
menu lengkap sarapan pagi telah tersedia lengkap di atas meja makan dan sekarang tinggal menunggu mama mertua dan Zhio untuk memulai sarapan bersama. menu terakhir adalah telur dadar dan telur mata sapi.
Ify melepas celemeknya saat melihat mama mertuanya datang bersama Zhio dari pintu lift.
"Mah,Mas makanlah aku telah membuatkan sarapan untuk kalian,"Ify berusaha tersenyum di depan suami dan mertuanya.
Begitu pun mertuanya yang memujinya karena bangun pagi untuk memasak.
"Wah, menantu mama bangun pagi untuk membuat sarapan pasti masakan buatan kamu sangat enak dan lezat"
"Ayo ma sekarang kita makan,"Ujar Zhio yang saat ini langsung mendorong kursi roda mamanya untuk lebih mendekat ke meja makan.
Zhio memandang Ify sejenak mungkin Zhio sedikit percaya jika Ify sudah mulai memahami ini semua, Ify menarik seulas senyum sebelum pada akhirnya ia berucap.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan Mas, karena aku ikhlas melakukan ini semua"
"Aku percaya pada mu terimakasih,"
Kini Ify menegur mama mertua dengan sapaan manisnya, ia menawarkan dan berniat mengambilkan menu sarapan yang mama mertua inginkan.
Nyonya besar melihat-melihat menu sarapan pagi yang ada di atas meja namun perlahan senyuman kecut muncul dari mulutnya.
"Apa tidak ada menu sayuran seperti sayur soup atau salad sayur gituu..soalnya kata dokter mama di larang untuk makan makanan berminyak..
Ify berkeluh kesal di dalam hati ia tak menyangka jika Mama mertuanya ini begitu bawel padahal tak biasanya ia seperti itu.
"Loh emangnya mama tidak boleh makan nasi goreng sama telur mata sapi atau dadar?"Tanya Zhio.
Nyonya besar menggeleng."Tidak Zhi nasi goreng dan telur itu kan berminyak jadi yah tidak boleh tapi sudahlah nanti mama akan pesan saja sarapan pagi berupa jenis sayuran"
"Bagaimana kalau roti ma, kalau begitu akan siapan menu menu sarapan roti untuk mama yah.."Ify beranjak menuju dapur kembali namun di cegah Zhio.
"Mama tidak pernah sarapan roti di pagi hari, mama akan sakit perut kalau makan roti"
Nyonya besar begitu banyak kehendak sehingga membuat Ify kebingungan namun di tenga kebingungannya tiba-tiba pelayan lain datang menghampiri mereka.
"Permisi Nyonya Tuaan..itu ada tamu di luar"
"Tamu siapa Bik?"Tanya nyonya besar.
"Tamunya wanita Nya ciri-cirinya tinggi terus rambutnya agak sedikit pirang kebiruan"Pelayan baru tersebut menjelaskan tentang ciri-ciri tamu yang berada di luar dan tanpa di jelaskan panjang lebar nyonya besar mengerti.
__ADS_1
"Oh yasudah cepat kamu suruh masuk saja wanita itu,kasihan nanti dia menunggu di luar terlalu lama.."
"Baiklah Nya kalau begitu saya permisi dulu yah Nya"
10 menit kemudian ternyata tamu wanita yang datang itu telah hadir menghampiri mereka di ruang makan.Ify termangu tak percaya akan kehadiran wanita yang ia kira Eliza itu.
Nyonya besar mendorong kursi rodanya sendiri menghampiri wanita itu.
"Aliya kenapa datang tidak bilang-bilang dulu,"
"Maaf Tan, soalnya aku sengaja pengen bikin suprise untuk Tante oh iya sekalian aku bawain Tante salad sayur sama daging iga bakar tanpa minyak kan kata dokter kemarin Tante di larang makan makanan berminyak jadi yah sengaja aku buatkan ini"
"Wah kamu ini merepotkan sekali,''
Ify berbicara pelan pada Zhio yang ada di sampingnya."Apa mama juga kenal sama Aliya Mas,"
"Sejak kapan kamu tau nama wanita itu Aliya?"
