Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Ada Yang Aneh Dengan Mereka


__ADS_3

Zhio kembali ke dalam kamar setelah telah menyelesaikan tugasnya di ruang tamu, di dalam kamar Zhio tersenyum seraya menggelengkan kepalanya saat melihat Ify tenga tertidur lelap dengan dua bantal di kepala dan dua guling yang di bawa kakinya.


Dengkuran kecil pun keluar dari mulut Ify seolah itu membuat Zhio tertawa kecil, selama tidur bersama Ify ia tak pernah mendengar Ify mendengkur, tapi untuk kali ini Zhio merasakannya.


Pelan-pelan Zhio mengambil satu bantal dari kepala Ify karena ia sendiri tidak tega jika istri nya tidur dengan memakai bantal yang tinggi dengan diam tanpa bersuara ia menariknya. erangan pelan terdengar dari mulut Ify.


"Errngg..."


Zhio hanya tersenyum getir ketika melihat wanita yang begitu di cintainya perlahan membuka kedua matanya.


"Mas, sejak kapan kamu ada di sini?"


"Padahal aku begitu pelan mengambil bantal salah satu bantal ini dari kepala mu"


"Wangi parfum mu yang terlalu menyengat mas. makanya aku bisa mencium aromanya meski tanpa mas bersuara." Ucap Ify seraya memposisikan tubuh nya untuk duduk.


"Ya sudah kalau begitu besok aku akan mengganti parfum ku agar tidak mudah ketahuan oleh mu" Imbuh Zhio gemas, seraya mencubit hidung Ify dengan pelan.


"Mas semenjak perut ini semakin membesar, aku semakin susah untuk tidur. yah seperti wanita yang hamil pada umumnya, makanya aku mencoba tidur dengan dengan dua bantal dan dua guling di bawah kaki"

__ADS_1


"Tapi jika tidur dengan dua bantal nanti leher mu bisa sakit, terlebih bantal ini terlalu tinggi. Atau bagaimana kalau besok kita pergi ke mall biasanya di sana banyak bantal-bantal khusus wanita hamil bagaimana apa kamu mau?"


"Hmm boleh juga aku mau, tapi untuk malam ini... Tapi mas boleh kah aku tidur di atas lengan mu, entah kenapa aku ingin tidur sembari memeluk mu"


"Tentu saja boleh sayang..yaudah kita tidur sekarang yah" Ucap Zhio seraya menarik tubuh Ify untuk memeluk.


Ify mengulum senyum dalam saat ia merasakan kedua tangan Zhio tenga memeluknya sembari rebahan dan Ify menjadi kan lengan Zhio sebagai bantal nya.


"Mas, apa tangan mu tidak sakit jika aku tidur dengan posisi seperti ini?"


"Tidak, aku malahan senang. Sekarang katakan pada ku apa bayi kita menendang perut mu lagi?"


"Aku jadi tidak sabar menunggu buah hati kita terlahir ke dunia, kalau dia lahir nanti aku akan membelikan dia banyak mainan"


"Jangan terlalu banyak mainan, kalau bisa perbanyak belajar saja biar saat masuk TK nanti buah hati kita dapat peringkat satu"


"Jika sudah mengobrolnya mari kita tidur sekarang" Titah Zhio.


"Hmm yah tidur di atas lengan mu ini ternyata ampuh juga dan aku juga mengantuk" Lirih Ify yang dengan perlahan menutup kedua matanya.

__ADS_1


"Selamat malam sayang...muaaacch..." Sebelum memejam kan mata, Zhio dengan mesra mesrah mengecup bibir Ify dan pada akhirnya ia pun juga ikut menutup mata.


Ada seseorang berdiri di depan pintu kamar Zhio dan Ify, wajahnya terlihat masam, dan kedua tangan nya saling mengepal.


"Loh Milka, kamu ngapain di sini"Tegur Bijum saat dirinya tak sengaja melihat Milka berdiri di kamar majikannya.


" Hmmm.. itu...


Milka terbata dan tak bisa menjawab tapi untung nya ada Zulfa mamanya Milka.


"Milka, harus berapa kali mama katakan jika kamar kamu ada di lantai tiga! eh Bijum maaf yah soalnya Milka ini orang nya mudah pelupa bahkan ia mengira jika kamar tuan Zhio dan Ify itu kamar nya padahal bukan"


"ooh maklumkan saja Dokter Zulfa saya awalnya dulu saat kerja di sini, saya juga pelupa soal di kamar soal nya hampir setiap pintu ruangan ini terlihat sama"


"Iya Bijum, Yasudah Milka ayo kamu ikut mama kita harus tidur karena ini sudah malam. Kalau begitu saya sama Milka permisi mau balik ke kamar dulu yah Bijum"


"Oh yaudah silakan, Dokter Zulfa"


Bijum memandangi kedua orang yang baru beberapa hari ia kenal dengan perasaan aneh seolah ada sesuatu yang di sembunyikan, tapi hati kecil Bijum tidak ingin berpikiran tentang hal buruk pada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2