Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Sudah Terjawab


__ADS_3

Suasana kembali senyap ketika Ify berada di dalam mobil bersama Zhio yang saat ini tenga fokus menyetir mobil tanpa melihat kearah samping.


Sejuta pertanyaan menumpuk di otak Ify sambil menolehkan kepalanya ke arah Zhio secara diam-diam.


Dari sudut mata, Zhio sadar jika Ify sedang memperhatikannya sehingga membuat pria itu menegur wanita yang ada di sebelahnya.


"Aku tau aku pria yang sangat tampan,jadi tidak usah melirik ku seperti itu!" Ucap Zhio dengan mata yang masih tetap fokus menyetir.


Ify menjadi serbah salah ketika gerak-geriknya sudah ketahuan. Bukan kah sudah ketahuan, jika sudah terlanjut basah kenapa tidak di teruskan.


"Semalam...hmm..apa kamu yang pindahin aku ke atas tempat tidur?"Ify bertanya dengan hati-hati takut jika Zhio akan berpikiran macam-macam.


"Ck, jangan bermimpi aku tidak mungkin sudih memindahkan tubuh mu ke atas tempat tidur, mungkin kau mimpi atau apa sehingga pindah sendiri dan tidur di atas ranjang."


Ify tidak bisa terima jika Zhio bertanya seperti itu padanya.


"Tidak. Apa maksud mu aku punya gangguan tidur sambil berjalan? Itu tidak benar aku sangat yakin jika aku tidur di bawah lantai."

__ADS_1


"Mungkin----"


Seketika Ify tidak jadi melanjutkan perkataannya di saat Zhio sedang menerima telepon dari seseorang lewat earphone


"Iya Martin ada apa?"


"Bos, saya punya kabar gembira,"Ucap Martin asistennya Zhio di ujung telepon.


"Katakan!"


"Senin besok kerja sama kita dengan perusahaan pak morgan akan segara terjadi bos soalnya anak pak Morgan sudah setuju untuk meneruskan perjalanan Pak Morgan sebagai penggantinya."


"Baiklah bos saya mengerti."


Bib.


Zhio menarik kedua sudut bibirnya ia nampak senang akhirnya perusahaanya akan semakin berkembang ketika peruhaannya dan perusahaan milik pak Morgan akan menjalin hubungan kerja sama.

__ADS_1


Sambil menyetir Zhio pun menolehkan kepalanya pada Ify yang saat ini sudah tertidur dengan menyenderkan kepalanya di pinggiran pintu mobil. Seketika Zhio jadi ingat hal semalam.


Sebelumnya......


Zhio terbangun dari tidur di saat mendengar sebuah notifikasi dering telepon dari Bella berulang-ulang kali. Bahkan Zhio sadar pasti Bella sangat kesal dan marah jika dirinya meninggalkannya begitu saja.


Tapi nampaknya Zhio terlihat tidak perduli, ia hanya mematikan nada dering di hpnya dan mengubanya menjadi hening. Di suatu sisi Zhio melihat wanita yang sedang terbaring lantai sembari memeluk tubuhnya sendiri.


Zhio yang ibah kemudian turun dari tempat tidur menghampiri wanita yang sudah tertidur pulas itu.


"Hey, apa kau sudah tidur!"


Dengan iseng Zhio menyenggol kaki Ify dengan kakinya. dengkuran kecil terdengar jelas pada saat Ify tertidur.


Sepertinya Ify sudah tidur terlalu nyenyak sehinggah saat Zhio menyenggol kakinya ia nampak tidak terbangun.


Tidak ingin menunda waktu lama langsung saja Zhio mengangkat tubuh Ify di gendongannya kemudian dengan langkah pelan Zhio maletakan tubuh Ify atas ranjang supaya wanita itu tidak terbangun.

__ADS_1


"Tubuh mu kecil. Tapi badan mu begitu berat!"


Umpat Zhio ketika sudah meletakan tubuh Ify di ranjang, lalu pria itu kembali lagi di tempat tidur di sebelah Ify. Dan tidak lupa Zhio juga menyelimuti tubuhnya dan juga Ify, dan ini kali pertama bagi Zhio tidur dalam satu ranjang seperti ini.


__ADS_2