Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Zhio Bermimpi Tentang Eliza


__ADS_3

Di alam mimpi yang Zhio alamin saat ini. Di dalam mimpi Zhio bertemu dengan Eliza yang tenga marah-marah kepadanya.


"Kenapa kau jahat sekali Zhi, aku menyuruhmu menikahi Ify untuk melindunginya bukan malah membuatnya sengsara dengan siksaan yang kau sengaja beri bertubi-tubi!"


"Yah kau benar aku menikahinya karena untuk melindunginnya, tapi di suatu sisi aku membencinya El, karena wanita itu kau tiada sampai sekarang."


"Kau tidak pantas di beri julukan sebagai manusia Zhi, kau berjiwa iblis, kau bukanlah Zhio yang ku kenal, ingat kepergian ku ini adalah takdir buktinya aku sudah bahagia dan tenang sekarang. Sekali lagi aku akan kecewa pada mu Zhi jika kau sampai gagal melindunginya kali ini!"


"Eliza...!!Tunggu aku bisa jelaskan semuanya...tolong jangan pergi El...!!Eliza...!!"


Dan semua terasa berbeda di saat Zhio sudah sadarkan diri dari tidur nyenyaknya, suana yang terlihat senyap dan sepi dapat ia rasakan sekarang bahwa di dalam kamar hotel ini tidak ada siapa-siapa.


Perlahan Zhio mengusap wajahnya secara kasar sebelum berpikir jernih bermimpi apa ia tadi.sadar akan volume AC yang mengecil pada akhirnya Zhio menaikan suhu AC tersebut hingga full.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Ify pergi ke dapur karena merasa gerah karena haus jadinya ia pun mengambil minum di dalam kulkas. Namun tanpa di duga kedua matanya melihat sebuah setenga putung rokok yang tergeletak di bawah pinggiran kulkas.


''Rokok, kira-kira siapa yang merokok di rumah ini?''Ify bertanya sendiri sembari memungut putung rokok yang ujungnya sedikit terbakar.


"Ify sedang apa kamu di sini?"Ify di kejutkan dengan suara dari tante Maya, sehingga Ify menjatuhkan putung rokok tersebut kembali ke lantai.


"Tante Maya, ngagetin aja."


"Apa yang barusan kamu pegang fy?"Tante maya bertanya penasaran padahal ia sendiri tau apa yang tadi Ify pegang.


Tanpa rasa keraguan langsung saja Ify mengambil putung rokok yang ada di bawah lantai.


"Oh ini, ini tadi ada pak tukang yang benerin air di saluran rumah tante. Tadi tante liat dia sempat merokok yaudah tante tidak permasalahkan."Ucap tante Maya yang saat ini sudah mengambil alih putung rokok yang berada di tangan Ify."Yaudah ini tante buang aja di kotak sampah"


"Ehm emangnya tadi saluran air di rumah tante apa ada masalah? emangnya jam berapa pak tukangnya datang ke rumah tante?"

__ADS_1


"Kamu kan tadi pulang jam 9 pagi, jadi mereka emang tante suruh dari sebelumnya untuk datang jam 7 pagi"


"Ooh begitu yah tante, baiklah tante kalau begitu aku kembali ke kamar dulu yah soalnya ngantuk."


"Oke, kau benar Ify ini sudah jamnya tidur."


Tante Maya melihat punggung Ify yang telah berjalan jauh dari jangkauannya, seketika ia merasa bernafas legah.


'Hampir saja kecerobohan ku tidak ketahuan, ck lagian wanita itu terlalu polos sangat gampang di bohongin. Mungkin jika aku membicarakan sebuah pekerjaan besok hari, kemungkinan ia akan setuju'


...----------------...


Jam sudah menunjukan pukul 23.00 namun Ify tidak dapat memejamkan matanya, beberapa berkas berisi surat gugatan cerai untuk Zhio masih berada di genggamannya.


Hanya gara-gara salah satu pihak pergi keluar kota jadinya ia tidak dapat untuk meminta tanda tangan persetujuan cerai. Hal yang saat ini Ify lakukan sekarang adalah dengan mengedarkan seluruh pandangan matanya pada semua sudut ruangan kamar dengan perasaan gelisa.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin terus-terusan menyusahin tante Maya dengan seenaknya tinggal di rumahnya lagi pula aku sadar status ku bukanlah siapa-siapa baginya"


Ify nampak menyadari sesuatu yang menempel di jari manisnya. Cincin pernikahan. Benar ia dapat menjual cincin ini untuk menghasilkan uang, karena nantinya uang hasil menjual cincin akan ia sewakan sebuah kontrakan.


__ADS_2