
Keputusan terberat bagi Ify saat ingin memutuskan untuk kembali lagi ke rumah suaminya pasalnya sudah 7 hari lebih ini ia tidak pernah pulang ke rumah dan kali ini Zhio sengaja datang ke pesta ini sekali gua untuk mengajak Ify kembali kerumah nya.
"Maa paa aku pulang ke rumah mas Zhio dulu yah nanti kalau ada kesempatan lagi aku akan tinggal lagi sama mama sama papa di rumah ini"
"Hemm walau berat setidaknya mama tidak bisa mencegah mu tinggal di rumah suami mu karena sejatinya wanita memang harus ikut suaminya, tapi berjanji lah Nay untuk selalu mengunjungi mama"
"Iyaa ma tentu,"
"Hanya mama saja yang di peluk, lalu apakah papa tidak?"
Ify tersenyum getir melepas pelukan mama kini ia beralih memeluk papanya.
"Papa hati-hati yah, Jaga kesehatan juga"
"Seperti yang kamu ucapkan Nay papa akan selalu menjaga kesehatan papa. dan kamu Zhio tolong jaga baik-baik putri kesayangan kami ini, ingat jangan sampai kamu melukai hati nya lagi"
"Tenang pa, tanpa papa minta aku sudah sangat mencintai melebih aku mencintai diri ku sendiri"
"Dan Nay selama kamu kehamilan mu sudah bulanya nanti mama dan papa ingin kamu tinggal di rumah kita saja karena takut nya di saat kamu tiba-tiba ingin melahirkan akan ada mama yang bantuin kamu"
"Aku setuju ma,setelah usia kandungan Ify sudah bulanya mungkin aku terlalu sibuk untuk dinas ke luar kota jadi aku takut tidak akan ada yang menjaga Ify terlebih keadaan mama ku tidak memungkinkan"
"kamu benar Zhio untuk beberapa bulan ke depan banyak sekali pembisnis besar yang melakukan pekerjaan penting di luar kota demi untuk memperbesar saham di perusahaan dan papa juga yakin Mario juga akan terlihat sibuk nantinya."
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"Akhirnya tuan Zhio sudah pulang, ah ada mbak Ify juga..."
"Ada apa Bijum, dari raut wajah mu sepertinya telah terjadi sesuatu yang begitu penting.."
"I-itu tuan t-tadi nyonya besar ngamuk dia tidak mau makan dan..
Prrrnkk..
Belum selesai bicara suara benda terjatuh terdengar dari lantai atas.
"Itu suara apa mas?"
"Itu pasti suara nyonya mbak, tuan...
__ADS_1
"Kalau gitu Aku lihat ke atas dulu sayang kamu lebih baik tunggu di sini saja yah..
" Tapi Aku juga ingin ikut mas,
"Aku takut fy Aku takut kejadian yang mama alamin terjadi sama kamu jadi untuk menghindari itu semua lebih baik kamu tunggu di sini ok..."
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
'Aku tidak berguna! Aku lumpuh! sulit untuk berbicara hiks percuma Aku minum obat, dan makan, kalau jadinya keadaanya masih seperti ini saja!'
Bragggkkk.......
"Maamaa..!apa yang terjadi maa...!"
'Zhio mama tidak berguna Zhio maamaa tidak berguna hiks hiks hiks'
Nyonya besar hanya diam tak bergeming namun hanya air mata yang deras terlihat mengalir membasahi wajahnya saat melihat Zhio datang ke kamarnya.
Melihat keadaan kamar mamanya yang tak beraturan Zhio sangat yakin sesuatu telah terjadi menimpa mamanya saat ini.
"Mama kenapa, mama kenapa menangis dan kata Bijum mama mengamuk dan tidak mau makan?"
Melihat mama yang berusaha ingin berbicara perpadu dengan keluar air mata membuat Zhio sama sekali tak mengerti apa yang sedang mama katakan.
"Maa, mama tenang dulu yah dan mama lebih baik minum dulu habis itu makan dan minum obat yah ma, biar mama cepat sembuh"
"Mas Zhio.. apa yang terjadi dengan mama mas?"
