
Sesudah hujan mulai redah Ify pun menyempatkan langkah kaki nya untuk berjalan menuju pulang lagi-lagi dengan berjalan kaki. Wanita itu berjalan dengan setenga berlari takut saja jika ia tidak pulang ke rumah tepat waktu.
Tanpa sengaja Ify melewati sebuah jalan yang di penuhi orang-orang yang saling bertawuran. ify ingin mencoba berlari tapi ia tidak bisa jumlah mereka sangat banyak ada di sisi depan, belakang,serta,kanan dan kiri. Entah dari mana mereka berasal dan mengapa mereka harus bertawuran saat kondisi cuaca sedang memburuk.
Yang membuat Ify semakin takut di antara mereka ada yang membawa kayu balok,pisau,dan benda tajam lainya.Ify menjerit mencoba menghindar dengan cara meringkuk terduduk hingga membuat dengkulnya basah.
"Aargg..pergi...biarkan aku pergi!"
Brumm Brumm brumm....
"Woy buruan naik kamu mau selamat gak?"
Sejenak Ify menatap pria yang sedang menggunakan motor seperti motor balap dengan pandangan ragu, sesekali pria tersebut memainkan gas di motornya.
"Ngapain mikir lama, ayo cepat buruan naik!" Teriak sih pria di balik helm.
Dan tanpa berpikir lama Ify mengangguk ia beranjak lalu segera menaiki motor sih pria itu.
"Pegangan yang kencang."Intrupsinya.
"Baiklah." Ify terpaksa memegang pinggang pria yang saat ini sedang memboncenginya.
__ADS_1
Bruumm...........
Motor pun melajuh kencang meninggalkan mereka semua yang sibuk bertawuran.
"Stop-stop, stop di sini aja. Berhentih!"
Motor pun mengerem mendadak, hampir saja meleset karena aspalnya terlalu licin habis di turuni hujan.Alhasil kening Ify kejedot pada helm belakang sih pria.
"Aduuuh sakitt!!!"Ify dengan rasa kesal turun dari motor di saat motor yang membawanya telah berhentih.
"Kamu tuh bisa bawak motor gak sih!ngebut banget bawak motor bisa bahaya lo apa lagi liat tuh jalanan licin."
"emangnya aku salah di mana?kalau aku gak nolongin kamu tadi, pasti kamu juga akan di gebukin sama orang-orang itu makanya aku ngebut."
Ify termangu melihat pria yang ada di hadapannya ini tinggi dan tampan tapi sayang penampilan bak seperti preman.
"Yasudah lupakan, aku tak punya banyak waktu aku harus pulang ke rumah sebelum majikan ku mengomel." Ify melihat di sekelilingnya berpikir ia tak pernah melewati jalan ini sebelumnya.
"Aku sudah mengawasi mu dari tadi, kau mau kemana, kenapa jalan kaki?"
__ADS_1
"apa kau dari tadi mengawasi ku, atau jangan-jangan." Ify menunjuk wajah sih pria itu.
"mbak dengar yah kalau tadi aku gak ngawasin mbak, kemungkinan besar aku gak bakalan berada di jalan dekat tawuran tadi lagian bahaya berjalan kaki sendirian di tempat sepi apa lagi kau wanita."
Ucapan sih pria benar juga hal itu membuat Ify berpikir lagi tentang pria yang menyuruhnya untuk berjalan kaki menuju supermarket. Ify membuka masker di mulutnya, masker ini sudah basah jadi ia membuangnya.
Pria itu memandangi wanita yang ada di depannya dengan cara detail bukan kah wanita yang ada di depanya ini cukup cantik dan mungil.
"Di mana rumah mu biar aku antar kan,"
"Tidak perlu terimakasih aku akan jalan saja." Ify mulai melangkahkan kakinya. Namun lengannya di tahan oleh pria tinggi itu.
"Kau tidak ingin kan kejadian seperti tadi terulang lagi,"
"tidak bisa majikan ku akan marah nanti nya, udah biarin aku jalan saja."
"Jenis majikan seperti apa yang dengan tega menyuruhmu berjalan kaki seperti ini, bukan kah majikan mu itu kejam kenapa tidak berhenti saja dan masih banyak kok majikan yang baik di luar sana."
"Majikan aku ini berbeda dengan majikan yang kamu maksud, dia berbeda pokoknya beda dari yang lainya. Udah yah sebelum nya makasih kamu udah bantu aku. Tapi sekarang aku harus pergi sebelum majikan aku ngamuk besar!"
"Hey tunggu aku belum tau siapa nama mu!" Teriak sih pria di saat melihat wanita itu sudah berlari jauh meninggalkannya.
__ADS_1