Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Rio Yang Siap Menjadi Pelindung Ify


__ADS_3

Zhio,Martin dan juga nyonya besar tenga di sambut baik oleh Dewi dan juga pak Morgan selaku tuan rumah.


"Bagaimana kondisi mu pak Morgan?"Tanya Zhio kepada pak Morgan yang saat ini tenga duduk di sofa samping istrinya Dewi.


"Yaah begini lah Pak Zhio namanya juga penyakit tua hehehe," Ujar Morgan sambil bercanda gurau.


Nyonya besar nampak begitu takjub dengan benda-benda yang terlihat mahal yang berada di sekitarnya, bisa di katakan perabotan di rumah besar ini terlihat mewah. Pokoknya kalau bisa ia harus bisa mempunyai perabotan yang lebih mahal dari ini biar terlihat hanya nyonya besar yang terlihat lebih kaya.


Sedari tadi nyonya besar memandangan Dewi sebagai istri pak Morgan, lihatlah wanita itu ia terlihat sangat anggun dengan pakaian serta hiasan wajah yang ia pakai. Bahkan kulit wajahnya saja terlihat terawat dan putih. Seketika nyonya besar menyentuh wajahnya sendiri. Rasa irih dan dengki muncul secara bersamaan.


Namun suara lembut yang berasal dari Dewi turut membuyarkan lamunan nyonya besar.


"Mbak, kenapa mbak terlihat bengong jika mbak bosan dengan apa yang yang tenga di bahas para pria ini lebih baik mbak ikut saya kita berbincang bincang berdua di halaman belakang,"


"Oh baik lah jeng, kau memang benar jeng saya sangat bosan mendengar para pria itu hehehe."

__ADS_1


"tuh kan sudah saya duga, ayo mbak kita lets go sekarang."


"Eh iya, Zhio mama ke belakang dulu yah!"


"Iya mah, silakan jika itu yang membuat mama senang,"


Perbincangan mereka kembali serius ketika membahas kerja sama antara kedua perusahaan mereka.


"Lalu ada di mana putra pak Morgan?"Zhio rupanya masih menyimpan rasa penasaran dengan putra pak morgan ini.


Di sisi lain Rio dan Ify tenga berada warung makan kecil walaupun warung ini terlihat kecil tapi pengunjungnya sangat banyak.


Rio memandangi Ify yeng tenga lahap memakan gado-gado sampai-sampai banyak noda kacang di sekitaran mulutnya.alhasil Rio langsung mengambil tissu kemudian mengelap pinggiran mulut Ify.


Seketika Ify menghentikan aksi tangan Rio yang berada di bibirnya.

__ADS_1


"Biar aku aja,"


"Kamu itu kalau makan pelan-pelan gak usah ngebut gak akan ada yang minta kok."


"Hehehe mungkin ini efek aku lagi lapar terutama aku tuh pengen banget makan gado-gado favorit aku di sini, dan akhirnya ke inginan aku tercapai. Makasi yah Rio."


Rio menarik kedua sudut bibirnya ia tidak menyangkah jika wanita yang berada di hadapannya ini sudah menikah, tapi ketika Rio tau jika pria yang menikahi Ify saat ini hanya untuk membalaskan dendamnya saja, jadi maka dari itu lebih besar pula keinginan Rio untuk melindungi Ify.


"Fy apa tidak ada cara lain selain tetap bertahan?" Tanya Rio sekali lagi untuk meyakin kan Ify.


"Aku yakin yo, kamu percaya sama aku yah. Dan aku tidak mungkin menyerah begitu saja sebelum orang-orang yang menindasku itu jerah."


Perlahan Rio meletakan tangannya di jemari Ify.


"Maka dari itu kau tidak akan sendiri fy, ada aku. Aku siap membantu mu,"

__ADS_1


Ify tersenyum hangat ia sangat beruntung di pertemukan dengan Rio seorang pria yang baik walau tampilanya terlihat meragukan.


__ADS_2