
Di ruang tamu dua orang saling beradu debat dari salah satunya meminta penjelasan secara rinci. Zhio sibuk meminum alkohol saat nyonya besar meminta penjelasan darinya.
"Zhio apa kamu sudah tidak waras ha! menikah tanpa memberi tahu mama, terlebih kamu malah memilih menikah wanita kampungan itu!"
"Sudahlah ma tidak usah di bahas. lagi pula aku menikahi nya hanya untuk membalaskan dendam karena wanita itu telah membuat wanita yang aku cintai tiada."Zhio menatap gelas yang berisi alkohol kemudian mencengkram gelas itu.
"Hanya karena sebuah amanah dari Eliza atau pun karna dendam, bukan bearti kamu harus menikahi wanita itu Zhio. Lihatlah asal-usulnya saja tidak jelas pokoknya dia tidak sepedan dengan keluarga kita mau di taro di mana muka mama kalau sampai teman- teman bisnis mama tau jika mama punya menantu sampah pasti mama malu.harusnya jika kau kau balas dendam jangan menikahi wanita itu!"
"Permisi tuan,nyonya ini minuman nya."Anes perlahan meletakan 2 minuman dingin itu di atas meja, setalah itu ia undur diri tidak ingin terlalu menguping tentang apa isi dari percakapan ibu dan anak itu.
"Ma tidak ada cara lain lagi pula menikahi wanita kampung itu hanya di atas kertas saja lihat lah saat di rumah aku tidak pernah menganggap wanita itu sebagai istri melainkan pelayan bersih-bersih."
Entahlah Nyonya besar begitu tertarik mendengar penjelasan yang barusan Zhio ucapkan. "Apa pelayan?maksudnya kau menjadi kan wanita itu pelayan di rumah kita"
"Zhio harap mama tidak salah pendengaran tentang apa yang aku ucapkan barusan."
"Hoh bagus kalau begitu sepertinya wanita seperti itu memang cocok untuk di jadikan pelayan bersih-bersih."Ucap Nyonya besar tersenyum jahat.
"Yah mama bebas suruh wanita itu apapun yang mama suka aku tidak perduli. kalau begitu aku mau ke atas dulu."
Zhio memutuskan pergi ke dalam kamarnya kepulangan mama secara mendadak nyaris membuat otak Zhio meledak sehingga ia yang baru berada di kantor 3 jam mendadak mempulangkan diri karena nyonya besar memintanya untuk pulang.
__ADS_1
Ify merenungkan diri di dalam kamarnya nyatanya Ify tidak sendiri ia juga di temanin Zoya. Rupanya sekarang Ify baru paham nyonya yang tadi barusan adalah mama nya Zhio.
Wanita itu merasa jika nyonya besar sama kejamnya sama seperti Zhio dapat di yakini jika penderitaan Ify akan bertambah banyak.
"Sekarang luka mu sudah saya perban kembali mbak. Mbak hey!"
"Ah iya.Zoy."
"mbak kok ngelamun lagi mikirin apa sih?"
Ify hanya menggeleng lemah sembari menghelah nafas.
"Aku tau apa yang saat ini mbak pikirkan, mbak yang sabar yah."
"Sabar? Harus sampai kapan Zoy aku harus bersabar menghadapi cobaan yang tiada akhir ini." Ify bergumam di dalam hati rasanya air mata nya telah kering.
"Tuan Zhio!"ucap Zoya yang panik.
Tidak bisa di pungkiri jika Zhio memang sering muncul secara tiba-tiba tanpa di minta hal itu cukup membuat Ify begitu terusik. Ayolah Ify sangat ingin melalui hari tanpa melihat wajah penyiksanya lagi.
"Zoya kenapa kau berada di sini! Ayo keluar. Biarkan saya berbincang-bincang kecil ke pada pelayan ku yang satu ini."
Jujur sangat berat meninggalkan mbak Ify bersama tuan Zhio, tapi harus bagaimana. Ya sudahlah lagi-lagi Zoya menuruti perintah tuannya.
"Baik tuan, saya pamit undur diri dulu."
__ADS_1
Zhio maju perlahan menghampiri Ify yang masih terdiam merenungkan diri atas ranjangnya tidak lupa ia menutup pintu kamar Ify rapat-rapat.
"Kamar mu cukup hangat tidak seperti di kamar ku yang mempunyai pendingin ruangan, bagaimana kalau malam ini kamu tidur di dalam kamar saya bukan kah kau belum pernah merasakan tidur di ac hmm?" Zhio berkata sembari melepas kancing baju atasnya.
Sedangkan Ify hanya bisa menyenderkan diri ke sudut ranjangnya saat Zhio berjalan menghampirnya.
"Kenapa kau malah diam, tenang saya tidak ingin menghukumu melainkan saya hanya ingin berniat berbagi sentuhan tubuh dengan mu bukankah selama menikah kita belum pernah melakukan malam pertama iya kan?"
Ify muak mendengarkan tutur kalimat yang Zhio ucapkan sampai-sampai ia meremas bantal guling yang ada di sampingnya.
"Arrg...tidak jangan tuan..." Ify menjerit dan memejamkan mata di saat tubuh Zhio telah sepunuhnya mengunci tubuh Ify sehingga wanita itu yang terlihat menyilangkan ke dua tangannya di dada.
"Kenapa saya baru sadar kulit wajah mu begitu bagus,bersih dan tak berjerawat apakah kau pernah ikut perawatan wajah waktu bersama Eliza dulu"
"Zhio! Apa yang sedang kau lakukan!" pekik nyonya besar di saat melihat Zhio seperti itu.
Zhio dengan cepat berdiri sembari membenarkan posisi kancing bajunya."Tidak ma, aku hanya ingin bermain dengan pelayan ku ini saja."
Begitu juga Ify yang serbah salah ketika niat Zhio ketahauan nyonya besar, hampir saja.
"Bermain kamu bilang? Apakah bertindak seperti tadi itu termaksud bermain!"
"Ah sudahlah ma lagi pula tubuh wanita ini tidak begitu menarik, dia tidak cantik,dekil,kurus,pokoknya bukan tipe wanita ku. lagi pula kenapa mama berada di kamar ini?"
"Mama ingin kamu mencari kan tukang pijit buat mama,"
__ADS_1
"Tukang pijit? Kenapa tidak suruh pelayan ini saja ma soalnya hari ini ia terlihat santai santai saja tidak bekerja."Tunjuk Zhoi pada Ify.
"Ah iya benar, yaudah kalau begitu. Hey kau pelayan cepat pijitkan saya!"