
Apa yang di katakan tante Dewi memang benar jika hari ini ada pertemuan atau perkumpulan orang-orang penting di suatu gedung khusus, dan saat ini juga Rio dan Bella sudah tiba di tempat yang tujuan.
Hari ini adalah hari pertama di dalam diri Bella di ajak ke acara seperti ini tentu saja ia merasa terlihat canggung terlebih berada di samping atasannya pak Mario.
Akan tetapi rasa ingin buang air kecil bergejolak saat ini juga sehingga ia meminta izin pada Mario untuk ke toilet.
"Maaf pak Mario jika acaranya masih lama boleh kah saya permisi ke toilet dulu,"
"Yah tentu saja silakan, tapi apa kau tau letak toiletnya?"
"Itu pak di ujung sana,"
"Baiklah silakan kalau begitu saya akan menunggu mu di sini"
"Baiklah Pak terimakasih"
bertepatan pada jam yang sama mobil milik Zhio pun telah sampai tepat di depan gedung bertingkat 20,namun nyatanya ia tidak sendiri ada seseorang yang tentunya menemaninya datang ke pertemuan ini. Ia pun turun lebih dulu sembari membuka kan pintu mobil sebelahnya.
"Silakan keluar kita sudah sampai pada tujuan,"
"Terimakasih,"
Aliya merasa hatinya berbunga-bunga di perlakukan seperti tuan Putri oleh Zhio.
"Ayo kalau begitu kita masuk ke dalam karena sebentar lagi acara pertemuan itu akan di mulai"
__ADS_1
Rupanya Rio masih setia menunggu Bella yang sampai saat ini belum juga kembali dari toilet namun saat sedang sibuk menunggu tak sengaja Rio melihat seorang pria yang tak asing baginya berjalan sembari menggandeng tangan wanita cantik di sampingnya.
'Itu kan Zhio suaminya Ify, sialan rupanya tingkahnya begini ketika di belakang Ify setidaknya pria sepertinya wajib di beri pelajaran' Rio yang terbakar emosi menghampiri Zhio.
"Oh jadi gini yah sikap kamu ketika di belakang istri mu, ck. Aku tidak menyangkah pria seperti mu jago berselingkuh!" Rio mendorong Zhio tapi beruntung Zhio mengimbangi dirinya dan tidak terjatuh.
Zhio berdacak sebal lalu membenarkan jas kerjanya yang sedikit terbuka karena ulah pria di depannya.
"Sialan! lalu apa urusan mu ha!"
Bug!
Satu pukulan tinju melayang tepat di pinggiran bibir Rio membuat Aliya berteriak histeris karena pentengkaran dua pria di dekatnya.
Rio juga tidak terima ketika Zhio memukulnya ia pun membalas memukul Zhio tepat di bagian perutnya.
"Wanita di sampingku ini bukan lah selingkuhan ku melainkan dia hanyalah sebatas rekan kerja jadi tutup ambisi mu yang akan berusaha merebut Ify dari ku!"
"Apa kau kira aku anak kecil yang gampang di bodohkan! Ingat aku tau kalian berdua mempunyai hubungan!"
Bug! Rio kali ini melayangi tinjunya lagi pada pinggiran mata Zhio.
"Tolong....satpamm...!! Lihat pria ini berbuat masalah!!"
Kedua penjaga di gedung itu mencega Rio dan Zhio dengan memegangi mereka berdua agar tidak membuat keributan.
__ADS_1
"Maaf pak tolong jangan membuat keriburan di sini!"ucap satpam itu.
"Saya tidak akan membuat keributan kalau bukan pria ini yang lebih dulu melakukan penyerangan!"ucap Zhio.
"Dan saya tidak akan memulai kalau pria ini bermain di belakang istrinya! Ingat aku tidak akan pernah main-main akan ucapan ku, aku sebagai Mario CEO groupgold akan menjadi kan istri mu sebagai istri ku!"
"Tidak saya berharap kau harus membuang mimpi buruk mu itu karena sampai kapan pun saya tidak akan pernah mencerai kan istri saya!"
'Tidak ini tidak boleh terjadi pokoknya aku harus lebih bertindak lagi agar Zhio mau mencerai kan istrinya,ingat Zhi hanya ada wajah Eliza di hati kamu bukan wanita kampungan itu!'
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dewi saat ini mengajak Ify masuk ke dalam ruangan kamar yang sudah puluhan tahun tidak di tempati walau tidak pernah di tempati kamar ini terlihat bersih dan tidak berdebu apa lagi warna cat dinding serta cat bewarna pink putih cukup mengiasi kamar ini.
Ada alasan penting mengapa Dewi tetap menjaga kebersihan kamar ini sehingga saat ini pun Ify mulai penasaran lalu bertanya.
"Emang dulu tante punya anak perempuan?"
"Apa yang kamu ucapkan itu betul fy, dulu...tante mempunyai anak perempuan yang bernama Nayna, namun sayangnya karena kecerobohan tante yang lalai Nayna di culik oleh dua pasutri yang bekerja sebagai baby sitter dan penjaga kebun hingga sampai sekarang tante tidak tau di mana Nayna berada"
Raut wajah tante Dewi berubah menjadi sedih sehingga membuat Ify dapat merasakan sedih dan juga sakit.
"Tante yang sabar yah mungkin suatu hari nanti tante akan di pertemukan dengan Nayna"
__ADS_1
"Tante sudah beberapa kali untuk tetap bersabar Fy tapi nyatanya hingga sampai saat ini tante tak membuahkan hasil, mungkin jika tante di pertemukan oleh Nayna kemungkinan usianya sama seperti kamu fy"Tante Dewi membelai rambut panjang Ify dengan lembut lalu membawa tubuh Ify di dalam pelukannya."Fy kamu tidak keberatan kan jika tante menganggap mu sebagai anak tante yang telah hilang?"
'Ya tuhan kenapa rasanya pelukan tante Dewi sangat berbeda, dulu bahkan aku pernah di peluk tante Maya tapi pelukan tante Maya tidaklah sehangat pelukan tante Dewi'