"Sayang kan aku sudah bilang untuk berada di bawah saja!"
"Keadaan tangga dalam kondisi baik-baik saja lagi pula aku di tuntun Bijum untuk naik tangga. Apa yang terjadi dengan mama?"
'Yah seharusnya yang terjatuh dari tangga itu adalah Ify tapi takdir berkata lain hiks hiks Tuhan apakah ini karma untuk ku karena sudah terlalu jahat kepada menantu ku sendiri"
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Sebelumya.....
"N-Non Aliya?"
__ADS_1
"Langsung saja karena saya tidak ingin berbasa basi, di mana nyonya lumpuh itu?"
"A-apa maksud non nyonya besar?"
"saya bilang nyonya lumpuh bukan nyonya besar lagi, sekarang katakan padanya jika aku tenga menunggu di ruang tamu" Ucap Aliya seraya mendudukkan bokongnya di atas sofa.
"Baik lah non kalau begitu saya akan panggil kan nyonya untuk menemui non"
Beberapa detik kemudian tibalah Bijum di kamar nyonya besar bahkan langsung saja Bijum mengatakan jika Aliya tenga menunggu di ruang tamu.
Nyonya besar tersenyum cerah seakan senang jika Aliya datang mengunjungi nya sehingga sekarang Bijum membantu mendorong kursi rodanya untuk turun kebawah melalui lift.
'Aliya akhirnya kamu memang lah menantu idaman yang walaupun saya sedang sakit tapi kamu tetap datang berkunjung tidak seperti wanita itu yang selalu sibuk di rumah orang tuanya'
"Bijum kamu boleh pergi sekarang karena saya ingin berbicara secara 4 mata dengan majikan mu ini"
"Yah non"
"Bagaimana tante kondisi tante sekarang apa ssmpai sekarang tante bisa berjalan, oofs sorry yah tante aku lupa kalau orang lumpuh tidak akan bisa berjalan seperti dulu kecuali hihihi ya kecuali dulu saat tante berpura-pura lumpuh"
'Aliya apa maksud kamu sayang, kenapa kamu jadi berbicara seperti ini ke pada tante'
"Tante ngomong dong masak sedari tadi kedatangan ku tante tidak menyambut ku, bahkan saat aku bicara tante tidak balas bicara, katakan ada tante? oofs sorry tante aku lupa kalau tante tidak bicara."
Seketika raut wajah nyonya besar menjadi akan perkataan Aliya padanya seolah begitu menyayat hati.
Aliya menundukkan tubuh tinggi nya ia berbisik pelan di telinga nyonya besar.
"Andai tante tau aku lah yang menyebabkan tante terjatuh dari tangga, karena tante sendiri bodoh tidak ingin mendengarkan penjelasan ku saat itu dan yang harus tante tau akulah yang menuangkan minyak itu ter khusus untuk membuat Ify dan Bayinya celaka tapi sayangnya malah tante sendiri yang terkena jebakan itu cupcupcup sangat di sayangkan bukan"
'apa! jadi kamu...'
"Terlihat dari ekpresi wajah tante sangat terlihat jelas jika tante begitu syok kenapa aku bisa sejahat dan selicik ini hahaha pada awalnya aku selalu baik sama tante, yang harus tante tau aku melakukan itu semua demi untuk mendapatkan Zhio tapi karena kebodohan tante keinginan ku untuk memiliki Zhio menjadi gagal"
'Hiks hiks hiks Aliya saya tidak menyangka kamu bisa sejahat ini, emangnya apa salah saya pada mu?'
"Apa tante mau ngomong apa? aku tidak bisa mendengar jelas jika tante berdehem saja sembari menangis maka aku tidak mengerti"
Di balik sudut ruangan Bijum mendengar semua apa yang terjadi di depanya, ia melihat bagaimana Aliya menyentil kepala nyonya besar dengan tangannya.
__ADS_1
"Oh Tuhan kasian sekali nyonya besar, Aliya wanita itu sangat lah licik. maaf Nya saya tidak bisa berbuat apa-apa dan jika saya mengadu saya takut keluarga saya dalam bahaya"