Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Wangi Parfum Yang Tak Asing


__ADS_3

Mendengar pintu apartemen terbuka Ify pun cepat-cepat beranjak dari sofa dan tak lama Zhio suaminya menongolkan diri masuk ke dalam apartemen.


"Baru pulang mas,"


Zhio termangu melihat istrinya yang ada di sofa karena biasanya jika ia pulang larut Ify selalu tidur duluan di dalam kamar.


"Kamu belum tidur?"


"Aku tidak bisa tidur mas makanya tadi aku rebahan di atas sofa,"Ify tak sengaja menghirup wangi yang berasal dari tubuh suaminya, wangi parfum ini begitu tidak asing baginya.


"Pergi lah ke kamar soalnya aku mau mandi dan habis itu tidur,"Zhio berucap dingin,ia memajukan langkahnya melewati Ify begitu saja.


Ify merasakan jantungnya berdetak dengan laju yang cepat kata orang jantungnya berdetak cepat seperti ini, itu pertanda akan ada kabar buruk. Segera Ify menepis bayangan yang ada di pikirannya.


...****************...


"Hahaha tidak sia-sia rencana ku hari ini karena berkat kemiripan ku dengan wajah Eliza pada akhirnya Zhio tidak berhenti berpaling dari ku dan bahkan ia tidak memperdulikan istri buluk dan kampunganya itu, hooh aku sangat heran mau saja sih Eliza itu berteman dengan wanita kampung seperti dia! Tapi lihat saja cepat atau lambat Zhio akan berada di dalam genggaman ku dan tentunya ia juga akan meninggalkan istri buruknya itu hahahaha"


Aliya tertawa jahat sambil meminum wine langsung dari botolnya saat ia sedang berada di dalam apartemen miliknya.


Hari ketiga bekerja rupanya tidak seberuntung hari hari pertama sialnya hari ini Bella telat bangun sehingga membuatnya begitu terburu-buru.


"Bell mau kemana ko buru-buru banget, ayo sarapan dulu"


"Enggak Bu, Nanti aku sarapan di kantin kantor saja soalnya aku sudah telat nih"


"Tapi setidaknya makan lah dulu sedikit atau gak minum susu,"


Bella pun menuruti apa yang di suruh oleh ibunya, ia memakan nasi goreng satu sendok dan susu putih setenga gelas dangan cara terburu-buru,

__ADS_1


"Kamu ini seperti orang kepanikan saja makan sama minumnya pelan-pelan nanti bisa keselek"


"Gak bisa Bu, nanti kalau lambat aku bisa tambah telat, yasudah Bu,Ayah,Iqbal aku pergi ke kantor dulu yah"


Kedua orang tua Bella hanya geleng-geleng kepala saja ketika melihat Bella berlari ke arah keluar, namun saat di luar, saat Bella telah di dalam mobilnya entah kenapa mobilnya tidak bisa di nyalakan.


'Aduh sial banget sih hidup ini udah telah malah mobil mogok lagi!"Bella memukul setir mobilnya setelah itu ia pun keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah depan untuk mencari kendaraan umum.


"Hentihkan mobilnya!"Mario seketika meminta sang supir yang membawanya pergi menuju kantor untuk berhenti dan menepi di suatu jalan.


"Ada apa tuan?"Nihil tidak ada jawaban.


Mario melihat salah satu wanita yang tidak asing baginya berdiri di antara kerumunan orang yang berdiri di halte. Wanita itu wajahnya nampak begitu panik sembari terus terusan menilik jam di pergelangan tangannya.


Dan langsung saja Rio membuka kaca jendela di bangku belakang pengemudi.


Bella maju selangkah tepat di depan mobil atasannya itu."Pak Mario?"Tanyanya heran.


"Jangan banyak bicara ayo cepat masuk saja"


"Ah baiklah pak,"Tanpa menunggu waktu lama Bella pun segera masuk ke dalam mobil milik atasanya itu dan duduk di sampingnya.


"Jalankan mobilnya pak"


Bella merasakan arah yang berbeda saat ia berada di dalam mobil pak Mario, ia pun bertanya sesuai apa yang ada di dalam pikirannya.


"Loh pak bukan kah ini bukan jalan menuju perusahaan?"


"Memang bukan, tapi pagi ini kau harus menemani saya untuk menghadiri pertemuan rapat penting karena asisten saya Robby sedang ada tugas lain"

__ADS_1


"Tapi pak nanti saya harus apa kan saya tidak berpengalaman sebagai asisten bos besar,"


"Tenanglah kau hanya perlu menemani saya saja tanpa harus berbicara panjang lebar, tapi sebenarnya ini bukan jam masuk ke perusahaan."


"Maaf yah pak tapi tadi bisa saja saya tidak telat datang karena mobil saya mati secara tiba-tiba pak jadinya saya lebih memilih berangkat ke perusahaan dengan menggunakan angkutan umum."


...****************...


'Aku bilang juga apa, suami mu terpesona akan pesona yang ku miliki jadi bersiaplah untuk mengiklaskan suami mu untuk ku'


{apa salah ku pada mu kenapa kau harus berusaha mengambil mas Zhio padahal masih banyak pria di luaran sana}


{Hey, pengecut kenapa kamu malah diam ayo balas pesan ku sebenarnya siapa kamu ini! Atau jangan-jangan kamu Bella kan!}


Saat ingin menelpon nomor yang telah menerornya dengan pesan sebuah dering berbunyi di hp milik Zhio yang ada di atas meja, layar hp itu menghadap depan sehingga Ify bisa lebih melihat siapa yang telah menelpon suaminya saat suaminya tenga mandi.


'Aliya siapa dia kenapa dia menelpon mas Zhio,'Ify celangak celinguk ke sana kemari memperhatikan situasi, sebelum pada akhirnya hp Zhio telah berpindah di tanganya.


Namun saat ingin mengangkat panggilan itu tiba-tiba Zhio memergoki Ify saat sedang memegang hpnya.


"Kenapa kamu menyentuh hp milikku!"Zhio merasa tidak senang ketika Ify menyentuh barang privasi baginya sehingga hp tersebut telah ia rebut.


"Maaf mas tadi itu ada yang telpon, pengen aku angkat siapa tau saja penting apa lagi tadi mas ada di dalam kamar mandi"


"Apapun yang terjadi jangan pernah untuk lancang seperti ini, bagaimana pun ini adalah salah satu privasi ku yang harus kau hargai!"


"Aliya..dia siapa mas?"


"Aliya adalah rekan kerja ku ia menelpon hanya ingin membahas tentang pekerjaan proyek hari ini!"Sungguh kali ini Zhio sengaja menyembunyikan tentang identitas Aliya pada Ify karena nantinya ia takut jika Ify akan berpikiran macam-macam.

__ADS_1


__ADS_2