
"Kenapa kamu tidak ingin datang ke perusahaan hari ini?" Tanya Mario to the point.
Bella menatap Mario usai sedari tadi hanya melihat jalanan dari jendela mobil di sampingnya.
"Lalu kenapa bapak datang ke rumah ku?" Bella bertanya balik sehingga membuat Mario tersenyum getir.
"Memangnya saya salah mengunjungi rumah karyawan saya sendiri terutama karyawan saya sendiri tidak ingin masuk bekerja"
"Apa kemarin tidak jelas! kalau saya sudah mengundurkan diri pak"
"Mengundurkan kan diri sebagai karyawan atau mengundurkan diri sebagai pacar pura-pura"
"Dua-duaanya mungkin" Sahut Bella dengan nada tak tertarik.
Mario seketika mencubit wajah Bella dengan gemas, sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Unggh.... sakit tau....!"
"Jangan konyol, saya tidak akan membiarkan kamu berhenti menjadi pacar pura-pura saya akan tetapi saya akan menyuruh mu tidak usah lagi bekerja di perusahaan."
"Apa...! apa maksud bapak?"
"Mama menyuruh saya untuk membawa kamu kerumah katanya mama kangen dengan brounis coklat buatan kamu. Lihat lah sepertinya mama sudah benar-benar menyetujui kamu sebagai menantunya"
Mendengar pujian itu Bella membuang wajahnya kesamping ia diam-diam mengulum senyum yang indah.
"Apa kamu ingin menikah dengan ku? dari pantulan jendela mobil nampaknya kamu bahagia"
"Hahaha ti-tidak hahaha mana ada sih pak bawahan menikah dengan atasnya" Bella mencoba berbohong agar Mario percaya.
"Apa kamu tidak pernah membaca novel, banyak cerita CEO menikah dengan karyawan nya sendiri"
"hmm yah mungkin saja....
__ADS_1
Ssssttt.....
Bug!!!
Lagi dan lagi Bella meringis kesakitan saat keningnys tak sengaja terbentur karena Mario mengerem mendadak.
"Aduhh...sakitt...."Ringis Bella sembari mengusap-usap keningnya.
"Maaf-maaf saya tidak sengaja,coba lihat sini" Mario menyentuh kening Bella dengan tangannya juga."Kening mu terlihat memar, maaf yah saya tidak bermaksud melukai kamu"
"Ah tidak apa-apa pak"
"Kalau saja tadi tidak ada kucing di depan mobil saya mungkin saya tidak mengerem mendadak seperti ini. Sini Saya bantu tiupkan yah biar cepat sembuh"
"Fhuu...."
Bella merasakan jantung nya kembali berdebar kencang, terlebih tiupan dingin yang berasal dari Mario seakan membuat sensasi nyaman pada diri nya.
"Hmm pak biar saya saja"
"Pak ini hanya memar biasa!"
"Tidak itu bukan hal yang biasa kalau tidak di obatin, kita cari apotek sekarang oke"ucap Mario seraya menghidupkan lagi mesin mobilnya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Akhir-akhir ini sebagai wanita hamil Ify selalu tidur di atas jam 9 malam sehingga sekarang ia telah tertidur dan Zhio masih di sibukan dengan pekerjaan nya di ruang tamu.
Milka berjalan dengan anggun sembari membawa nampan berisi kopi yang ia buat sendiri terkhusus untuk Zhio.
"Tuan, ini saya buatan kopi untuk tuan. silakan di minum yah tuan"
"Mil, jangan terlalu repot-repot" Imbuh Zhio.
__ADS_1
"Tidak repot kok tuan terlebih ini kan sudah hampir larut biar tuan tidak ngantuk yah terpaksa saya buat kan kopi untuk tuan"
"Oh sudah makasih yah Mil atas kopinya"
"Iya sama-sama tuan"
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu belum tidur?"
"Maaf tuan selama majikan saya belum tidur yah saya mana bisa tidur siapa tau saja kan tuan masih membutuhkan bantuan"
"Hahaha kamu terlalu baik Mil, tapi tak masalah kamu tidur saja karena saya sudah terbiasa bergadang seperti ini"
"Boleh saya duduk tuan"
"Hmm yah tentu saja boleh, silakan"
"Terimakasih yah tuan"
Canggung tidak ada percakapan lagi setelah Milka duduk di samping Zhio dan pada ujungnya Milka memulai percakapan lagi.
"Apa istri tuan sudah tidur?"
"Yah jika istri saya belum tidur pasti dia akan menemani saya di sini Mil"
Jawaban Zhio seolah membuat Milka tersendir sehingga diam-diam wanita itu tersenyum masam.
"Apa pernikahan tuan dan mbak Ify sudah beransur lama?"
"Yah cukup lama"
"Lalu apa tuan bahagia dengan pernikahan in?"
Zhio merasa pertanyaan Milka ini semakin membahas perihal pribadi sehingga membuat Zhio berhenti mengetik.
__ADS_1
"Pekerjaan saya sudah selesai, dan Mil Terima kasih atas kopinya. kalau begitu kamu boleh kembali ke kamar dan saya juga ingin tidur juga"
"Oh i-iya pak silakan"