
Robby membantu Rio untuk memeriksa 50 berkas surat lamaran kerja dari orang-orang yang ingin melamar pekerjaan di perusahaanya. Sebenernya banyak sekali dari mereka yang sesuai dengan keinginan Rio akan tetapi setidaknya ia harus menginterviu mereka terlebih dahulu supaya nanti bisa menentukan apa mereka pantas bekerja di perusahaannya atau tidak.
"Dari puluhan orang-orang yang mengirimi berkas lamaran pekerjaan rupanya hanya satu orang tuan yang melamar pekerjaan ini lewat aplikasi"
"Kalau begitu suruh orang itu untuk mengirim surat lamaran pekerjaan dengan berkas sungguhan, kalau melalui aplikasi bukan kah itu tidak hormat seakan-akan dia pikir perusahaan ini adalah toko kelontong! Yang menerima pegawai begitu saja."
"Baiklah tuan Mario, kalau begitu saya akan mengirim pesan kepada orang ini untuk mengirim berkas lamaran yang asli,"
"Dan satu lagi kemungkinan dua hari lagi mereka sudah mulai bisa untuk melakukan interview kerja jangan lupa informasikan kepada mereka semua,"
Selagi tidak ada papa di dalam ruangan kerjanya Rio dengan bebas duduk di kursi kerja sembari menselonjorkan kaki di atas meja, jika ada papa kemungkinan papa akan langsung mengomel padanya. Akan tetapi untuk soal pekerjaan Rio sang juara ia bahkan tak pernah luput dari kesalahan, bahkan banyak perusahaan besar yang ingin bekerja sama dengannya.
...****************...
Bella termenung ketika ia baru saja membuka toko ayam goreng milik orang tuanya bahkan di lemari es begitu banyak ayam potong yang sudah di marinasi tapi belum di goreng.
Akhir-akhir ini toko ayam goreng milik orang tuanya memanglah sepi pembeli terlebih di luar sana juga banyak pembisnis lain yang menjual ayam goreng dengan toko yang lebih besar dan mewah.
Namun Bella bertekat untuk membuka kembali toko ayam goreng itu karena dengan ini maka ia bisa membantu perekonomian kedua orang tuanya.
Tidak hanya itu Bella juga mencoba menjualkan ayam goreng itu pada sebuah aplikasi makanan online dan dengan ini semoga saja usahanya bertambah lancar.
...****************...
Jam hampir menunjukan jam 3 sore kini tibalah nyonya besar di depan toko ayam dengan patung ayam yang berdiri di samping pintu masuk. Tapi sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam terlebih dahulu nyonya besar menelpon jeng Vina padahal baru saja di telepon jeng vina telah sampai di depan toko ayam goreng dengan menggunakan taxi.
"Jeng Vina...baru saja saya ingin telepon eh taunya jeng Vina sudah datang,"
__ADS_1
"Hallo Jeng Mala apa kabar?"
"Baik jeng, saya baik" Jeng Vina dengan nyonya besar saling cipika cipiki ala ibu-ibu rempong pada umumnya.
"Terus apa yang lainya belum datang jeng Mala?"
"Belum jeng Vina, saya aja pertama kali datang ke sini. Tapi apa benar ini toko ayam gorengnya?"
"Iya bener Jeng ini toko ayam gorengnya yang saya maksud"
"tempatnya seperti kecil dan kumuh, lalu apakah makanan di sini sudah terjamin bersih jeng?"
"Aduuh jeng tidak usah lihat sampulnya dari luar tapi cobain dulu saja rasanya pasti nanti jeng Mala suka deh. Yaudah sambil nunggu temen lainya kita masuk dulu yuk"
Bella begitu senang setelah ia membuka toko ayam goreng ini orang-orang perlahan masuk dan mulai makan di sini. Ia dengan semangat lagi menggoreng ayam goreng sembari memasak nasi pada rice cooker.
"Jeng Vina ini pelayannya mana jeng kok hampir satu menit kita duduk di sini tapi gak ada pelayan yang menghampiri."Nyonya besar mengomel seraya mengelapkan tissu di atas meja.
'Jeng Vina ini ngakunya orang berkelas tapi makannya malah di pinggiran seperti ini, udah gitu mejanya banyak debunya lagi'
"Loh apa kamu hanya sendirian,lalu di mana kedua orang tua mu dan juga adikmu?"Namanya juga langganan makan di toko ayam goreng ini maka pastinya jeng Vina hafal keluarga pemilik toko ayam goreng ini.
"Eh ibu Vina! Iya Bu Vina soalnya kedua orang tua saya lagi di rumah sakit nungguin adik saya yang sedang menjalani operasi kanker Bu"
"Oh jadi adik kamu udah jalanin operasi,"
"Iya benar Bu, mohon doanya yah Bu semoga operasi adik saya berjalan dengan lancar."
__ADS_1
"Amin, pokoknya saya akan doakan yang terbaik untuk keluarga kamu. Oh ya di meja pojok sana deket saya pesen ayam goreng 10 potong yah tapi nasinya pisa saja soalnya saya juga bawak teman-teman saya untuk makan di sini"
"Baiklah Bu Vina ini sudah saya lits pesanannya,"
''Tapi Bell sebelum itu saya pesan lemon tea nya dua yah, dan untuk minumannya bisa kan di anterin sekarang"
"oh jelas bisa Bu vina ini saya akan buatkan sekarang juga"
"Oke Bella kalau begitu tante tunggu di sana yah"
Bu Vina memanglah wanita kaya akan tetapi ia tidak pernah merasakan gengsi saat makan di toko ayam goreng ini. Dua gelas lemon tea dingin telah ready dan siap di antarkan pada sih pemesan.
"Bu Vina ini minumannya...
Bibir Bella tertutup rapat dan matanya membulat ketika melihat wanita paruh baya yang ada di samping Bu Vina, wanita paruh baya itu tak kalah terkejut ketika melihat wanita yang sangat begitu ia kenal berdiri dengan membawa nampan berisi minuman.
"Be bella...kamu ngapain di sini?"nyonya besar menelusuri penampilam Bella dari atas sampai bawah, penampilam Bella kali ini percis seperti wanita kampung pada umumnya tanpa make up dan juga memakai celemek bergambar ayam yang terpasang pada tubuh Bella.
"Loh jeng Mala kenal dan Bella apa sudah saling mengenal?"
"Kamu ngapaian di sini Bell, lalu apa kamu tidak bekerja di rumah sakit atau ke stodio pemotretan,"
"Jeng Mala, apa yang jeng Mala bicarakan tentang pemotretan dan rumah sakit jelas-jelas Bella ini anak dari pemilik toko ayam goreng ini"
Dan hari ini takdir Bella yang mengaku sebagai dokter kecantikan dan juga seorang model harus kandas hari juga di depan wanita yang selama ini dia tipu.
"Ha, tidak mungkin jeng Vina jelas-jelas Bella ini dokter kecantikan iyakan Bella?"
__ADS_1
"M-m-maafkan aku tante a-apa yang di bicarakan Bu Vina memanglah benar ak aku memanglah anak pemilik toko ayam goreng ini"Ucap Bella yang saat ini tenga menundukan kepalanya lebih dalam.
"A-apa,! tidak! I ini tidak mungkin!"nyonya besar begitu syok dan jatuh pingsan ketika mengetahui siapa Bella yang sebenarnya.