
Seharusnya ini merupakan hari kedua bekerja namun Ify merasa sangat tidak enak hati jika datang ke perusahaan Rio setelah kemarin ia tidak masuk bekerja tanpa memberi kabar, telpon dan pesan dari Bella hanya terbaca bahkan tak memberi jawaban apapun.
Hari Ify terpaksa bangun lebih awal mempersiapkan baju kerja suaminya sebelum suaminya bangun dari tidur, tak ada pembicaraan yang di ucapkan Zhio pada Ify sebab Ify merasa Zhio masih marah padanya tanpa Zhio ketahui itu bukan kesalahan istrinya.
Usai mempersiapan segala keperluan Zhio Ify memutuskan untuk pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi. sosok yang tak pernah terlihat di dapur adalah mama mertua yang di bantu Bijum, tak biasanya mama mertua berada di dapur sepagi ini bahkan memang tidak pernah.
Ify maju selangkah menghampiri mereka dengan celingak celinguk sedangkan kedua matanya sibuk melihat semangkuk besar nasi goreng beserta kawan-kawannya tertata rapi di atas meja.
"Pagi menantu mama, kamu udah bangun hehehe awal sekali yah bangun yah emangnya kamu mau ngapain?"
"Agh..."Ify bicara terbata sehingga mama mertua menyambung kalimatnya.
"Tidak perlu repot-repot ini masih terlalu pagi tidurlah lagi soal masak ada mama sama Bijum yang urus,"
"Hmm ma apa semuanya sudah selesai?"
__ADS_1
"Sudah dong kan semua menunya juga lengkap bahkan ini Bijum lagi buat menu sarapan sehat untuk mama,"
"Yasudah ma kalau begitu aku balik ke kamar lagi yah mau siapin baju kerjanya Mas Zhio"Ucap Ify berbohong padahal menyiapkan semua baju Zhio adalah pekerjaan nya sebelum ke dapur pada pagi hari.
"hooh istri yang malang,"gumam pelan mama mertua setelah melihat Ify telah lenyap dari pandangannya.
"Kasian sama non Ify Nya sepertinya dia wanita baik,"
"Husst sok tau kamu ini. sudahlah mending kamu lanjuti masaknya lagi karena saya mau hirup udara pagi di luar!''
"Baiklah Nya,"
"Aku lihat dari semalam kamu tidak bernafsu makan katakan apa karena kejadian sore tadi?"
Rio mendongak memperhatikan papa yang bicara pada mamanya.
__ADS_1
"Aku merasa begitu kecewa dengan apa yang telah aku rencanakan dari jauh hari Mas, aku menyiapkan semua dengan sungguh-sungguh hmm tapi ternyata aku masih tidak menemukan Nayna hiks hiks sia sia bukan?"Rasa kecewa yang Dewi rasakan sekarang begitu membuatnya merasa cengeng.
"Ma, aku mengerti apa yang mama rasain, bukan hanya mama yang sedih aku,papa juga ikut sedih karena belum menemui Nayna melalui Lasmi tapi kali ini aku janji sama mama jika aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari Nayna dalam keadaan sehat,"
"Kalau saja kemarin papa tidak ada pekerjaan di luar kota sudah papa pastikan papa akan menekan Lasmi untuk bicara dengan jujur, sepertinya wanita itu terlalu pintar untuk melabuhi kita,"
"Sepertinya wanita itu tidak melabuhi kita pa tapi yang aku tau dari om Aryo Lasmi hanya tinggal di rumah majikannya hanya seorang diri tanpa ada teman,"
"Sudahlah Rio tidak usah di bahas dulu masalah ini dan sekarang yang perlu kita lakukan adalah selalu berdua agar Nayna bisa kembali,"Dewi melirik jam di pergelangan tangannya."Ini sudah jam berapa Rio, bukan kah kamu harus pergi ke kantor hmm,"
"Santay saja ma pekerjaan di perusahaan tidak terlalu sibuk tapi..."Rio berpikir sesuatu yang ada di dalam otaknya."Ma pa aku ke depan dulu yah mau nelpon seseorang dulu"
Setelah kedua orang tuanya menggangguk barulah Rio beranjak dari kursi makan, ia berjalan jauh dari lokasi kedua orang tuanya.
[Suruh Ify masuk kerja hari ini]
__ADS_1
[Baik pak Mario, saya akan menelpon Ify pagi ini juga]
Ify merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat pada pagi hari ini, sebuah pesan dari Bella yang menyuruhnya untuk masuk bekerja, senang tentunya sangat.