Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Belum Meminta Izin


__ADS_3

Untuk yang sekian kalinya Ify meremukan surat lamaran kerja yang belum selesai ia tulis lalu ia lemparkan ke sembarang area tempat tidur, ia terasa lemas karena hampir dua jam penuh ini surat lamaran kerja yang ia buat-buat tidak sesuai yang ia inginkan.


Bos-Bos di suatu perusahaan pasti akan lebih menyukai tulisan tangan karena nanti di kira akan serius bekerja. bahkan Ify merasa tulisannya seperti cacing kepanasan sehingga ia tidak pede dengan hasil tulisannya.


'kertas surat lamaran kerjanya hampir habis setelah nanti salah lagi pasti tidak akan ada lagi kertas untuk menulis lamaran hooh aku harus bagaimana'Ify bergumam menyenderkan tubuhnya di pada senderan kursi yang ia duduki.


Tok..Tok..Tok....


Ify hampir terkesiap di saat mendengar suara ketukan pintu, dan buru-buru ia bangkit lalu dengan cepatan kilat memungut sampah-sampah yang ia lemparkan tadi. ketukan pintu terus berbunyi membuat Ify panik pasalnya keinginannya untuk bekerja belum di ketahui siapa-siapa dan Ify takut jika yang mengetuk pintu itu adalah Zhio.


"Non Ify....!ini saya Bijum...


Seketika Ify merasa legah yang ternyata itu adalah Bijum pelayan paruh baya kepercayaan mama mertuanya.


"Iyaa Bik bentar yah..."Sahut Ify dari dalam kamar.


Ketika semuanya sudah di pastikan aman baru lah Ify bangkit lalu membuka pintu kamar yang sengaja ia kunci.


"Iya Bik ada apa yah?"


"Itu Non, Non di panggil sama nyonya besar di kamarnya.."


"Loh emangnya ada apa Bik?"


"Bibik juga tidak tau non, kalau gitu non langsung saja pergi ke kamar nyonya,"


Ify nampak berpikir lama pasalnya kerjaan menulis surat lamaran saja belum selesai.


"Baiklah Bik saya akan ke kamar mama sekarang, makasih yah Bik"


"Iya Non, sama-sama kalau gitu bibik lanjut bersih-bersih dulu yah Non,"


Di tenga kesibukan bekerja Bella terpaksa menyempatkan dirinya untuk bisa menemui atasannya Mario untuk membicarakan tentang pekerjaan untuk Ify.


Melihat pintu ruangan atasanya tertutup rapat entah kenapa Bella merasa canggung untuk menemuinya dan di saat seluruh nyawanya sudah terisi penuh barulah Bella bangkit berdiri berjalan menuju ruangan atasanya yang tak jauh darinya.


Baru saja melangkah mendekati Pintu Robby atasan pak Mario keluar dari ruangan itu sehingga membuat Bella berhentih berjalan dan terdiam di tempat.


"Ada apa?"Tanya Robby yang melihat Bella dengan tatapan intensnya.

__ADS_1


Bella menjadi gugup dan hampir lupa mau bicara apa lalu pada ujungnya Bella ingat apa tujuannya.


"Bolehkan saya menemui pak Mario pak, saya ingin berbicara penting dengan beliau,"


"Menemui atasan harus dengan tujuan yang penting emangnya apa tujuan mu menemui pak Mario, apa ada berkas yang ingin di berikan?"


"Maaf pak ini adalah hal penting juga boleh yah pak saya menemui pak Mario sebentar saja please pak..."Bella memohon menyatuhkan kedua tangannya di depan dada.


"Robby, telpon di ruangan saya sepertinya rusak oh yah bantu saya untuk menyuruh OB untuk membawa kopi susu ke ruangan saya yah..


Mario menongolkan diri di balik pintu, Bella tersenyum getir lalu sedikit berlari menghampiri atasanya.


"Pak Mario saya mohon pak tolong izinkan kan saya untuk berbicara penting dengan bapak please pak sebentar saja...


"Tidak kamu tidak bisa berbicara menyangkut pribadi kecuali tentang pekerjaan,"Ucap Robby


Mario memberi kode dengan tangannya agar Robby tidak perlu banyak bicara, akhirnya pun Mario memberikan waktu agar Bella bisa bicara dengannya.


