
Aliya melempar sepatu heelsnya kesembarang arah mimik wajahnya berubah bengis dan telihat masam seperti telah terjadi sesuatu yang mengusik dirinya.
"Arrgg....!!!hanya karena wanita kampung itu semua yang telah aku rencanakan dari awal semua terkubur sia-sia!! Argg....kenapa wanita itu harus muncul! Lasmii...!!!"
"Lasmi....!!!"Aliya berteriak kencang memanggil nama pelayannya yang bernama Lasmi di dalam rumah besar yang sudah 3 hari tidak ia tinggali."Lasmiii...ih di mana sih kamu...!!"
"eh i-iy iyaaa non Aliya...maaf non saya tidak dengar soalnya tadi saya habis dari kamar mandi."ucap wanita paruh baya yang wajahnya saat ini tenga di tempelin masker wajah bewarna putih.
"Lihat wajah mu! Kau bahkan terlihat melebihi sang majikan di rumah ini. Ingat kau itu hanya seorang pelayan di rumah ini jadi tidak usah sok bergaya!"Hardik Aliya pada pelayannya itu sembari berkacak pinggang.
"Maaf non, maaf lagian saya cuma ingin mempercantik diri saja.."
"Ah sudahlah lupakan, cepat kau ke dapur terus buatkan aku steak ayam sama jus mangga!"
"Maaf yah non bukannya saya gak mau buatin tapi semua bahan masakan sama minuman,buah juga pada habis semua non,"
__ADS_1
"Apa! Bukannya saya sudah kasih uang bulanan untuk berbelanja bulanan, kenapa semua bahan dapur sudah habis!"
"Tapi non, apa non Aliya lupa jika bulan lalu non aliya belum memberi uang bulanan untuk belanja terlebih non aliya sangat jarang pulang ke rumah ini,"
"Astagaa...!!!"Aliya meremas kepalanya yang tak sakit dia sudah kesal karena kejadian saat di club tadi sekarang ia merasa kesal dengan pelayannya yang tak berguna ini. Kalau bukan karena tidak sengaja menabrak suami lasmi 3 tahun yang lalu hingga meninggal kemungkinan sudah sangat lama Aliya memecat Lasmi."Oke besok saya akan memberikan mu uang belanja dan kau harus belanja lengkap karena aku ingin makan enak dan minum enak,apa kau paham."
"Iya baik non Aliya,"
Lasmi mengusap dadanya terasa legah di saat sang majikan telah masuk ke dalam kamarnya.
...****************...
Di pagi hari saat sinar matahari sudah mulai masuk ke dalam celah-celah gorden Zhio terbangun dari tidur panjangnya, namun pendengarannya sedikit terganggu dengan isak tangis yang asalnya terdengar dari dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Ify menangis di bawah guyuran shower air hangat yang membasahi seluruh tubuh telanjangnya, ia mengusap-usap rambut panjangnya kebelakang.'Hiks hiks hiks apa aku sudah kotor sekarang..kenapa ia begitu tega mengambil segalanya dari ku hiks hiks hiks'
__ADS_1
Awal ketika membuka mata rupanya Zhio masih belum menyadari apa yang terjadi kepadanya saat ini, ia menyadari kalau ia tidak memakai pakaian dan hanya bertubuh telanjang namun masih tertutupi oleh selimut. Zhio dengan cepat menyadari di saat ia menyibak selimut di bagian tempat tidur Ify sebuah noda merah terlihat jelas di sprey putih itu.
'Apa, apa aku melakukannya semalam..'Zhio mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, dan akhirnya ia pun mengingatnya. Pandangan matanya beralih pada pintu kamar mandi yang tertutup itu, dan segera Zhio turun dari ranjang dan mamakai handuk, tujuannya adalah untuk meminta Ify agar keluar dari dalam kamar mandi.
"Ify..Ify aku tau kamu ada di dalam, aku mohon keluarlah, aku minta maaf..
"Tidak pergilah jangan gangggu aku mas, biarkan aku sendiri dulu hiks hiks hiks"
"Aku minta maaf pada mu, aku khilaf, aku tidak sadar makanya aku melakukannya, aku mohon pada mu maafkan aku dan tolong keluarlah dari dalam kamar mandi biarkan aku bicara empat mata pada mu,"
"Tidak mas, aku mohon biarkan aku sendiri dulu hiks hiks hiks hiks...!!"isak tangis Ify semakin menjadi-jadi maka dari itu Zhio memutuskan untuk menghentikan aksinya yang meminta agar Ify keluar.
"Baiklah aku mengerti, aku mengerti tidak mungkin secepat itu kau memaafkan ku kalau begitu aku akan mandi di ruang tamu saja,"Zhio dengan rasa kecewa menutup pintu kamar itu karena Ify tak mau bicara padanya, anehnya baru pertama kali ini ia berusaha mengemis meminta permohonan maaf pada seorang wanita.
30 menit kemudian Zhio telah memakai setelan jas kerjanya akan tetapi suara isak tangis itu masih saja terdengar walau tadi berulang kali Zhio meminta agar Ify keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Aku akan berangkat ke kantor sekarang, jadi kau tak perlu sungkan karena aku sudah tidak ada di dalam penthouse ini,"