
"Aarg...!!wanita sialan!! Penipu!! berani sekali ia menipu ku dengan mengaku sabagai wanita berkelas!! Ck. Wajar saja ketika aku memintanya untuk bertemu kedua orang tuanya dia selalu menolak dengan alasan kedua orang tua tinggal di belanda namun nyatanya dia sama saja dengan istri Zhio wanita kampungan!!"
Pertemuan ibu-ibu arisan pada hari ini tergagalkan karena pristiwa tidak terduga ini karena nyonya besar lebih memilih untuk pulang saja kerumah ketimbang harus berada di tempat wanita penipu itu.
...****************...
Bella kembali melamunkan diri sembari menyuci piring kotor bekas orang orang yang makan di tempatnya.Bella sangat yakin jika saat ini tante Mala sedang mengutuk dirinya karena berani menipunya dengan identitas palsu.
Dering telepon berbunyi di dalam saku celemek yang saat ini ia pakai, segera Bella mematikan keran air dan lalu mengangkat telpon tersebut.
[Hallo selamat sore]suara seperti seorang pria pria terdengar di seberang telepon.
[Iya hallo, selamat sore juga]
[Apa benar ini dengan Ibu Bella Pratiwi]
[Yah benar saya sendiri]
__ADS_1
[Kalau begitu perkenalkan saya Robby dari perusahaan Morgangroup ingin memberi tahukan info bahwa pada hari senin besok jam 7 pagi hingga jam 12 siang ibu Bella di persilakan untuk datang ke perusahaan MorganGroup karena kami akan mengadakan interview kerja, bagaimana apakah ibu Bella berminat untuk datang]
[Dengan senang hati saya berniat pak Robby, pokoknya saya akan datang!]Ucap Bella mantap dan tanpa rasa ragu sedikit pun.
[Baiklah Bu Bella kalau begitu terimakasih atas waktunya]
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sebuah diary bersampul coklat yang terletak di bawah bantal Zhio memancing perhatian Ify saat ini juga, ify sangat penasaran dengan isi yang ada di dalamnya sehingga ia begitu tertarik untuk membukanya.
Pada lembaran pertama memperlihatkan sebuah tulisan *Zhio dan Eliza Forever* dan di bawahnya ada tanggal,bulan serta tahun awal pertama mereka bertemu.
Untuk lembaran pertama, kedua Ify merasa biasa saja namun saat ia beralih pada lembaran terakhir seketika cahaya di wajah Ify meredup seakan merasakan sesuatu yang begiu menyakitkan.
2 desember 2022
""""""""""""""""""""""""""""""
__ADS_1
...Sampai saat ini jujur aku masih belum bisa untuk belajar mencintai sahabat mu itu, maafkan aku jika aku gagal, maafkan aku jika aku tidak bisa memenuhi keinginan mu untuk mencintainya karena yang saat ini masih tersimpan di hati ku hanya lah kamu Eliza bukan sahabat mu. Aku menulis keluh kesal ku lewat diary ini agar kau tau betapa susahnya aku untuk melupakan mu!...
Tanpa sadar air mata Ify berjatuhan membasahi wajah ketika membaca tulisan yang Zhio buat pada tanggal kemarin. Rupanya Zhio belum bisa melupakan Eliza lalu buat apa ia masih mempertahankan pernikahan ini.
'Menyebalkan kenapa aku harus menangis harusnya aku sadar diri jika mas Zhio itu masih mencintai Eliza lalu untuk apa ia bersikap baik kepada ku akhir-akhir ini bukankah seharusnya ia membenci ku! Dasar pra aneh!
Ify segera menghapus air matanya tersaat mendengar pintu apartemen terbuka itu pertanda jika Zhio sudah pulang dan dengan cepat Ify mengembalikan diary itu pada tempat semula kemudian ia membaringkan diri di atas ranjang dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Zhio membuka kamar dan melihat Ify yang sudah tenggelam di dalam selimut.
"sudah tidur?"
Di dalam selimut Ify berusaha agar tidak bersuara supaya nantinya Zhio tau jika ia benar-benar sudah tertidur padahal di dalam selimut Ify berusaha menahan gerah.
Zhio sudah menyakini jika Ify benar-benar sudah tidur tapi tumben sekali wanita ini tertidur pada jam 8 malam pasalnya yang Zhio tau jika Ify selalu tidur di atas jam 10 malam.
Perlahan Zhio memajukan langkahnya ke arah ranjang sebelahnya. Ia perlahan sebuah buku diary di bawah bantal, kemudian membukanya dan kali ini Zhio seperti merasa ada seseorang yang baru saja melihat isi diary miliknya semua itu sudah terbukti jika terdapat tetesan air di lembar terakhir.
__ADS_1
'Saharusnya aku tidak menyimpan diary ini sembarangan'