Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Tante Maya Datang Berkunjung Ke Rumah Zhio


__ADS_3

Tinggal menuju 5 langkah lagi Ify akan segera sampai di gerbang masuk rumah besar milik Zhio, namun beru selangkah ia masuk seseorang menarik tangannya begitu saja.


Orang itu sudah menarik Ify hingga mereka tiba di sebuah gudang di samping garasi mobil.


Ify melepaskan tangannya begitu saja saat tanganya di tarik oleh Zoya.


"Kamu kenapa sih Zoy!" Hossh hossh hossh sambil bicara Ify menetralkan nafasnya dulu.


"mbak ify minum dulu yah." Zoya memberikan sebotol air mineral untuk Ify, tanpa ragu Ify segera meminumnya.


Selesai meminum air Ify kembali bertanya."Kamu kenapa bawak aku ke sini aku harus segera masuk Zoy. Aku takut tuan Zhio memarahi ku lagi."


Terlihat jelas rasa kepanikan di wajah Ify sampai-sampai membuat Zoyo begitu merasakan kasihan, wajah Ify penuh keringat,suhu tubuhnya pun menghangat.


"saya di perintahkan oleh tuan Zhio mbak, jika harus ganti baju sekarang sama sedikit makeover,"


"Loh kenapa Zoy, emangnya ada apa kenapa harus ganti baju."


Sontak Ify melihat meja hias di sampingnya dan juga terdapat beberapa dress wanita di atasnya. Ini gudang atau kamar.


"Tante Maya mbak,tante maya sedang berkunjung di ruang tamu beliau sedang mengobrol bersama tuan Zhio dan tuan Zhio juga memberi kami pesan agar bila bertemu mbak di depan, maka mbak harus ganti baju."


Oke Ify mengerti sekarang, Ify paham kenapa Zhio memintanya untuk berganti baju. Tante Maya alasannya, Zhio tidak ingin sampai tante Maya tau bagaimana kondisi ify di sini sangat memprihatin kan.


"Ayo mbak kita ganti baju dulu,"


Kehadiran tante Maya secara tiba-tiba cukup membuat Zhio merasa seperti orang yang telah tertangkap basah karena telah berbuat kejahatan. Bagaimana jika tante Maya melihat kondisi Ify seperti sekarang, maka dari itu Zhio mengirim pesan pada Zoya agar menunggu Ify di luar pagar kemudian merubah wanita itu agar tidak menjadi wanita yang terlihat menyedihkan.


Saat ini tante Maya sedang duduk bersantai di hadapan Zhio sembari menyesap Jus melon yang Anes buat.

__ADS_1


"Tante sengaja datang ke sini tidak memberi tahu Ify soalnya tante ingin memberi sebuah kejutan untuknya."


"Hahaha itu salah tante, akan lebih baik jika tante bilang bilang dulu kalau mau ke sini agar nantinya aku akan menyiapkan beberapa makanan lezat untuk di hidangkan."


"Tidak perlu serepot itu nak Zhio, lagian tante sangat merindukan Ify apa lagi tante udah sepenuhnya anggap Ify sebagai anak."



Zhio bergumam."Anak hahaha lucu sekali, aku tak habis pikir ada saja manusia yang menganggap seorang pembunuh sebagai anak."


"Zhio ada apa, kenapa kamu terlihat diam?"


Zhio menggeleng, ia menarik sudut bibirnya melihat orang tua dari mendiang tunangannya Eliza.


"Tapi kenapa Ify lama sekali yah Zhio, kemana kira-kira dia pergi."



"Tante Maya!"


"Ify..."


Tante Maya berdiri dari duduknya dan ia setenga berlari sambil memeluk Ify.


"Astaga Ify tante sangat rindu sekali pada mu"


Ify membalas pelukan itu begitu erat seperti ada sesuatu yang telah lama Ify pendam.


"Tante aku juga sangat rindu pada mu hiks hiks"

__ADS_1


Tante andai saja tante tau bagaimana mana susahnya aku saat berada di rumah ini, tante aku sungguh ketakutan, bawak aku pulang, tapi aku tidak bisa mengadu, aku takut tante Zhio bukan pria yang baik dia sangat kejam.


"Ify kenapa kau menangis seperti itu nak, apa yang sedang mengusik hati mu sehingga membuat mu sesedih ini!" Tanya Tante Maya saat tubuhnya masih Ify peluk begitu erat.


Di belakang tante Maya di sana Zhio tenga memberi kode agar Ify jangan buka suara dan jika sampai Ify membuka suara maka bendera kematian akan di kibarkan ketika tante Maya telah pergi.


Sejenak Ify melepas pelukanya."Aku bahagia tante, aku bahagia karena tante berkunjung ke sini, aku menangis karena terlalu merindukan tante."


"Astaga Ify kau menangis sampai segitunya, sudah jangan menangis lagi yah. Sekarang kan tante udah di sini sama kamu"


Tante Maya melihat penampilan Ify dari atas sampao bawah."Kau cantik sekali fy,tapi kenapa wajah mu terlihat pucat, apa kau sakit nak?"


"Tidak tante, aku baik-baik saja lihat ini bedaknya nya yang terlihat pucat."


"Emangnya kamu tadi dari mana?"


"Aku tadi habis pergi tante, aku ke toko bunga depan, bunga di sana sangat cantik makanya aku beli satu untuk Zhio." Ify menggigit bibir bawahnya. Kenapa harus berakting dengan acara memberikan bunga segala.


Zhio pun maju perlahan menghampiri seorang wanita yang terlihat masih terisak itu.


"Apa ini untuk ku, bunga nya cantik sekali sama seperti mu Ify. terimah kasih yah istri ku sayang."


Deg.


Ini kali pertama nya Zhio memeluknya dengan erat."Pintar kau sangat pintar. saya harap kau dapat mengunci mulut mu rapat-rapat agar semua rahasia tidak terbongkar kau mengerti kan jika ingin selamat."kecaman berlirih pelan itu begitu jelas terdengar di telinga Ify.


"Iya sama-sama, aku senang kalau kau suka."


Tuhan harus sampai kapan aku harus memendam ini semua....

__ADS_1


__ADS_2