediaman rumah Zhio. Satpam itu berbicara halus kepada pria yang terlihat asing baginya.
"Cari siapa yah mas?"
"Permisi pak, saya mau cari Ify apa Ify nya ada?"
"Oh mbak Ify..."
"Iya Ify.."
"Siapa Man?"Tiba-tiba nyonya besar berdiri tidak jauh dari sih satpam yang bernama Diman ini.
"ini nyonya ada mas mas mau cari mbak Ify."
Mendengar ada orang yang ingin mencari Ify nyonya besar pun berjalan menghampiri sih satpam. Kira-kira pria mana yang mencari pelayan dirumahnya itu.
"Ini lo nyonya sih masnya,"Ujar sih satpam sedangkan Rio yang di tatap intens oleh wanita paruh bayah di depanya hanya menampakan senyum ciri khasnya saja.
Sama halnya yang saat ini nyonya besar pikirkan jika pria di depanya ini merupakan preman pasar yang tidak berpendikan sudah terlihat jelas dari cara pakaianya. Jadi ini pria yang pelayannya itu inginkan.Selerah rendahan memanglah cocok dengan selerah rendahan juga.
"Maaf tante, apa Ify nya ada?"
__ADS_1
"Tante. Emangnya saya ini tante kamu!"
"Ah sorry nyonya, apa Ify nya ada?"
"Ify pelayan saya maksud kamu!"
Rio mengangguk mengiyakan kalau di pikir-pikir benar apa yang Ify katakan jika majikannya begitu galak lebih galak dari pada anjing gila.
"eh Iya betul nyonya,"
"Kenapa ada perlu apa nanti akan saya sampaikan!"
"Tapi saya ingin bertemu dia nyonya,"
"Tidak bisa! Dia sedang sibuk bekerja tidak bisa di ganggu!" Hardik nyonya besar pada Rio.
"Hei jaga yah mulut kamu! tidak sopan sekali kamu ini. Satpam cepat usir saja pria yang asal-usulnya tidak jelas ini!"
"Baiklah nyonya."
"Tunggu izinkan saya untuk bertemu ify sebentar saja!"
"Masih keras kepala yah kamu ini di bilang tidak bisa bertemu yah tidak bisa bertemu apa masih kurang jelas!"
"Kau sebagai majikan sungguh tak memiliki hati nurani! Kau sungguh kejam! Ify itu manusia bukan robot yang bisa bekerja sesuka hati."
__ADS_1
"Lancang yah kamu! Satpam ayo usir pria gila ini kenapa malah diam saja!"
"Ify! Ify! Ify! Ini aku Rio!!!" Rio berteriak lantang di saat satpam itu mendorongnya untuk keluar.
Ify yang saat ini sedang menjemur pakaian di belakang dapat mendengar orang yang memanggil namanya. Tapi suara itu seketika lenyap.Hmm mungkin ini sekedar halusinasi Ify saja karena terlalu lelah bekerja.
"Mbak Ify..."Anes berlari pelan menghampiri Ify.
"Iya nes ada apa?"
"Tadi ada mas-mas tampan nyariin mbak,"
"Mas tampan, siapa Nes?"Tanya Ify penasaran. Ify seketika menghentikan aktivitasnya menjemur pakaian.
"Aku yang jelas gak tau namanya tapi tadi aku tau ciri-cirinya saja, pokoknya dia tampan,tinggi dan penampilannya kayak preman."
Tunggu ciri-ciri yang Anes sebut nampak tidak asing bagi Ify bukan kah itu ciri-ciri Rio? Ah tidak mungkin kenapa Rio mencarinya.
"Terus-terus di mana pria itu sekarang?"
Perlahan Anes mendekatkan mulutnya ke daur telinga Ify."Tapi sayang mbak nyonya besar malah mengusir pria itu."
"Benar kah?"Ucap Ify termangu tak percaya.
"Iya mbak, apa mbak kenal sama pria tampan itu?"
__ADS_1
"Ah nanti saja aku jelaskan kamu kembali aja ketempat mu, nanti nyonya besar bisa marah kalau lihat kamu di sini."
"Oh oke mbak, kalau gitu aku masuk dulu yah mbak."