
"Untuk makan malam ini biar aku saja yang masak,"
Ify menautkan kedua alisnya ketika ia mendengar keinginan Zhio untuk memasak, padahal kali ini Ify tenga memasang celemek pada tubuhnya bersiap untuk memasak makan malam.
"Tidak usah mas biar aku saja, lebih baik mas duduk manis saja di atas sofa atau di kamar dan urusan masak biar aku saja mas,"
Zhio tidak mau mendengar Ify namun perlahan tangan kokohnya mengambil satu celemek lagi untuk di pasangkan pada tubuhnya.
"Apa kau kira aku tidak bisa memasak, waktu tinggal di luar negeri aku sering memasak ala barat dan semua masakan yang ku buat tidak mengecewakan" Ify mundur satu langkah ketika Zhio mengambil alih daging dan pisau yang tenga ia pegang.
"Emangnya apa yang mas ingin masak?"Ify ragu-ragu bertanya di saat Zhio mulai memotong daging tipis-tipis.
"Steak daging sapi, kentang goreng,dan juga spageti"
"ah,kalau begitu aku bantuin yah mas,"
"Aku sudah bilang pada mu, kamu tinggal duduk manis saja di atas sofa urusan memasak izinkan aku kali ini"
20 menit kemudian Ify termangu melihat kemampuan Zhio dalam memasak bahkan apinya terlihat besar dan masuk ke dalam wajan penggorengan.
"Mas...!!itu apinya..!!"Ify berteriak kencang sedangkan Zhio terlihat santai saja.
"Apa kau tidak melihar chef-chef terkenal bahkan sering melakukan cara memasak seperti ku, jadi sudahlah santai saja."
__ADS_1
"Bagaimana bisa santai mas, orang itu apinya hampir mengenai dinding kan kalau kebakaran kan bahaya" Ucap Ify sembari menggigiti jari telunjuknya.
Sedangkan Zhio terkeke pelan melihat tingkah lucu istrinya itu, menurutnya Ify lebih menggemaskan jika dalam ketakutan seperti ini.
"Aku sengaja melakukan semua ini supaya besok aku tidak akan merasa bersalah karena tidak makan siang dan malam di penthouse ini, yaps besok aku harus pergi ke luar kota dan kemungkinan akan pulang larut, jadi aku harap kau mengerti"
"Baiklah mas, aku paham akan pekerjaan mu tapii, boleh kah aku keluar untuk berbelanja besok soalnya stok bahan untuk memasak sudah hampir habis,"
"Baiklah besok aku akan suruh orang untuk mengantarkan mu ke supermarket dan berbelanja tapi kau harus ingat jangan terlalu lama jika sudah selesai kau harus cepat pulang"
"Jadi mas ngizinin aku keluar sendirian,"
"Sepertinya aku tak harus mengulang kata-kata ku untuk yang kedua kalinya kan, oh iya saat berbelanja aku akan menyuruh orang itu juga untuk mengawasi mu"
"Loh, kenapa harus di awasin mas?"
"Mas Zhio, aku gak mungkin bertemu dengan Rio percaya deh"
"Baiklah kali ini aku akan mempercayai mu,"
Hampir 1 jam lebih Bella terus-terusan menatap layar hpnya menunggu kabar dari perusahaan groupgold. Tepatnya pada hari ini di jam 8 malam di informasikan pada seluru orang-orang yang menginterview diri, dan saat ini Bella berharap namanya ada pada 10 besar.
Namun tak lama masuklah sebuah notifikasi pesan yang masuk di hp Bella, kedua sudut bibirnya tertarik ketika melihat namanya ada pada 10 besar rasa senang di hati pun bergejolak di jiwa saat ini sampai-sampai ia menghampiri keluarganya yang ada di ruang tamu.
__ADS_1
"Ibu...Bapak..Iqbal...!!"
"Bella...!!kamu tuh ngapain sih teriak-teriak!!"Tanya ibunya Bella.
"Iya kamu tuh kenapa teriak-teriak gak jelas.."ucap Ayah Bella.
Bella pun duduk di kursi panjang bersama keluarganya ia mencoba menarik nafas lebih sebelum mengungkapkan rasa senangnya.
"Bu..pak, iqbal aku akhirnya di terima kerja di perusahaan groupgold...!!"
"Waah kakak seriusan kan?"Tanya Iqbal yang hampir tidak percaya.
"Kamu serius Bell, kamu gak sedang becanda kan?"
"Iya pak aku serius ini buktinya,"Bella memberikan hp miliknya dan memberi tahukan info pesan itu kepada mereka, dan tak lama setela itu raut kebahagiaan muncul di raut wajah mereka.
"Woalah syukurlah Bell, ibu jadi seneng dengernya berarti nanti gaji kamu bakalan gede dong"
"Wah kak Bella selamat yah, nanti kalau aku udah gede aku mau juga yah kerja di perusahaan ini"
Bella tersenyum sembari mengusap pucuk rambut adiknya."Makanya kamu harus sembuh total dulu yah ntar kalo udah sembuh nanti kita bakalan belajar biar pinter yah"
"Bapak senang Bell akhirnya perjuangan kamu untuk bekerja di perusahaan besar ini tidak sia-sia, terus kira-kira kamu kapan masuk kerjanya?"
__ADS_1
"Aku akan mulai kerja besok, doakan saja lancar yah pak buk."
"Iya Bell, pokoknya kita sekeluarga akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu"