
Pak Morgan sengaja mengundang orang-orang penting untuk hadir di dalam pesta yang ia Buat dalam rangka memperkenalkan Ify pada mereka semua, di pesta Ify tampil begitu anggun bahkan terlihat cantik yang tak lain yang tak bukan sebagai make over nya adalah mamanya sendiri.
"Kamu sangat cantik sayang, sama percis seperti mama masih muda dulu"
"Hahaha mama bisa saja tapi aku beruntung ma karena sekarang ada mama yang selalu perhatian sama aku"
"Yaudah kita turun kebawah sekarang yah karena pasti tamu sudah banyak yang datang dan papa telah menunggu mu"
"Iya ma,"
Alunan musik dengan nada yang begitu enak di dengar menggema di seluruh ruangan membuat semua tamu yang hadir turut senang.
Bahkan Zhio yang baru saja mengambil minuman di atas kembali meletakkan minuman itu ke atas meja ketika ia melihat Ify berjalan menurin tangga di tuntun bersama mamanya. Bukan ingin berkomentar akan kecantikan Ify tapi Zhio sangatlah merasa geram dengan gaun yang di pakai oleh Ify.
"Sayang, gaun apa yang kamu pakai ini"
"Kenapa mas apa ada yang salah"
"Emangnya kenapa dengan gaunnya Zhi?" ucap Dewi pada Zhio.
"T-tidak ma maksud ku apa gaun yang di pakai oleh Ify ini tidak terlalu ketat, sayang jika kamu memakai gaun seperti ini itu sama saja kamu menyiksa bayi kita. ma apa ada gaun lain aku rasa ini terlalu sesak di perut Ify yang sudah kelihatan buncit"
"Ini tidak terlalu sesak kok mas, aku nyaman memakainya"
__ADS_1
"Iya itu bagi mu tapi tidak dengan bayi kita kan?"
'aku rasa Zhio sudah mulai mencintai Nayna sepenuhnya terbukti jika ia sekarang sangat perduli dengan Nay dan calon buah hati mereka'
"Zhio tidak usah khawatir karena dasar dari gaun yang mama berikan untuk Nay tidak akan membahayakan janinnya"
"Iya mas, lagian aku nyaman kok pakai gaun ini"
"Mah, Nay kenapa masih ada di sini ayo kita ke depan. kenapa ada apa sepertinya ada hal serius yang sedang kalian bicarakan" Pandangan Mario jatuh kepada Zhio.
"Ketika kau mempunyai istri kelak di kemudian hari kau pasti juga akan merasakan hal yang sama" Cibir Zhio pada Mario.
Mario menautkan kedua alisnya karena tidak mengerti apa maksud Zhio.
"Nayna sayang, ayo kita hampiri papa jadi tidak usah kita perdulikan dua pria ini"
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Bukan hanya dari kalangan atas rupanya tamu dari kalangan bawah juga turut hadir ke dalam pesta yang meriah ini termaksud Bella dan Keluarganya.
"Wah rumah nya besar sekali yah Kak, aku juga ingin mempunyai rumah sebesar dan semewah ini" Ucap Iqbal adiknya Bella.
Ayah dan Ibunya Bella juga berkata sedemi kian mengomentari akan kemewahan rumah ini.
__ADS_1
"Bell teman kamu itu baik sekali yah lihatah bahkan teman mu itu sangatlah cantik dan suaminya juga tampan dan beruntung teman kamu itu sudah bertemu dengan kedua orang tuanya" Ucap Ibunya Bella, ketika ia menyaksikan Ify atau Nayna di kenalkan oleh kedua orang tuanya kepada semua tamu yang hadir.
"malahan bapak masih berandai Zhio itu jadi milik kamu Bell tapi sayangnya takdir berkata lain"
"Cukup pak itu masalalu jadi jangan di ungkit-ungkit"
"Yah baiklah di suatu sisi bapak meminta maaf karena telah sempat melibatkan mu...
"Di sini tidak ada minum aku kesana dulu yah pak, ibu, Ikbal"
****************
"Zhio! pria itu selalu saja meremehkan ku dia pikir aku ini pria bodoh yang tidak bisa mendapatkan pacar!"
Glegg.....
Mario dengan perasaan kesalnya meminum minuman yang ia pegang sekali tegukan ia teramat kesal akan zhio yang terus-terusan meremehkan diri nya sebagai jomloh akut.
Rasa kesal ini menurut nya tidak ada habisnya sehingga ia mengambil kembali satu menuman kesukaanya yang tersisa satu di atas meja, namun ketika ingin mengambil gelas itu Mario merasakan tanganya menyentuh sesuatu yang lembut dan dingin. sontak ia pun menoleh.
"M-maaf pak Mario, ah kalau pak Mario menginginkan minuman ini silakan ambil saja untuk Mario saja"
'Dia wanita ini sepertinya pantas untuk aku jadikan pacar pura-pura lagian aku yakin dia wanita baik-baik seperti yang Nayna ceritakan pada ku'Gumam Mario di dalam hati.
__ADS_1