Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Pergi Dari Rumah


__ADS_3

Melihat Ify dengan kondisi terluka sekarang serta kalimatnya yang mengatakan kata cerai, secara tak sengaja hal itu nampak membuat Zhio tak bergeming. Apa tindakannya itu sudah keterlaluan sehingga tanpa sengaja ia menggoreskan luka di lengan Ify, yang saat ini masih menatap Zhio dengan mata yang berkaca-kaca.


Lantas Zhio menepis segala kediamannya dan berakhir dengan senyuman miring.


"Yah aku tau apa maksud tujuan mu itu, kau ingin meminta cerai dan setelah cerai kau juga berniat merebut semua aset perusahaan ku kan?cepat katakan di mana berkas-berkas penting milik perusahaan ku!"


"Ck,aku murni ingin bercerai dengan mu atas semua tindakan kasar mu pada ku, bukan semata-mata karena seluru aset perusahaan mu, lagi pula apa untungnya bagi ku mengambil berkas-berkas milik perusahaan mu!"


"Apa perlu aku panggilkan polisi kerumah ini sekarang juga agar kamu mau mengaku ha!" Pekik Zhio penuh ancaman.


"Panggilkan saja, dan setelah polisi datang kemari persiap kan diri mu saja untuk masuk ke dalam jeruji besi karena aku akan melaporkan mu atas tindak kdrt!" Ucap Ify dengan menantang.


"Kau berani mengancam ku!"Tunjuk Zhio pada Ify.


''Permisi Bos, maaf menganggu."Martin tiba-tiba saja datang memecah kedua belah pihak yang saling beradu debat. Lantas Ify dan Zhio mengarakan pandangan matanya ke arah Martin.


Sementara sebelum melanjutkan kata-katanya ketika ia melihat lengan istri atasannya berdarah.


"Martin, kenapa kau malah diam!"


"Ini Bos semua berkas-berkas penting yang telah saya ambil dari tempat perbaruan dokumen, maaf Bos saya tidak sempat memberi tahu mu" Martin segera menyerahkan semua berkas itu pada Zhio atasannya.


Ify kembali berdecih, Zhio memang sudah kelewat gila asal menuduh orang sembarangan. Pada ujungnya Ify berjalan menjauhi Zhio dan Martin, langkah kakinya menuju naik keatas tangga.


Zhio meremas beberapa berkas yang ada di tanganya, ia sungguh terlihat malu sendiri jadinya karena sudah menuduh Ify yang tidak-tidak.


Sebelum luka di lengannya kelewat infeksi akan lebih dulu Ify membasu luka itu dengan air yang mengalir di wastapel di dalam kamar mandi miliknya.

__ADS_1


"Arg, pedih sekali,"Ringisnya tapi menurutnya luka ini tak seberapa jika di bandingkan dengan luka yang ada di hatinya.


Setelah selesai mengobati sendiri goresan luka di lengan segera Ify mengambil koper miliknya yang ada di sudut ruangan. Keputusannya sudah bulat, untuk apa mempertahan kan rumah tangga yang tiada arti baginya ini.


Air mata berjatuhan ketika melihat semua pakaiannya yang ada di dalam lemari yang terlihat berhamburan, tanpa berpikir panjang segera Ify memasukan satu persatu pakaian yang telah di lipat sekecil mungkin agar muat ketika masuk ke dalam koper.


Dengan langkah hati-hati Ify menurunin tangga dengan manarik kedua koper miliknya. Anes melihat Ify yang tenga menarik koper, lantas ia segera berlari menghampiri Ify menuruni tangga.


"Mbak Ify...!!"


Ify berdiam diri di tempat, dan kini Anes telah tiba di depannya.


"Mbak Ify mau kemana kok bawa koper segala?"


"kamu jaga diri baik-baik yah nes, oh iya Zoya yah mana,"Ify tersenyum pahit ketika akan berpisah dengan Anes serta Zoya dua pelayan selalu bersikap baik padanya.


"Apa mbak mau pergi!"Ucap Anes menebak.


Bahkan sebelum air matanya mengalir kembali Ify segera menurunkan kaki ke anak tangga satu persatu-satu. "Aku pergi dulu yah nes, kau tenang saja kalau kau rindu pada ku maka kamu bisa hubungin aku dan kita akan bertemu di luar. Dah nes aku pamit."


Anes berwajah sedih ketika melihat istri majikannya yang sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya sendiri pergi dari rumah ini.


Namun tidak sampai di situ Ify kembali melihat Zhio dan Martin yang tenga duduk santai di teras utama. Tidak perduli akan hal itu Ify malah meneruskan Langkahnya melewati dua manusia yang saling bercengkrama membahasa sesuatu.


"Tunggu!"Zhio berdiri menghentikan langkah kaki Ify yang berusaha melewati dirinya begitu saja."Aku harap kau tidak membawa barang-barang berharga dari rumah ku ini."


Ify tersenyum miring menangkis kata-kata Zhio dengan seringai tipisnya.

__ADS_1


"Memanya barang beharga apa yang telah kau berikan pada ku,tidak ada. jadi jangan pernah kau berpikir serta menuduh ku yang macam-macam!"


"Oh ya, benarkah, aku tidak percaya kalau begitu izinkan aku untuk memeriksa semua barang-barang mu yang ada di dalam dua koper milik mu ini." Ucap Zhio yang saat ini sedang bersimpuh dan mulai membongkar semua koper miliknya.


"Apa yang kau lakukan! jangan menyentuh koper ku pria gila! Menyingkirlah!!" Ify mendorong tubuh Zhio agar pria itu tidak menyentuh koper miliknya, tapi Zhio tetap tidak ingin mengalah.


Sementara Martin tidak bisa berbuat apa-apa tapi bagi Martin Zhio memang sudah keterlaluan menyiksa seorang wanita yang tidak bersalah.


semua isi yang ada di dalam koper Ify sudah Zhio keluarkan semua namun barang beharga yang Zhio maksud tidak ada di dalam koper itu.


"Lihat, kau lihat ini pria gila aku tidak membawa barang-barang beharga milik mu!"


Ify kembali tersungkur dan menangis sedih sambil memungut pakaiaan pakaian miliknya masuk ke dalam koper kembali.


"Kenapa kau jahat sekali pada ku hiks hiks hiks"


"Yah karena wanita seperti mu memang pantas di perlakukan secara seperti itu. Lihat bukan kah sekarang kau kembali terlihat menyedihkan bukan."


Bug.


Zhio menendang beberapa pakaian Ify kemudian pria itu masuk kembali dalam rumah meninggalkan Ify yang saat ini tenga menangis sedih.


Melihat Zhio yang telah masuk ke dalam rumah Martin pun jadi turun tangan membantu Ify memasukan semua pakaiaan miliknya kembali ke dalam koper.


"Aku memang belum lama mengenal mu tapi aku rasa kau wanita yang baik maafkan tingkah atasan ku yang telah bersikap kasar pada mu."


Ify menolehkan kepalanya pada seorang pria yang kini tenga membantunya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan, tolong tidak perlu repot membantu ku. Aku takut tuan mu itu akan marah."


"Kau mau pergi kemana? Lalu apa kau punya tujuan untuk pergi?" Pertanyaan Martin ini baru saja membuat Ify tersadar. Benar ia harus tinggal di mana sementara uang saja hanya 300 ribu yang ia pegang. Dan uang itu hanya pas-pas'an untuk biaya makan saja.


__ADS_2