
Ini adalah kesempatan emas bagi Maya dan Aliya memasuki kamar milik Zhio di saat penghuninya tidak ada di rumah. segala lemari pakaian di bongkar demi mencari dokumen aset penting seluruh perusahaan.
"Mah, sudah ketemu belum sih cepet dong mah nanti kita bisa ketahuan"
"Kita tidak akan ketahuan karena pelayan serta wanita lumpuh itu pasti sudah tidur jam segini."
"Iya tapi cepat dong ma, aku pusing nih kelamaan berdiri!"
"Al, pelankan suara mu. tenang sebentar lagi pasti ketemu kamu cukup rebahan saja di atas ranjang itu"
Aliya mendengus kesal, berjalan kearah ranjang kemudian duduk di sana. Kedua matanya berpaling pada sebuah foto antara Zhio dan Ify yang terlihat begitu mesrah. kemudian senyuman sungging terpancar di bibirnya. ia pun tanpa berpikir panjang mengambil bingkai foto itu lalu segera memisahkan antara bingkai nya dan lembar foto di dalamnya.
"Zhio begitu tampan, dan wanita jelek seperti ini sangat lah tidak cocok untuk Zhio yang tampan" Lirih Aliya, sembari merobek bagian foto yang ada di tangannya lalu menyimpan setengah robekan foto Zhio di dalam saku.
"Ketemu! Al, lihatlah mama menemukan dokumen penting ini"
"Oh iya, bagus kalau begitu. ayo kita keluar dari kamar ini sekarang juga ma" Titah Aliya.
Maya dan Aliya dengan pelan menutup pintu kamar Zhio dengan pelan takut tindakan mereka ini akan ketahuan. Namun siapa sangka jika nyonya besar telah berada di sekitar mereka.
Nyonya besar melihat gerak gerik keduanya dengan berjuta curiga terlebih saat keduanya keluar dari kamar Zhio dan Ify dengan membawa Dokumen milik perusahaan Zhio.
"Aag....pa....eeegya...
Reflek Maya menjatuhkan dokumen penting itu ke lantai di saat mendengar suara seseorang lalu ia bersama Aliya membalikkan tubuh menghadap Nyonya besar.
" Aag... pa....
__ADS_1
"Mah, gawat.wanita ini bisa bicara ma...
"Sial! seharusnya hal ini tidak di ketahui sekarang!"
"Jadi apa yang harus kita perbuat pada wanita ini mah..?"
'Zhio...!!Ify.... tolongin mama nak...'
...****************...
Cahaya terang menyala-nyala dari sebuah lilin yang berdiri tegak di atas kue ulang tahun bertingkat dua, karena sebentar lagi kejutan yang sebenarnya akan di laksanakan.
"Bell,kita matikan semua lampunya yah"
"Apa harus sekarang," Tanya Bella yang tenga memegang korek api dan lilin.
"Oke baiklah kita matikan lampunya sekarang!"
"Aduuuh kamu ini Mario, aneh-aneh saja mana ada maling di rumah kita ini. tenga malam seperti ini kamu mengganggu mama dan papa tidur"
"Iya Rio, keamanan di rumah kita ini begitu ketat jadi mana mungkin ada maling" Timpal papa membela mama.
"Udahlah ma, pah kita periksa saja dulu, tapi di kamar Nayna kenapa bisa gelap yah dan bukan kah lampu kamarnya selalu menyalah"
"Oh iya yah Mah, lampu kamar Nayna kok bisa gelap atau mungkin ada Nay di dalam kamar?"
"Husstt pah, tidak mungkin. Jika Nayna mau tidur di sini pasti dia akan lebih dahulu mengabarkan mama. sudahlah biar mama periksa saja!"
__ADS_1
Dewi berjalan dua langkah menuju pintu kamar Nayna sedangkan Morgan dan Mario tenga bertos karena rencana mereka berhasil.
Dan pada saat pintu di buka oleh Dewi...
"Suprise.....!!!selamat ulang tahun mama.....!!!"
"Nay.... kamu....Bella..."
"Selamat ulang tahun yah tante,"
Morgan dan Mario juga ikut bernyanyi untuk merayakan ulang tahun orang tercinta.
"Selamat ulang tahun..selamat ulang tahun... selamat ulang tahun mama... selamat ulang tahun...."
"Papa.... Mario... jadi kalian juga ada dalam rencana ini..."
"Maah, minta permohonan dulu yah sebelum tiup lilinnya." Sahut Ify sembari menyodorkan kue ulang tahun di depan mamanya.
Dewi tersenyum sekali gus terharu karena di tahun ini ulang tahunnya di rayakan oleh putri kandungnya. "Nay...Mamaaa bahagia sekali akhirnya mama bisa merayakan ulang tahun mama bersama kamu..."
"Maa...aku tau itu, tiup lilin dulu yah nanti lilinnya bisa meleleh"
"Hmm yah baiklah" Dewi memejamkan mata selama beberapa detik, lalu kemudian ia meniup api di lilin itu dengan tiga kali tiupan.
"Hikss...makasih yah anak mama sayang...."
"Selamat ulang tahun yah ma, semoga panjang umur dan sehat selalu" Ucap Ify yang pada saat ini tubuh nya telah di peluk oleh Dewi.
__ADS_1