
Ify berjalan dengan membawa 3 koper besar ke arah kamar yang baru hari ini Zhio tempati tanpa ragu Ify mengetuk pintu kamar itu.
Perlahan pintu itu pun terbuka sedikit hanya menampilkan kepala zhio saja,Zhio melihat Ify yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya maka detik ini juga Zhio berencana ingin menutup pintu kamar itu kembali.
"Tunggu!"
Pintu pun urung tertutup karena Ify menahannya dengan kedua tangannya kini pintu itu sudah sudah terbuka.
Bau alkohol tercium dari dalam kamar yang Zhio tempati, Ify sudah menduga bahwa Zhio sedang mabuk, tapi walaupun dalam kondisi seperti ini Zhio masih senuhnya sadar.
"Ays Kau lagi! Kau lagi!"
Seketika Ify menarik koper-koper itu masuk ke kamar Zhio, bahkan Ify melewati Zhio begitu saja.
"Hey kau mengapa sangat lancang!"Teriak Zhio yang terlihat sempoyongan.
Ify melipat kedua tanganya.
"Aku hanya mengantarkan semua barang-barang mu yang ada di kamar ku, semua lengkap di dalam koper ini.
Zhio mengguncang-guncang bahu Ify dengan kuat.
"Katakan apa maksud tujuan mu merebut semua hal yang paling beharga di dalam kehidupan ku!"
__ADS_1
Dengan hentakan kuat Ify pun mendorong tubuh kekar itu untuk menjauh darinya.
"Aku melakukan nya hanya untuk meminta hak dari mu saja. Lihat bukan kah kau tak sudih berbagi kamar dengan ku, maka dari itu aku kirim semua barang-barang mu dari kamar lama menuju kamar mu yang baru."
"Oh jadi kau ingin meminta ku berbagi kamar dengan mu? Jangan mimpi! kau dengar yah wanita tidak tau malu."Zhio kembali mencengkram sisi wajah Ify."Mana ada sejaranya seorang majikan berbagi ranjang dengan pelayannya!"
"Yah baik aku tidak akan memaksa mu untuk berbagi ranjang dengan ku!"Ucap Ify sembari menepis tangan Zhio dari sisi wajahnya."Aku harap kau tidak mencari barang mu yang tertinggal di kamar lama karena semua barang keperluan mu sudah ada di dalam koper itu."
"Dengar sampai kapan pun kau adalah pelayan ku! Aku majikan mu dan tidak akan aku biarkan kau bahagia!"
Ify dengan rasa kesal meninggalkan kamar Zhio saat ini juga. Tidak perduli jika Zhio saat ini sedang mengupatnya.
Brak..
Zhio memang keras kepala seperti batu sehingga tidak mudah untuk membuatnya berubah luluh dan lembut.
Ify mengambil hpnya di atas meja ia kembali memandangi benda pipih itu, di dalam hati ia memulai perencanaan akan membeli data internet besok.
Namun saat hp ingin di letakan kembali di atas meja hp Ify berdering tanda ada panggilan masuk.
"Rio," gumam Ify pelan.
Tak menunggu waktu lama Ify segera mengangkat telpon dari Rio.
__ADS_1
"Hallo, Rio..."
"Ify akhirnya aku begitu legah kau mengangkat telpon dari ku."
"Maaf Rio kemarin aku sangat sibuk."
"Aku tau, dan bisa merasakannya lewat majikan mu yang kejam itu,"
"Oh jadi pria yang mencari aku itu kamu?"
"Iya aku waktu itu mencari mu tapi majikan mu sangat sombong lalu mengusir ku begitu saja padahal niat ku baik hanya ingin bertemu dengan mu."
"Maaf yah Rio, hanya gara-gara aku tidak memiliki data internet aku tidak tau jika kau akan datang mencari ku,"
"Oh jadi kamu kehabisan data internet?"
"Iya tapi besok aku akan keluar untuk membelinya,"
"Kenapa gak bilang, yaudah tunggu aja yah nanti malam data internet mu akan segera keisi."
"Rio apa maksud kamu?"
"Ify sudah dulu yah, aku ada kesibukan bentar dah."
__ADS_1
Sedangkan Ify merasa was-was saat panggilan telpon terputus, ia takut dan akan merasa tidak enak nantinya jika Rio sampai membelikannya data internet.