"Wajahnya sangat mirip dengan Eliza Mas apa mas lupa saat malam-malam Mas sedang bersama wanita itu di sebuah club''Ini jenis percapakan mengintrogasi,Zhio gelapan bak di tuduh sebagai pencuri ia tak menyangka jika Ify tau semua itu.
"Siapa yang memberi tahu mu soal itu..?"
Mereka sibuk berargumentasi tanpa mengetahui jika Aliya dan mama mertua berada di dekat mereka.
Aliya tersenyum lebar sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan langsung dengan Ify.
"Hallo kenalin aku Aliya teman suami mu sekali Gus rekan kerjanya..."
Ify memandangi tangan yang ingin berjabat tangan dengannya itu.
'Wajah mu sangat mirip dengan El sampai-sampai air mata ku hampir mengalir detik ini juga'
"Ify kok kamu diam saja sih Aliya ini ingin kenalan sama kamu..tapi kamu malah diam,"
"hmm maaf ma, aku tidak bisa mengontrol diri ku sendiri karena wajahnya sangat mirip dengan sahabat ku Eliza,"Ucap Ify seraya menghapus jejak bulir beningnya yang hampir saja mengalir.
"Aku mengerti dan paham tapi bisa kah kamu anggap aku sebagai Eliza saja supaya rasa rindu mu pada Eliza bisa terobati melalui aku,"
"Maaf aku tidak bisa melakukan itu semua karena menurut aku El beda dari yang lain yah meskipun kamu kembarannya."
Zhio berdehem tak nyaman, ia mencoba melerai argumen itu.
__ADS_1
"Aliya terimakasih karena telah datang ke rumah untuk menjenguk mama kalau begitu bagaimana kalau kita sarapan bersama"
"Boleh kebetulan aku belum sarapan dan memang sengaja sih ingin sarapan bersama sama kalian"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[Bella, Bell apa kau masih punya simpanan uang nak?]
Suara di ujung telepon terdengar begitu panik sehingga membuat Bella tidak fokus untuk mengetik.
[Bu, Ada apa sepertinya ibu nampak panik]
[Ada rentenir datang ke rumah kita Bell, mereka menagih hutang yang tempo waktu itu kerumah ini]
[Apa! rentenir emangnya ibu pernah pinjang uang ke mereka]
[Ibu tak menyangka Bell jika ayah mu diam-diam pinjang uang kepada mereka,Ibu kebingungan Bell dan harus berbuat apa]
[Emangnya ayah meminjam uang pada mereka untuk apa Bu, lalu gaji dari ku kemarin tidak cukup]
[Hiks hiks ibu bahkan tidak tau Bell jika di luaran sana ayah mu bermain judi]
[Astaga ayah sampai segitunya sih emangnya berapa hutangnya Bu]
[30 juta beserta bunganya Bell itulah ibu bingung harus bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak itu]
[Apa 30 juta Bu!]Suara Bella yang ini terdengar nyaring sampai-sampai Rio lewat di belakangnya dan tak sengaja mendengar suaranya itu.
"Apanya yang 30 juta?"Tanya Rio saat ini juga.
Bella gelagapan dan berusaha menjauhkan jangkuan telponnya.
"Pak Mario? sejak kapan bapak berada di belakang ku?"
"Di belakang meja mu adalah jalan umum jadi siapa pun bebas lewat di sekitar sini,"
Bella mematikan panggilan itu secara tak langsung karena ia merasa tidak enak di lihat bosnya saat situasi seperti ini.
"Apa ada masalah?"
"Tidak pak, tidak ada masalah apa-apa kok"
__ADS_1
"Saya mendengar soal 30 juta, seperti menyangkut masalah di dalam keluarga mu?"