
Lari lagi adalah jenis olaraga yang sangat mudah untuk membakar kalori dalam tubuh, terlebih udara pagi yang terlihat sejuk baik untuk di hirup karena tidak mengandung banyak polusi.
Saat ini Ify tenga siap dengan pakaian olaraganya dan kali ini ia sudah lolos keluar dari gerbang rumah Zhio. Bahkan Ify tidak perduli akan kemarahan Zhio yang selalu melarang dia agar tidak keluar rumah.
Sudah sangat lama Ify tidak melakukan olaraga lari di pagi hari, bahkan Ify merasa berat badannya Bertambah di kalah banyak memakan makanan ringan.
Baru berlari beberapa langkah saja sudah membuat Ify ngos-ngosan dan terlihat lelah, namun ia tidak menyerah anggap saja ini merupakan hukuman dari Zhio yang harus segera di kerjakan. sangat aneh bukan, ketika membayangkan hukuman dari Zhio Ify kembali bersemangat untuk lari.
Tepat di pertigaan di dekat taman Ify melihat seorang ibu-ibu yang sedang hamil besar terduduk di dekat motor miliknya, ibu-ibu tersebut seperti merintih kesakitan sambil memegangin perutnya yang besar.
Tanpa menunggu waktu lama Ify segera berlari menghampir ibu-ibu tersebut.
"Ii-ibu kenapa?"
"Aduuuh...!! Tolongin saya dong..!!"
Melihat keadaan ibu itu sekarang membuat Ify tersadar jika ibu-ibu ini akan segera melahirkan hal ini membuat Ify begitu panik.
"Ibu, mau melahirkan?"
"Iyaa...mbak saya ini mau melahirkan..!!tolong bantuin saya mbak...!!"
__ADS_1
Ify yang juga terlihat panik hanya bisa garuk-garuk kepala bingung mau berbuat apa agar bisa membantu ibu-ibu ini.
"Aduu...!! Ayo mbak...tunggu apa lagi cepat tolong antarin saya kerumah sakit!!"
"Iya bu. Tapi saya anterin ibu pakek apaan?"
"Pakek saja motor saya ini mbak, aduh mbak ayo mbak buruan...!!"
Pagi ini pak Morgan telah sadarkan diri dan tentunya saat ini ia telah di pindahkan keruangan VIV ruangan kelas atas. Mario dan Mamanya semalaman tidak bisa tertidur karena menjaga pak Morgan.
"Mas, syukurlah akhirnya mas sadar juga."
Pak Morgan hanya tersenyum seraya menghelah nafasnya.
Mendengar teguran pak Morgan sejenak Rio tersungkur sembari mengenggam tangan milik papanya.
"Pah, maafin aku yah. Aku gak bermaksud membuat papa jadi seperti ini, hanya saja aku sungguh-sungguh tidak bisa pah, jika perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan AngkasaGroup. Atau bila perlu hukum saja aku pah, aku iklas."
"Mana mungkin papa dengan tega menghukum seorang putra yang telah sukses menjalani perusahaan selama beberapa hari ini,"
Mario pun berdiri."Maksud papa apa?"
__ADS_1
"Yah, papa tidak akan marah jika kamu menolak bekerja sama dengan groupAngkasa dan papa sangat yakin pasti kamu ada alasan tersendiri kenapa kamu melakukan semua itu. Tapi papa bangga pada mu, berkat kinerja mu perusahaan kita meningkat 50% lihat ma tidak sia-sia papa berikan kesempatan ini pada Rio."
"Iya mas, kamu benar aku pun juga bangga pada putra kita yang satu ini."
"Jadi papa tidak marah kan?"Tanya Rio sekali lagi.
"Jadi apa kau ingin papa mu ini memarahi mu lagi!"
"Ti-tidak pa,"
Rupanya Ify sudah tiba di rumah sakit dengan sebuah motor dengan memboncengin ibu-ibu hamil di belakangnya. Segera Ify membantu ibu-ibu yang tenga kesakitan itu menuju lobi rumah sakit.
Beruntung ada beberapa perawat yang lewat langsung saja Ify memanggil mereka untuk membantu ibu ini melakukan persalinan.
Sejenak Ify merasa legah ketika ibu-ibu itu sudah di bawa para perawat. sedikit cerita saat motor tadi, jika ibu-ibu tersebut adalah seorang janda yang di tinggalkan suaminya demi wanita lain padahal ia sedang hamil. Membayangkan hal itu saja sudah membuat Ify merasa merinding. bagaimana hal tersebut terjadi kepada dirinya.
Saat mau melangkah dari tempat itu tanpa sengaja ify menabrak bahu seseorang yang di duga merupakan seorang wanita paruh baya yang berkelas.
"Duh, maaf saya tidak sengaja" Lirih Ify pelan sembari memegangi lenganya yang nampak sakit.
"ah,iya gak apa-apa kok kamu tidak salah, ini kesalahan saya karena jalan terburu-buru."
__ADS_1
Mengapa Ify terlihat begitu tersentuh ketika berhadapan dengan wanita paruh baya yang belum ia kenal sama sekali ini. Sampai-sampai ia menarik kedua sudut bibirnya.