
Rasa bahagia karena kehamilan dan rasa sedih karena tak dapat mendonorkan darah untuk pak Morgan bercampur menjadi satu di dalam jiwa Ify, wanita itu sedari tadi hanya diam saja walaupun ia kini telah sampai di rumah di temanin Zhio yang senantiasa menggandeng tanganya hingga ke pintu utama.
"Tunggu! kamu jangan jalan dulu!" zhio menyuruh Ify untuk berhenti melangkah namun tak lama Zhio berteriak kencang memanggil nama Bijum."Bijum...!!Bijum....!!
"Aduuuh Zhio kenapa kamu teriak kenceng-kenceng!"
"Yang aku panggil Bijum dan bukan mama!! Bijum...!!...
" Bijum tidak ada. Bijum barusan mama suruh untuk beli belanjaan di supermarket! emangnya kamu kenapa sih teriak-teriak tidak jelas"
"Mama tidak lihat lantai ini masih terlihat basah dan berair"
"Kamu tidak usah lebay Zhi, lantai ini hanya basah sedikit saja jadi di mana kesalahan nya"
"Mas, kamu apa-apaan sih. udah deh tidak usah berdebat dengan mama."
"Lebay mama bilang! lebih lebay mana ketimbang mama pura-pura lumpuh!"
"Zhio cukup tidak perlu membahas masalah itu lagi!"
"Oke sekarang tolong mama ambilkan lap pel yang kering untuk mengelap lantai ini karena aku tidak mau janin yang ada di dalam kandungan Ify kenapa-kenapa"
"Apa! janin? maksudnya apa?"
Tanpa harus menjelaskan Zhio segera memberikan selembar kertas dari dokter tadi kepada mamanya.
__ADS_1
"Bacalah ma di kertas itu tertulis jika Ify istriku ini tenga mengandung anakku"
Ketika membaca di kertas tersebut nyonya besar tak menyangkah jika Ify bisa hamil. tapi kira-kira kapan mereka membuatnya, itu yang ada di dalam pikiran nyonya besar.
"K-kamu yakin Zhio di dalam kandungan wanita ini itu adalah darah daging kamu!"
Pertanyaan yang nyonya besar berikan sejenak membuat Zhio langsung terdiam, ia dengan pandangan kosong menatap Ify yang berada di sampingnya.
Di dalam hati nyonya besar tersenyum jahat, ia mengira jika Zhio tidak akan percaya jika di dalam kandungan Ify adalah darah dagingnya namun dugaannya salah besar, dan apa yang di harapkan nyonya besar tidak sesuai dengan keinginannya.
"Aku tidak bodoh ma, dan aku tidak tertipu dengan semua omongan mama karena aku sangat yakin jika di dalam kandungan ini adalah darah daging ku. lagi pula yang harus mama tau jika aku dan Ify telah melakukan tes DNA agar nantinya apa yang mama katakan tidak sesuai dengan hati mama yang busuk!!"
"Ma, emangnya salah aku sama mama apa? kok mama jahat, mama tega tuduh aku yang tidak-tidak."
"Begitu pun sebaliknya ma jika mama tidak menganggap Ify dan anakku itu sama saja mama tidak menganggap aku sabagai anak mama! dan aku pun tidak akan pernah menganggap mama sebagai mama ku!!"
Kepala Ify terasa nyeri dan pusing ketika mendengar pertengkaran ini, sehingga ia memegang kepalanya.
"Sayang.. kamu baik-baik saja kan"
"kepala ku terasa pusing mas, rasanya aku ingin istirahat di kamar sekarang juga."
"Baiklah tapi bagaimana dengan lantai ini...
" Mas aku yakin tidak akan terjadi apa-apa jika aku melewati lantai ini. lagi pula ini hanya basah sedikit,"
__ADS_1
"Walaupun basah sedikit ini akan tetap menganggu, kalau begitu aku gendong kamu yah biar tidak jatuh dan tentunya aman"
"Tidak usah aku bisa berja....
"Jangan membatah, ini adalah perintah"
...****************...
Kesedihan masih di alamin oleh Dewi dan Mario saat ini walaupun pendonor darah AB telah di dapat dari rumah sakit lain berkat bantuan Robby tapi sampai sekarang pak Morgan belum juga sadarkan diri dan masih kritis.
"Permisi pak,Bu Dewi apa kalian tidak makan siang dulu karena sedari tadi kalian belum makan"
"Saya tidak lapar Rob, kesembuhan papa adalah hal terpenting bagi ku saat ini"
"Benar Rob, tante tidak akan lapar tante sudah merasa kenyang"
"Maaf pak, Bu jika saya lancang jika bapak dan Ibu tidak makan nanti bapak dan Ibu akan sakit, jadi jika kalian sakit maka yang akan menjaga serta merawat pak Morgan siapa? kalau saja pak Morgan tidak terbaring di ranjang itu pasti beliau akan marah jika kedua orang yang di sayanginya tidak mau makan"
"Robby, stop untuk berkomentar! jika kamu berada di posisi ku! pasti hal sama dengan aku dan mama pasti akan kamu rasakan juga!"
"Robby benar yo, kamu makanlah terlebih dahulu mama juga yakin jika kamu belum makan sedari pagi hingga sekarang"
"Tapii ma, aku tidak lapar. aku ingin jaga papa aku ingin tetap di sini saja!!"
"Mario! Kalau sampai kamu tidak makan terus kamu sakit itu sama saja kamu menambah kesedihan bagi mama. apa kamu masih tidak mengerti juga apa kata mama"
__ADS_1