
"Hari ini mama di perbolehkan pulang oleh dokter jadi apa kamu mau ikutan pulang atau masih di sini untuk jagain papa kamu. sementara besok pagi aku harus ke kantor karena ada masalah penting."
Rasa bimbang dan penuh kebingungan memenuhi bena Ify sekarang sementara ia teramat ingin menemani papanya hingga ia sadarkan diri dari koma.
"Tenang sayang, karena aku tidak akan memaksa mu lagi. aku tidak akan melarang kamu tinggal bersama mereka dan mungkin dengan kehadiran mu papa mu akan lekas sadarkan diri"
Ify mengangguk menyetujui, ia pun kini mengenggam kedua tangan Zhio.
"Maaf aku tidak bisa menemani mas, dan mama pulang ke rumah.."
"Tidak masalah, asal kamu bisa jaga diri kamu sendiri ingat jangan keluar ke mana-mana sendirian"
"Hmm iyaa"
"Bagus jika kamu mengerti," ucap Zhio yang langsung memeluk Ify lalu ia pun memberikan kecupan singkat pada kening Ify.
"Ehermm....ini rumah sakit jangan mengumbar kemesraan!"
Teguran singkat yang baru saja Mario ucapkan membuat Ify dan Zhio langsung melepaskan pelukanya.
"Hey bung, tidak masalah selagi wanita cantik yang ada di depanku ini adalah istri sah ku" Ucap Zhio dengan santai nya.
"Ck, jangan menyombongkan diri semua orang di sini juga punya istri jadi untuk berpelukan di sembarang tempat itu tidak baik"
"katakan saja bila kau Irih kakak ipar, kau Irih karena kau sendiri belum menikah. jangankan menikah bahkan kau sendiri saja belum punya pacar"
__ADS_1
"Hey kau! berani sekali kau bilang aku kakak ipar dan bahkan kau bilang aku jomblo"
"Loh kenapa kak, memang nyatanya begitu kan, kau kakak kandung Ify dan itu bearti kau kakak ipar juga. masalah jomblo memang itu kenyataan nya kan?"
"Jika ini bukan rumah sakit maka detik ini juga aku akan menyumpal mulutmu itu dengan sepatu agar kau tidak...
"Kak sudah cukup. jangan berdebat di rumah sakit ini dan kamu juga mas jangan pernah mengolok-olok kak Mario, lagian kak Mario jomlo itu pasti karena ia belum bertemu jodoh yang pas untuk dirinya."
"Iya sayang aku mengerti sekarang mari kita doakan saja dalam waktu dekat ini semoga kakak kamu ini bisa mendapatkan jodoh yang pas sesuai kriteria nya"
"Bahkan tanpa doa mu itu aku mampu mendapatkan jodoh sesuai kriteria ku"
Seakan tidak perduli akan hal yang mereka bicarakan membuat Mario kembali masuk ke dalam ruangan papanya lagi.
...----------------...
Lasmi memandangi lembaran uang bewarna merah yang ada di tanganya, menutnya gaji yang di berikan Aliya tidak sesuai dengan kinerjanya dalam dua bulan ini.
"Ha, masak cuma 2 jt non, kan harus nya 4 juta sama bulan kemarin"
"Masih untung anak saya gaji kamu segitu masih tidak bersyukur juga kamu!" Sahut tante Maya pada Lasmi.
"Iya tapi kan Bu sebulan kemarin saya belum di gaji jadi wajar saja saya mengeluh tentang gaji yang tak sesuai."
"Kinerja kamu yang bulan kemarin begitu tidak sesuai kamu lelet, sering keluar rumah tidak jelas, kerjaan tidak becus, dan lagipula harus nya kamu itu sadar diri kamu makan,minum, mandi semuanya di rumah ini jadi anggap saja itu semua dari gajimu"
__ADS_1
"Tapi non, ini tidak adil. Awalnya non bersikap baik pada saya tapi sekarang semuanya sudah berbalik. apa non Aliya tidak ingat waktu non Aliya menabrak suami saya, dan memohon agar tidak melibatkan polisi saya mengiyakan dan dengan syarat saya bisa bekerja di rumah non dengan gaji yang besar tapi sekarang makin hari gaji yang saya Terima makin tidak sesuai!"
"Jadi apa kau ingin mengancam saya ha!"
"Yah Non, saya ingin mengancam non!"
"Lasmi.. Lasmi... apa kamu pikir saya ini bodoh. ingat kasus yang di alamin suami mu itu sudah 4 tahun lewat jadi kasus itu sudah tenggelam dan polisi tidak akan menyelidiki kasus itu lagi kecuali kau membayar mereka dengan uang mungkin barulah mereka akan bergerak cepat"
"Al, kamu mempekerjakan orang ini untuk apa lagi sih. sudah lihat lah pelayan rendahan ini dia berani mengancam mu, lebih baik kamu pecat saja dia" Usul tante Maya.
"usulan mama boleh juga, lagian aku bisa saja cari pelayan lain dan memberhentikan wanita ini...arrg..."
Aliya tiba-tiba mengeluh sakit di perutnya sehingga sekarang ia memegang perutnya.
"Kenapa Al!?" Tanya Maya.
"Tidak tau ma, tiba-tiba saja perut ku sakit,"
"Halaa palingan itu sakit perut biasa kan tadi kamu kebanyakan makan pedas"
"Iyaa juga yah ma, yaudah deh kalau gitu aku mau ke kamar mandi dulu.ma sekalian urus dulu wanita ini kerena urusan nya belum selesai sama kita"
"Iyaa beres Al, "
...----------------...
__ADS_1