
di ruang keluarga Rio menceritakan awal ia bertemu dengan Ify dari A sampai Z hingga kejadian siang ini pun ia cerita ke pada mamanya.
"Yaampun Rio majikan wanita yang kamu kenal kejam sekali yah. Ada aja manusia kayak gitu!"Dewi turut berkomentar pedas pada majikan temannya Rio.
"Sekarang aku harus cari cara ma untuk membuat teman ku itu keluar dari sana."Ujar Rio sembari menyenderkan kepalanya di sandaran sofa.
"Kenapa kalau kita bawak polisi aja buat bantuin temen kamu,"
"Tidak ma, itu tidak mungkin nanti kita bakal di tuduh ******* melapor tanpa bukti."
Dewi menghela nafas berat, tidak terlintas cara apa agar bisa membantu temannya Rio ini.
Tiba-tiba pak Morgan datang bersama asistennya Robby, terlihat Assisten Robby merangkulkan tanganya pak Morgan pada lehernya.
"Permisi nyonya.."
Rio dan Dewi seketika berdiri ketika melihat keadaan pak Morgan yang terlihat lemas segera mereka menghampiri Robby.
"Loh mas kamu kenapa?" Tanya Dewi yang terlihat cemas.
__ADS_1
"Tidak ma,tadi papa cuma kelelahan sedikit saja makanya papa meminta Robby untuk mengantarkan papa pulang."
"Astaga mas kalau begitu mari kita kerumah sakit saja atau panggil saja Dokter Edwar kemari untuk memeriksa kondisi mu."
Pak Morgan mengangguk."Panggil saja Dokter Edwar kemari."
Pak Morgan memiliki riwayat penyakit jantung dan Dokter Edwar adalah dokter pribadinya yang biasa mengontrol kondisi pak Morgan.
Di dalam kamar dokter Edwar sedang memeriksa kondisi Pak morgan sementara Dewi dan Rio berada di luar pintu kamar.
kini Dokter Edwar telah selesai memeriksa pak Morgan, dan mulai keluar dari kamar itu.
Kondisi Tuan morgan kini jadi lumayan membaik setelah di periksa secara teliti oleh dokter Edwar. Dokter Edwar mulai menjelaskan ke pada Dewi kenapa suaminya mendadak seperti ini.
"Apa selama ini pak Morgan terlalu banyak memikirkan pekerjaan yang menumpuk di kantor,sehingga tak jarang kalau pak sering istirahat."
"Dokter Edwar benar sekali selama ini suami saya terlalu sibuk memikirkan pekerjaanya dan waktu istirahatnya hanya sebentar."
"Wajar saja terlalu banyak pikiran yang menumpuk itu bisa mengakibatkan stress yang memicu pada serangan jantung ringan"
__ADS_1
"Astaga,jadi apa yang harus saya lakukan dok!"
"Untuk saat ini biarkan pak Morgan istirahat yang cukup terlebih dahulu supaya kondisinya bisa pulih seperti sedia kalah."
Rio terdiam memikirkan sesuatu ia tau betul penyebab papanya menjadi seperti ini,papa terlalu banyak memikirkan pekerjaan sendiri sedangkan ia hanya sibuk berada di luar sana tanpa tau kondisi papanya seperti apa. Papa selalu bilang bahwa dirinya adalah pewaris tunggal yang akan menjalankan perusahaan milik papanya sebagai CEO.
"Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri dulu."Kata Dokter Edwar mohon pamit.
"Terimakasih Dokter Edwar karena telah membantu."
"Yah sama-sama,nyonya"
"Oh kalau begitu mari saya antarkan ke depan dok,"Ujar Rio menawarkan diri untuk mengantar Dokter Edwar munuju pintu luar.
"Iya Mari,"
Hujan yang lebat di malam hari dengan petir yang menyambar-nyambar membuat Ify sulit untuk tertidur.ia hanya memandangi benda pipih yang tidak memiliki data internet sama sekali di genggamannya.
Ify selalu berpikir pasti begitu banyak pesan dari Rio sehingga Rio nekat mencarinya ke rumah ini.
__ADS_1
Andai saat ini ia masih memiliki data internet pasti saat ini juga ia akan meminta Rio agar tidak datang lagi kerumah ini untuk menemuinya.
Maaf Rio aku tau kamu pria baik-baik tapi akan lebih baik jika kamu tidak mengganggu kehidupan ku lagi......