
Lapar,haus,sakit,dan dingin dapat Ify rasakan saat dirinya masih terkurung di dalam kamar mandi ini entah sudah berapa jam ia berada di tempat seperti ini tiada satu orang pun yang mau bersedia menolongnya. Air yang baru terendam semata kaki di dalam bathup kini air itu telah berubah menjadi warna kecoklatan,bahkan luka di tangan pun sudah tidak lagi mengeluarkan darah.
Ify menunduk sedih sambari memeluk lututnya apakah tidak ada ada harapan hidup serta kebahagiaan di dalam hidupnya, kenapa sekarang banyak sekali cobaan batin dan fisik menerpa hidupnya tanpa kesengajaan. Tak lama Ify mempunyai niat di dalam hati.
Mata jernihnya menatap lekat pada selang shower itu. Sudah terlintas di pikiran Ify untuk melakukan percobaan bunuh diri.Ify menangis kembali menggigit bibir bawahnya. Maka jika itu cara satu-satunya kenapa tidak ia tidak lakukan.
Tutorial hal pertama sebelum melakukan percobaan bunuh diri adalah dengan menyalakan air shower yang menghubungkan air masuk kedalam bathup. Setelah shower menyalah Ify pun tidur terlentang di dalam bathup.
"Selamat tinggal dunia,"Gumam Ify sebelum memejamkan mata. Lama-kelamaan air semakin meninggi di dalam bathup sehingga membuat tubuh Ify tenggelam sepunuhnya.
"Siapa kamu!"Ify terkesiap kaget saat mendengar suara di sekitarnya sehingga ia membuat ia gagal melakukan percobaan bunuh diri. Ify terduduk termangu terdiam menyaksikan orang asing ada di samping bathup.
Penampilannya bak seperti nyonya besar, Ify merasa telinganya berdenging mungkin karena kemasukan Air.
"Siapa kamu!kenapa kamu tidur di dalam bathup saya ha!"
6 bulan lebih wanita yang di nobatkan sebagai nyonya Mala atau lebih di kenal sebagai mama nya Zhio pulang ke indonesia saat pulang kerumahnya ia sangat kaget dan terlihat tidak suka kenapa ada orang asing yang di dalam kamar mandinya.
"ma-maaf anda siapa?"
__ADS_1
"Kau masih berniat balik bertanya! Apa kau tidak punya malu. Pada siapa sekarang kau berhadapan!"
Ify dengan cepat berdiri bahkan ia telah mengeluarkan diri dari dalam bathup.sembari menyelipkan sebagian anak rambutnya ke belakang telinga.
"A-aaku..."Jawab Ify gugup.
"Hooh! Sudah saya duga.Kau pasti penyusup,maling atau semacamnya iya kan. pelayan! Pelayan!" Teriak nyonya mala memanggil pelayan di rumahnya.
"Ah iya saya nyonya!"Zoya dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi nyonya besar ketika nyonya besar memanggilnya namun di sini Zoya kaget kenapa ada Ify di dalam kamar mandi nyonya besar.
"Kamu,"Tunjuk nyonya besar pada Zoya."Cepat penggilkan polisi untuk menangkap penyusup ini!"
"Whats! Istri. Wanita kampungan ini istrinya putra saya! Ck tidak mungkin."
Sedangkan Ify hanya tertunduk lebih dalam tidak mampu menjawab apa-apa.
"Iya nyonya, Dia mbak Ify istrinya tuan."Zoya membenarkan kalimatnya sekali lagi agar nyonya besar percaya.
Nyonya Mala melihat Ify dengan perasaan tidak sukanya, dia dengan sombong melipatkan kedua tanganya."Saya akan lebih percaya dengan ucapan putra saya sendiri, tidak mungkin kan Zhio memperistri wanita kampungan yang tidak tau adat dan perilaku."
__ADS_1
"Maaf kan saya nyonya saya tidak tau kalau ini kamar nyonya," Ify menunduk diri tanda meminta maaf dengan hormat.
"Diam kau!tidak usah meminta maaf jika kau terbukti bukan istri anak saya, maka persiapkan diri mu untuk masuk kedalam bilik penjara!"
"Tidak nyonya saya mohon jangan penjarakan saya."Ify memohon ampun dengan mencoba ingin menyentuh tangan nyonya besar.
"Hey! Berani sekali wanita seperti mu ingin mencoba menyentuh tangan ku!"
"Nyonya besar kali ini tolong izinkan saya untuk membawa mbak Ify untuk berganti pakaian dahulu."Zoya merangkul tubuh Ify yang basah dan mencoba meminta izin pada nyonya besar agar bisa membawa Ify undur diri.
"Yasudah sana! cepat bawak wanita ini menjauh dari hadapan ku!"
"Terimakasih nyonya,mari mbak Ify mbak ikut saya."
Ify menganggu menuruti intrupsi Zoya. Namun nyonya besar menghentikan langkah Zoya yang membawa Ify.
"Kau jangan lupa nanti bersikan kamar mandi ini dengan bersih saya takut akan ada banyak kuman nantinya."
"Baiklah nyonya."
__ADS_1
Bertahan atau menyerah...?