
sembari satu tangan memasukan pakaian di mesin cuci dan sembari juga satu tangan Lasmi gunakan untuk bertelponan dengan Aryo pria yang sering berkomunikasi dengannya.
[Jadi Mas Aryo ini kapan serius mau nikahin aku, jujur yah Mas aku nih udah capek jadi pelayan rumah terus pengen gitu jadi istri kamu terus pas udah nikah bisa sewa palayan juga]
[Bersabarlah Lasmi sayang mas pokoknya akan segera nikahin kamu dan mambantu kamu menggapai cita-cita menjadi orang kaya,oh iya besok sore jika ada waktu kamu mau kan jalan sama Mas lagi]
[Yah aku mau lah Mas masak nolak, aku tuh malah gak sabaran pengen ketemu sama kamu mas kangen aku hehehe]Lasmi dengan gemulainya menggerakkan tubuh bak kecentilan saat bertelponan dengan Aryo padahal ia tidak tau jika di seberang sana Aryo tenga bersama satu wanita dan satu pria.
"Oke nanti besok mas tunggu kamu yah, Lasmi sayang udah dulu yah teleponannya Mas lagi mau ngadain rapat penting nih]
[Rapatnya apa gak bisa di tunda dulu, aku aja yah Mas nyuci pakaian di mesin cuci sambil teleponan sama Mas]
[Tidak bisa dong ini itu rapat penting uang miliaran ada di dalam rapat ini lagi pula ini demi bisa nikahin kamu Las]
"Apa miliaran Mas?Astaga banyak sekali uang itu,hooh aku saja belum pernah memegang uang sebanyak itu]
[Iya kamu tenang saja jangankan miliaran bahkan ratusan miliar mas sanggup berikan pada janda cantik seperti mu]
[Ah mas ini bisa saja gombalannya aku jadi malu sendiri deh]
[Yasudah mas matikan dulu teleponya yah mau siap-siap dapetin uang miliaran demi kamu]
[Oke mas Aryo ku sayang, semangat yah Mas biar bisa nikahin aku]
__ADS_1
[Iya dah sayang Lasmi,]
BIB...
sambungan telepon pun di matikan membuat pria yang bernama Aryo itu menjatuhkan kepalanya pada senderan sofa dan tak lama suara cekikikan terdengar dari dua orang yang ada di sekitarnya.
"Awas yah Mas Aryo kalau tidak jadi nikahin aku hahaha"Wanita di sebelahnya tertawa mempertahankan adik laki-lakinya Aryo.
Pria yang di sebelah wanita itu pun ikut tertawa tidak tahan akan acting yang di buat oleh om nya itu.
"Acting mu sangat jago sekali om,semoga saja misi kita lancar hehehe"
"Kalian ini bisanya hanya tertawa tanpa tahu derita apa yang ku alamin saat berhubungan dengan wanita usianya dua tahun di atas ku, aku sebenarnya lelah mbak sampai kapan aku harus berakting seperti itu?"
"Bersabarlah Ar sekitar 1 langkah lagi misi kita akan selesai dan mbak harap kamu bisa bertahan bertemu, yaps mbak tidak sabaran menunggu hari esok,"
"Beruntung sekali aku memiliki wajah tampan dan tubuh yang atletis sehingga membuat wanita itu tergila-gila dengan aku mbak hahaha"Aryo membanggakan diri dengan mengusap rambutnya kebelakang.
"Yah Bik Lasmi bukan hanya menggilai ketampanan mu om tapi juga uang mu, kalau saja om terlihat seperti pria miskin akan di pastikan Lasmi akan menolak mu mentah-mentah,''Sahut Rio menasihati omnya itu.
"Yah Benar wanita itu sangat matre om saja Rio hampir tidak tahan ingin segera pulang saat berkencan dengannya,"
"Sudahlah Ar peran mu hanya di gunakan terakhir besok, rumah mewah yang mbak kasih tau pada mu jangan lupa besok kau Bawak dia kesana, nanti mbak,Rio sama Mas Morgan akan datang kesana"
__ADS_1
"Baiklah mbak aku mengerti kalau begitu aku akan pulang dulu mau antar Raya ke dokter gigi, pasti jam segini pasti istri ku itu sudah cerewet karena aku pulang lama, dah mbak Rio, aku pulang."Aryo berjalan memajukan langkah menuju pintu utama.
Rio berdiri dan bersuara keras,"Lah om kok malah pulang, bukannya mau ngadain rapat yah hahaha"
Aryo menolehkan diri kebelakang mengangkat tinjunya ke udara kemudian memajukan langkah kembali menuju pintu keluar.
"Hey sudah Rio kamu itu hobby sekali iseng sama om mu sendiri,"
"Tidak apa-apa ma lagian waktu aku kecil dulu om Aryo juga sering iseng sama aku dan sekarang gantian dong hahaha,"
"Kamu pulang jam segini apa di perusahaan mu tidak sibuk Yo?"
"Oh iya ma aku lupa memberitahu mama tentang kabar gembira, hanya karena ada om Aryo tadi aku jadi lupa tentang kabar bahagia itu,"
"Emangnya kabar apa yang ingin kamu berikan Yo, melihat wajahmu saja sepertinya kamu juga terlihat lebih happy,"
"Ify,
"Yaah Ify kenapa Rio?"
"mulai besok Ify akan kerja di perusahaan ku,"
"Apa, kamu serius Rio?"
__ADS_1