
Ify menatap perban yang berbalut di tangan kirinya terlihat bercak darah di balik perban itu bahkan Ify tidak tau luka itu parah atau tidak.
saat ini ia sedang berbaring di kamarnya.
Wanita itu terkesiap saat pintu kamarnya terbuka dari luar sehingga membuatnya menyenderkan diri pada sandaran ranjang.
"Mbak udah sadar, syukurlah kalau begitu."
Ify seketika legah karena itu bukan Zhio yang masuk ke kamarnya melainkan Zoya yang dengan membawa nampan berisi makanan.
Zoya menaru nampan berisi makanan di atas meja Ify. Ify menatap Zoya dengan tatapan kosong."Ternyata aku masih hidup,ck aku kira aku sudah mati sesuai keinginan Zhio."
"Astaga mbak, apa yang mbak bicarakan.mbak gak boleh ngomong kayak gitu."
"Siapa yang membawa aku kemari Zoy?"
"Tuan mbak, tuan Zhio yang mengangkat tubuh mbak Ify saat mbak pingsan."
__ADS_1
Ify terdiam saat mendengar jawaban dari Zoya."Hahaha tidak ku menyangkah, Aku kira tuan akan melemparku dari lantai tiga menuju ke lantai bawah." Ify tertawa menyedihkan.
Zoya mengatupkan bibirnya sungguh malanga nasib wanita di depannya ini ia sudah tidak punya orang tua tapi di perlakukan secara tidak adil oleh tuannya sendiri.
"Mbak udah yah apapun yang terjadi intinya mbak harus kuat yah di sini saya sama Anes ada buat semangati mbak."Kata Zoya sembari mengenggam tangan ify.
"Zoya jika kau berada di posisi aku apa kau akan bertahan atau tidak atau bila mungkin kabur atau..bagaimana bisa usulkan pendapat mu."Ify bertanya kemudian menarik kedua sudut bibirnya tanpa terasa air mata kembali mengalir.
Seketika Zoya menjadi serbah salah wanita itu bingung harus berkata apa.Ify kemudian menaru tangannya di pundak Zoya.
"Aku berdoa agar nasib mu selalu baik ,"kata Ify sembari mengusap air matanya sendiri.
"Makasih yah Zoy,"
"Iya mbak sama-sama kalau begitu saya tinggal dulu yah mbak, kalau habis makan dan minum obat mbak harus istirahat yah."
"Iya Zoy."
__ADS_1
"Oke dah mbak,"
Saat ini Zhio tenga berada di kantornya dan terduduk sepi di ruangan pribadinya dan di atas meja masih ada tersimpan 1 bingkai foto Eliza.
Lalu kemudian masuk lah Martin ke dalam ruangan pribadi nya Zhio.
"Tuan soal tawaran kerja sama antara groupGold apakah tuan akan setuju?"
GroupGold bisa di bilang perusahaan terbesar 11 12 antara Angkasagroup yang saat ini Zhio jalankan keduanya sama-sama memiliki hotel,apartemen,dan juga pabrik sepatu,baju,serta tas bermerek.
"Saya setuju saja tapi katanya pak Morgan selaku Ceo besar di perusahaan itu ingin mengundurkan diri sebagai CEO dan akan di gantikan dengan putra satu-satunya."
"Mario. Seingat saya nama putranya itu Mario di perkirakan dia seusia mu boss tapi saya tidak yakin bagaimana bisa Mario mengeolah perusahaan yang akan dia jalankan sedangkan dia saja termaksud anak motor."
"Sudahlah tidak usah di bahas. Lebih jangan urus-urusan orang lain lebih baik kau uruskan saja urusan mu sendiri."
"Baiklah boss,"
__ADS_1
Mario De Morgan siapa yang tak kenal dengan Makhluk tampan yang satu ini mungkin tahun ini usianya akan beranjak 30 tahun, pria tampan ini termaksud anak motor dia sangat tertarik dengan balapan dan sering menang dalam beberapa kejuaraan.