Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Kalung Liontin


__ADS_3

"Tante tinggal di rumah sebesar ini berarti hanya sendirian dong tanpa Zhio dan menantu Tante"


''Menantu yang tidak di inginkan lebih tepatnya al,''


Nyonya besar tertawa cekikikan sembari sedikit sedikit menutupi mulutnya saat sedang melakukan makan siang bersama aliya di rumahnya,bahkan aliya pun ikutan tertawa menyambung kalimat yang nyonya besar ucapkan barusan.


''Hihihi tante kok begitu sih, gitu-gitu kan wanita itu juga sah sebagai menatu resmi tante,'


''cuiihh harussnya yang jadi menantu resmi saya itu kamu alliya, lagian kamu itu kenapa sih tidak muncul di saat itu saja terlebih wajah mu sangat mirip dengan mendiang pacarnya zhio''


''jadi apa tante masih setuju jika aku jadi menantu tante?''


''aduh pertanyaan kamu ini Al,kenapa kamu masih bertanya seperti itu dan tanpa kamu bertanya seperti itu jelas tante sangat menyetujuhi kamu jadi menatu tante''


'tapi tan, aku tidak mungkin mau menikah dengan zhio jika Zhio sendiri belum menceraikan istrinya''aliya memasang wajah cemberut.


''bagaimana yah sebenarnya tante sudah kehabisan akal agar membuat Zhio mau bercerai dengan wanita itu, atau begini saja kamu mau tidak jadi istri kedua Zhio''


''Tante aku ini wanita karir jadi mana mau aku di madu!''


"Yah Tante sudah menduganya kau tidak akan mau di madu jadi Tante harus bagaimana lagi sedangkan Zhio saja tidak mau pulang ke rumah ini lagi Al"

__ADS_1


"Aku punya ide Tan,aku punya cara agar Zhio kembali kerumah ini lagi"


''Cara apa emangnya Al?''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruangan kantor Zhio nampak senyum-senyum sendiri sembari memikirkan kejadian tadi pagi, rasanya ia ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan Ify padahal hampir setiap hari mereka bertemu.


Zhio memegang dadanya yang berdebar-debar mungkin ia akui jika sekarang mulai memiliki rasa untuk istrinya Ify dan Zhio sangat berharap jika istrinya memiliki rasa yang sama.


sepanjang hari di saat Zhio tidak ada di apartemen Ify selalu setia memegang kotak kecil yang berisi barang beharga itu, berbagai macam cara ia lakukan untuk bisa membuka kotak ini dan kali ini ia tenga memegang sebuah pisau yang biasa di gunakan untuk mengiris daging.


Gembok kecil kecil ini sudah mulai agak berkarat jika saja terkena gesekan tajam alhasil gemboknya akan terbuka, tanpa rasa ragu segera Ify mulai memukul pisau itu pada penghubung gembok.


Peluh keringat membasahi wajah, begini saja sudah menguras tenaga tapi kali ini Ify tidak menyerah dan malah lebih semangat membuka gembok itu dengan pisau dapur.


Kragkkgg...Kraggkgggkk.....


Upaya dan segalah tenaga pada akhirnya membuahkan hasil dan gembok pun perlahan terbuka. Ify mengusap keringat di pelipis wajahnya.


'Terimakasih tuhan, akhirnya kotak ini bisa terbuka' Ify bergumam sembari membuka kotak itu.

__ADS_1


Benda yang ada di dalam kotak itu adalah sebuah kalung liontin yang di bungkus dengan kertas agar terlindung dari karat.


'Kalung ini mungkin adalah kalung peninggalan kedua orang tua ku, jadi meskipun kata bibi dan paman orang tua ku telah tiada tapi terpenting sekarang adalah kalung peninggalan mereka ini'' Ify membuka liontin itu dan di dalamnya terdapat foto bayi perempuan bergaun warna biru yang Ify tau itu adalah foto dirinya waktu kecil.


Langsung saja Ify memakai kalung itu di lehernya dengan perasaan sedih bercampur bahagia.


drrr...drrrt...drrrt....


Hp Zhio berbunyi berulang kali walau sesungguhnya ia sangat malas untuk mengangkat telepon itu. Nama Mama terlihat jelas di layar hp, mungkin itulah alasan mengapa Zhio tidak ingin mengangkatnya.


Akan tetapi nomor lain masuk sehingga ia pun mengangkatnya.


[Hallo siapa ini]ucap Zhio dingin.


[Hallo pak, ini dari rumah sakit pelita jaya ingin mengabarkan jika ibu bapak saat ini sedang melakukan tawat inap di rumah sakit]


Zhio terkejut bukan kepalang ketika mendengar mama masuk kerumah sakit.


[Apa!! emangnya orang tua saya sakit apa!]


[Beliau jatuh dari tangga rumah dan itu mengakibatkan ibu anda mengalami struk..]

__ADS_1


[Baiklah saya akan segera ke rumah sakit sekarang!]


__ADS_2