
Ify berjaga sepanjang malam, menjaga papa dengan mengusap usap lembut pucuk kepala papanya sementara Mama dan Mario sudah terlelap lebih dahulu di sofa berukuran di belakang.
Namun rasa mengantuk pun seketika hadir saat ini juga sehingga membuat Ify memutuskan untuk tidur dengan posisi kepala berada di atas pinggiran ranjang.
Cahaya terang seketika masuk kedalam mata sehingga membuat pak Morgan yang awalnya koma kini telah sadarkan diri terlebih sesuatu yang nampak hangat mengenai kulit tangannya.
Pak Morgan pun melepas alat pernafasan yang terhubung pada mulut dan hidungnya ia pun perlahan melirik pada istri nya dan Mario yang tenga tertidur.
'Jika Mario dan istri ku tenga tidur lalu siapa sosok wanita yang tidur di atas tangan ku ini?"Gumam pak Morgan dalam hati.
"Kamu siapa?"pada ujungnya pun pak Morgan membuka suaranya terlebih membuat Ify seketika terbangun.
"Paa, paapa udah bangun"
"Kaaa, kamuu bukanya...
" Mamaa, kak...papaa udah bangun.."
"Ke-kenapaa kamu panggil sayaa papaa?"
"Mas, akhirnya kamu bangun juga..."
"Kalau begitu aku panggil dokter sekarang yah ma, untuk cek keadaan papa" Sahut Mario yang saat ini sudah lekas berdiri membuka pintu ruangan untuk memanggil dokter yang berada di samping ruangan papanya.
__ADS_1
Air mata Ify terjatuh seketika, rasa senang bercampur haru menjadi satu saat ini juga.
"Kenapa wanita ini ada di sini ma?"
"Mas, ini Nayna putri kecil kita yang telah hilang waktu itu"
"Apa Nayna,tolong jangan mengada-ngada Ma bagaimana ceritanya jika wanita ini adalah Nayna putri kecil kita" Ucap Pak Morgan yang masih tidak percaya.
Seketika Dokter pun datang di ikuti dia suster di belakang nya.
setelah kondisi papa di periksa dokter mama akan ceritakan semuanya,"ucap Dewi menasihati suaminya.
"Ini keajaiban awalnya saya mengira jika pak Morgan mengalami masa koma yang masih panjang, namun sekarang dugaan medis ternyata salah bahkan keadaan pak Morgan sekarang sudah di bilang lebih stabil, dan mungkin setelah di beri suntik vitamin sore besok pak Morgan di perbolehkan pulang"
"Ma, tolong bicaralah dengan benar apa benar wanita ini itu Nayna putri kecil kita."
"Lasmi, Lasmi sudah mengatakan semuanya pa ia mengatakan jika Nayna itu putri kita dan Lasmi mengganti nama anak kita menjadi Ify agar identitasnya tidak di kenalin, dan waktu hari pertama papa masuk ke rumah sakit Ify datang menjeguk papa terlebih dia bersedia mendonorkan darahnya untuk kamu mas dan kalian sama-sama memiliki golongan darah AB. satu lagi" Sambil menjelaskan semuanya Dewi menyempatkan diri mengambil foto Nayna kecil yang di ada di atas meja kemudian ia perlihatkan kepada suaminya."Tidaklah mas merasa jika foto ini begitu mirip dengan Nayna yang ada di dekat muas, Nay sini sayang"
Tidak terhitung berapa air mata yang telah keluar membasahi wajah Dewi dan Ify, Bahkan Ify menjadi lebih dekat dengan papanya saat mama menarik tangannya.
"Astaga jadiii wanita ini Nayna putri kecil kita ma..."
"Paa ini aku Nayna..hiks..hiks..hiks"
__ADS_1
Morgan pun berusaha ingin menaiki tubuhnya untuk bersandar di bahu ranjang pasien melihat hal itu Mario langsung membantu papanya.
"Hiks hiks papa sudah sangat berdosa Mario, papa sudah sangat berdosa menganggap putri papa sendiri sebagai benalu, Nay sini sayang papa ingin peluk kamuu"
"Papaa hiks hiks aku sungguh bahagia akhirnya seumur dalam hidup ku aku bisa memeluk papa"
Pak Morgan tak kuasa menahan lajunya tangisnya terutama ia sangat lah menyesali apa yang selama ini ia perbuat pada putrinya sendiri.
"Papa bukan papa yang baik untuk mu Nay, papa sudah jahat sama kamu, maafkan semua kesalahan papa Nay, maafkan papaa..
" Cukup Paa, papa tidak salah, ini semua salah takdir pa karena takdir yang telah memisahkan kita semua.."
"Andai Lasmi sialan itu tidak menculik mu, pasti hidup mu tidak akan seperti ini Nay, dan kalau saja kamu hidup bersama kami hingga dewasa seperti ini sudah di pastikan papa akan menyekolahkan mu di luar negeri dan kemudian membuat kan mu perusahaan sendiri."
Ify pun melepaskan pelukannya dan perlahan mengusap lembut wajah papanya yang masih berlinangan air mata.
"Papa seorang pria, dan seoarang pria itu tidak boleh menangis. paa meskipun aku sudah menikah aku akan tetap selalu ada buat papa, buat mama, bahkan buat kak Mario juga dan saat ini aku sedang mengandung paa,"
"Astaga, ternyata kejutannya ternyata ada dua yang pertama papa bisa ketemu kamu dan yang kedua papa juga akan mempunyai cucu, maa kita akan punya cucu."
"Iyaa mas kita akan mempunyai cucu dari putri kesayangan kita sendiri"
"Dan aku tentunya akan menjadi om untuk keponakan yang ada di dalam perut adikku sekarang tinggal menunggu kabar saja lelaki atau perempuan hehehe"
__ADS_1