
Untuk beberapa saat, Ify terdiam mengamati beberapa pakaian kotor yang menurutnya 2 kali lebih banyak dari pakaian yang sebelumya ia cuci.
Rasa lelah dan penat bermunculan lagi ketika melihat nyonya besar membawa 1 keranjang berisi pakaian kotor.
"Hey bukanya kerja malah melamun. Nih! cucian masih banyak yang kotor cuci sampai bersih!" Nyonya besar melempar keranjang berisi pakaian kotor di hadapan Ify.
"Baik nyonya,"
"Cih,awas kalau sampai tidak selesai!"
Ify bernafas legah di saat nyonya besar telah hilang dari pandanganya.
Sehelai demi helai pakaian Ify masukan ke dalam mesin cuci, sebenarnya bisa dikatakan pakaian-pakaian ini masih terlihat bersih tapi kenapa nyonya besar bilang pakaian ini kotor. Masa bodoh dengan pikiran yang berkecamuk di otaknya karena Ify tidak ingin sampai nyonya besar marah lagi.
Saat ini Nyonya besar menghampiri Zhio yang berada di dalam kamarnya dengan berdiri di ambang pintu.
"Mau ke kantor?" Tanya nyonya besar saat melihat Zhio telah rapi dengan setelan jas kerjanya.
"Yah yang seperti mama lihat," Ucap Zhio sembari membenarkan dasi kerjanya yang miring.
__ADS_1
"Besok tidak perlu ke kantor yah, karena besok ada Bella itu lo wanita karrir yang sering mama ceritakan dia cantik pokoknya sesuai untuk putra mama yang tampan."
"Baiklah besok juga Zhio tidak memiliki rencana untuk ke kantor katakan jam berapa Bella akan datang ke rumah kita?"
"Hmm mama berencana akan mengadakan makan malam besok jadi Bella akan di pastikan akan tiba di rumah kita malam hari."
Nyonya besar memikirkan sesuatu di otaknya ia sedang memikirkan caranya supaya Zhio dan Bella segera menikah. Bella wanita cantik yang berprofesi sebagai model sekaligus dokter kecantikan terlebih keluarga Bella kekayaan nya setara dengan kekayaan keluarga angkasa.
"Kamu tau gak kalau mama beri kerjaan yang super banyak kepada pelayan itu,"
"Kira-kira pekerjaan apa yang mama berikan?"
"Hahaha tidak adil jika hanya pakaian mama saja bagaimana mama tambahin pakaian aku yang ada di dalam lemari,"
"Jangan terlalu banyak nanti dia bisa pingsan karena syok, tadi aja dia syok berat."
"Andai saja wanita itu tidak membuat ulah maka sudah di pastikan nasip nya tidak akan semalang itu mah,"Ucap Zhio dengan menarik sudut bibirnya.
"Lalu kenapa sih kamu tidak cerai saja dengan wanita itu?"
__ADS_1
"Kau harus sabar ma,tunggulah waktu yang tepat agar aku bisa menceraikannya!"
Rio sedang menikmati makan siang di sebuah warung pinggir jalan sesekali ia bermain hp dan mengirim pesan ke pada seseorang.
Tidak ada balasan setelah mengirim pesan bodohnya Rio, ia tidak melihat jika nomor itu tidak aktif dari 2 hari yang lalu.
Kalau boleh jujur Rio sangat merindukan pemilik nomor ini, jadi punya pikiran untuk bertemu wanita itu di rumah majikannya.
Rio dengan cepat memanggil pelayan warung hendak membayar apa yang telah ia makan sekarang."Berapa pak?"
"Oh ini semuanya totalnya 18 ribu den,"
Rio mengambil dompetnya dan ia mengeluarkan uang senilai 100 ribu kemudian ia berikan kepada bapak itu.
"Waduh den ini uangnya gede banget saya gak punya kembalian,"
"Tidak usah di kembaliin itu uangnya buat bapak saja untung-untung saja bantu bapak,"
"oalah yang bener den, kalau begitu makasih yah Den,"
__ADS_1
"Yah kalau begitu saya pergi dulu yah pak,"