Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Siapakah Mami Maya


__ADS_3

Di sebuah club yang berada di kota lain terlihat beberapa wanita malam yang sedang berjoget riah mengikuti alunan musik, minuman alkohol tentunya tidak akan pernah ketinggalan.


Dua orang wanita menangis pilu karena malam ini mereka akan di jadikan budak *** oleh lelaki kaya yang ingin membeli jasa mereka, mereka berdua hanyalah seorang adik kakak yang berasal dari kampung.


Dua di antaranya menangis ketakutan saat salah satu dari mereka harus berpisah antara kamar satunya dan kamar yang lainnya. Kedua pria bak penampilan preman serta berwajah sangar menyeret kedua wanita itu secara kasar.


"Lepaskan aku dan adikku, aku mohon tolong jangan paksa kami untuk melayani pria tua yang sudah beristri itu hiks hiks.."Ucap sang kakak yang mencoba membela dirinya namun sih pria preman berucap kasar kepadanya.


"Orang tua kalian mempunyai cukup banyak hutang kepada Mami Mayang!karena kedua orang tua kalian tidak dapat menggantinya maka terpaksa kalian harus rela menjadi wanita malam saat ini juga!!"


Sang Adik berteriak histeris saat pria yang menariknya telah membawanya masuk ke dalam kamar yang di tuju.


"Kakak...!! tolong...aku kak...."


Melihat adiknya telah lebih dulu masuk ke dalam kamar yang di tuju sungguh hal ini begitu menikam hati yang teriris secara bertubi-tubi.


Seorang wanita paruh bayah memasuki club dengan tampilan riasan wajahnya yang nampak terlihat menor, ia berjalan menghampiri kedua pria preman tadi yang saat ini dengan santainya menduduk kan diri sofa dekat sudut ruangan club.


"Mami Maya!!"ucap keduanya serempak.


Wanita yang mereka sebut sebagai mami Maya itu memberi isyarat kepada mereka dengan jarinya agar mereka segera menyingkir. Setelah itu Mami Maya pun mendudukan diri di sana dengan menyilangkan satu kakinya.


"Berikan Saya rokok sekarang juga!"Intrupsinya pada kedua pria itu.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama segera mereka memberikan satu rokok tersebut kepada Mami Maya.


"Bagaimana dengan dua kakak adik itu."Ucap Mami Maya sembari mengepulkan asap rokok yang ia hisap ke udara.


"Kita sudah menjalankan tugas nyonya dengan baik mereka sedang di unboxing oleh kedua orang kaya itu."Ucap preman ke satu.


"Good, kalian telah berhasil menjalankan apa yang telah saya perintahkan dengan begitu gaji kalian akan segera saya naikan."


Mendengar perihal gaji yang akan di naikan oleh atasnya, membuat kedua preman itu saling memandang dan mengulum senyuman.


******


"Untuk sementara tinggalah di kontrakan ini dan di sana dalam kulkas sana terdapat beberapa sosis dan telur kamu bisa memakannya maaf aku tidak membeli sayur sayuran karena aku sangat jarang makan di apartemen ini."


Ify menolah pada sumber suara di saat ia sedang melihat-lihat ruangan apartemen milik Martin yang sedikit berantakan dan berdebu.


Pria itu tersenyum lebar memperlihatkan beberapa gigi gingsulnya.


"Aku justru ingin meminta maaf pada mu atas semua kesalahan yang telah Bos Zhio lakukan terhadap mu aku bahkan tidak menyangkah jika dia memperlakukan mu dengan cara seperti itu."


"Kalau dari awal aku tau rencananya untuk menikahi ku maka aku tidak akan menerima pernikahan ini."Ucap Ify dengan pandangan mata yang terlihat kosong.


Martin bermaksud memberi tahu sesuatu yang baik tentang Zhio kepada Ify.

__ADS_1


"Mungkin sekarang kau mengenal jika atasan ku itu merupakan pria yang kasar dan buruk tapi kalau boleh jujur dia dulunya pria yang baik dalam sebulan ia selalu memberi sumbangan uang sebesar 100 juta pada setiap panti asuhan serta memberikan anak-anak yatim tersebut beberapa pakaian baru. Mungkin dari beberapa pengurus panti pasti mereka telah mengenal baik siapa itu Zhio. Dan satu lagi pernah waktu berada di rumah sakit ada seorang pasien yang membutuhkan golongan darah A dan di sana Zhio dengan sukarela mendonorkan darahnya kepada pasien tersebut.


"Mustahil, pria jahat itu melakukan itu semua. Atau kau hanya membual saja?"Tanya Ify yang tidak percaya.


"Aku berkata serius, buat apa aku berbohong tapi kau boleh percaya atau tidak itu terserah.kalau begitu silakan istrirahat lah aku tau kau sangat lelah, di dalam kamar sana ada kunci di dalamnya kau bisa mengunci kamar tamu itu agar merasa aman dan nyaman."


"Loh emangnya kamu mau kemana?"


"Aku pria yang baik tidak mungkin kan aku tinggal pada suatu ruangan bersama istri orang lain terlebih istri bos ku sendiri, oh iya nanti akan aku pesankan kau makanan cepat saji bukan hanya malam ini saja tapi seterusnya Baiklah kalau begitu aku pergi dulu."


Martin telah menghilang dari balik pintu apartemen miliknya meninggalkan Ify yang saat ini masih berdiam diri di dekat meja dapur.


******


Mami Maya tergiur melihat uang segepok bewarna merah yang ada di tanganya yang ia terima dari pria yang telah menerima jasa wanita yang telah ia pilihkan.


"Bagaimana tuan apakah wanita yang telah saya pilihkan untuk tuan begitu memuaskan?"


"Saya sangat puas yah walau wanita itu sedikit agresif tapi saya suka dia rupanya masih virgin sesuai yang saya harapkan!" Ucap pria yang telah beristri itu dengan tersenyum gembira.


"Ah syukurlah kalau tuan sangat puas, saya senang mendengarnya."


"Lain kali bawakan saya lagi wanita yang sangat cantik maka dari itu saya akan membayar 2 kali lipat dari uang ini"

__ADS_1


Mata Mami Maya berbinar ketika berbicara tentang uang.


"Baiklah tuan secepa mungkin akan saya bawakan seorang wanita cantik yang tuan maksud"Mami Maya berbicara lancar seolah-olah dia telah merencanakan sesuatu.


__ADS_2