Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Panggil Aku Mas


__ADS_3

Zhio senantiasa mengendong tubuh Ify hingga ke lantai dua di sana mereka berpapasan dengan Zoya dan Anes.


"Mbak Ify,"


"Zoya, Anes. Zhio ayo cepat turunkan aku,"


"Saya tau kalian sangat merindukan istri saya, tapi untuk mengobrolnya nanti saja, karena istri saya sangat lelah dan butuh istirahat di dalam kamar."


"Baiklah tuan," Ucap Zoya.


Zhio dan Ify telah jauh dari pandangan mereka berdua, sehingga membuat Anes lebih mendekat pada Zoya.


"Zoy, kamu liat gak sih tadi jika tuan Zhio gendong mbak Ify?"


"Iya nes aku liat tadi, aku kira cuma mimpi tapi nyatanya tidak."


"Kayaknya tuan Zhio mulai ada benih-benih cinta yah buat mbak Zoy,"


"Iya nes, aku harap juga begitu dan aku seneng jika mbak Ify kembali lagi kerumah ini."


Suara tangisan hebat terdengar di bawah lantai satu yang menangis dan teriak-teriak itu adalah Bella yang tak terima jika Zhio dan ify sedekat tadi.


"Huwaa hiks hiks..Zhio dan wanita itu tidak jadi bercerai itu intinya aku dan Zhio tidak jadi menikah hiks hiks tante bagaimana ini apa yang harus aku katakan kepada kedua orang tua ku...!!"


"Bella...kamu jangan cuma bisanya nyalahin tante dong, kamu pikir Zhio dan wanita itu balikan karena tante tidak Bell, justruh tante tidak tau kalau mereka berdua bisa sedekat itu"

__ADS_1


owner sih pemilik perhiasan mahal tersebut sudah mengemasin semua perhiasannya ke dalam box besar seperti semula.


"Kalau begitu saya dan rekan saya pamit undur diri dulu nyonya,"


'Dasar orang tua tak berprikemanusiaan sudah tau anaknya sudah memiliki istri sah, masih saja ingin bertekad menyuruh putranya untuk menikah dengan wanita lain.'Ucap Owner perhiasan itu di dalam hati setelah itu ia melanjutkan perjalanan pulangnya.


...****************...


Zhio membawa Ify kembali ke dalam kamar miliknya. Dan langsung saja Zhio menurunin Ify ke atas ranjang.


"Mulai malam ini kau dan aku akan tidur di sini"


"Apa! Kau ingin kita tidur bersama!"


"Aku tidak mau Zhi emp"


Zhio menaru jari telunjukanya di bibir Ify.


"Husst, jangan pernah panggil Zhi panggil aku Mas ingat kau harus menghormati aku sebagai suami mu, aku bukan teman mu yang hanya di panggil nama saja."


"Aku tidak terbiasa.."


"Oke jika kau tidak terbiasa memanggil aku mas, maka kau boleh memanggilku dengan sebutan sayang."


"Apa! Tidak aku tidak mau!"

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu biasakan diri mu untuk memanggilku dengan sebutan mas kalau tidak ingin memanggilku sayang."


Ify meletakan telapak tanganya di kening Zhio, memastikan jika Zhio sekarang sedang terkena gangguan.


"Apa kamu baik-baik saja? Apa selama di luar kota kau terkena benturan sehingga kau menjadi seperti ini?"


"Aku normal, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin berbuat baik kepada istri ku sendiri apakah salah."


"Jelas salah. Kau membuat ku semakin heran Zhi, perubahan mu ini tak masuk akal atau jangan-jangan kau hanya mempermainka ku."


"Apa kau mendengar tangisan Bella di bawah sana, itu tandanya wanita itu histeris saat tau aku tidak jadi bercerai dengan mu. Jadi apa kau masih berpikir jika aku hanya mempermainkan mu."


"Baiklah untuk saat ini aku hargai perubahan mu Zhi,"


"Zhi lagi,Zhi lagi sudah aku bilang panggil aku mas atau sayang bila kau tak sanggup."


Entahlah menyebutkan kata mas saja rasanya geli-geli sendiri jadinya dari pada harus memanggil sayang bukan kah lebih baik mas.


"Baiklah Zhi, ah maksud aku Mas."


Zhio mengulum senyuman dengan lembut ia mengusap pucuk kepala Ify.


"Apa kau ingin bicara dengan Zoya dan Anes kalau begitu aku akan memanggil mereka untuk masuk ke dalam kamar ini."


Ify memangutkan kepala, pertanda ia setuju jika Zhio memanggil Zoya dan Anes masuk kedalam kamar ini."Baiklah kalau begitu aku akan memanggil mereka berdua dan sekali gus menyuruh mereka untuk membawakan makan siang untuk mu,"

__ADS_1


__ADS_2