"Ayo masuk jika ada yang ingin di bicarakan,"


"Baik pak Terimakasih,"


"Jadi hal penting apa yang ingin kau bicarakan?"Tanya Mario tanpa basa-basi.


Kalau di lihat-lihat dari dekat rupanya atasannya ini tampan juga dan tampannya juga begitu sama dengan Zhio suaminya Ify, Bella sibuk dengan dunianya sendiri tanpa mendengar apa yang Mario katakan.


"Jika tidak ada yang penting lebih baik keluar saja dari ruangan ku sekarang Bebella...!!"


Bella terkesiap saat namanya terpanggil,


"Eh eh iya pak maaf,


"Sebenarnya tujuan mu menemui saya apakah untuk melamun sambil tersenyum memandangi saya..


"Ah tidak pak tidak...bukan itu...,!!sebenarnya tujuan saya menemui bapak adalah demi teman saya pak, teman saya sangat membutuhkan pekerjaan di perusahaan bapak jadi apakah bapak masih berminat mencari karyawan baru..?''


"Kamu tau sendiri kan kalau perusahan ini hanya menerima karyawan baru satu tahun sekali dan itu paling sedikit hanya 10 orang yang di terima bekerja dari dari puluhan orang-orang yang ingin melamar kerja di perusahaan ini jadi untuk bisa menerima teman mu agar bisa bekerja di perusahaan saya itu mustahil...


"Pak, teman saya itu sungguh-sungguh ingin bekerja..

__ADS_1


"Kira-kira ada berapa teman mu itu satu dua sepuluh...


"tidak pak saya hanya memiliki satu teman saja, bisa yah pak please,"


"Yasudah nanti suruh saja teman mu itu datang ke perusahaan ini untuk memberikan surat lamaran kerjanya, oh yah jangan lupa suruh teman mu itu menulis lamaran kerjannya dengan tangan karena saya sangat benci dengan orang-orang yang membuat surat lamaran kerja dengan ketikan."


"Baik pak baik terimakasih pak kalau begitu habis ini saya akan mengabarkan teman saya,"


"Yasudah jika tidak ada yang ingin di bicarakan kau boleh meninggalkan ruangan ini,"


"Yah, kalau begitu terimakasih atas waktunya pak Mario.."


Ify mendorong kursi roda mama mertua mengelilingi ribuan kosmetik mahal yang ada di toko ini, rupanya mama mertua meminta Ify untuk menemaninya membeli kosmetik yang sudah habis.


"Ify antar mama ketempat lipstick-lipstik di ujung sana yah sepertinya lipsticknya cantik-cantik,"


Ify hanya mengangguk sembari mendorong kursi roda mama mertua menuju tempat lipstick.


Mama mertuanya ini merupakan mertua Limited edition walau tidak bisa berjalan ia tidak melupakan tampilan dirinya yang selalu ingin terlihat cantik dan modis lalu apa daya Ify yang hanya berpenampilan seadanya.


Ify merasa jika hp di dalam tas miliknya berdering seperti ada panggilan namun saat ingin mengecek hp nama Bella tertera di sana.


'Apa ini Soal pekerjaan?'Gumam Ify pelan.


"Ma mama tunggu sini bentar yah aku mau angkat telpon dulu nanti aku kesini lagi,"


"Oke tapi jangan lama-lam yah,"ucap mama Mertua.


"Tentu Ma,"Jawab Ify.


Ify berada di ujung paling pojok sudah di pastikan tidak ada yang mendengarkan suaranya.


[Iya hallo Bell, gimana soal kerjaan itu]


[Besok jika kamu ada waktu tolong sempatkan yah datang ke kantorku dengan membawa surat lamaran kerja siapa tau saja atasan ku berminat terima kamu bekerja]


[Yah Bell, aku mau aku siap pokonya aku akan kekantor mu besok,!]Ucap Ify dengan semangat.


[Tapi Fy apa suami mu sudah menyetujuhi kau bekerja?]

__ADS_1


Astaga untuk meminta izin ingin bekerja saja belum apa lagi besok ia harus datang ke kantor Bella dan menyerahkan surat lamaran kerja.


__ADS_2