Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Tidak Di Hargai Ke Dua Kali


__ADS_3

Ify dengan perasaan sedih menikmati makan malam sendirian tanpa kehadiran Zhio. Ini mangkuk soup kedua setelah soup pertama telah habis, Ify memang sengaja tidak memakan nasi karena ia tidak ingin soup yang ia buat menjadi tidak termakan sama sekali.


Rasa ingin keluar untuk menikmati udara di yang ada di luar pun bergejolak saat ini juga, pasalnya semenjak tinggal di apartemen ini Zhio sama sekali tidak pernah mengajaknya pergi jalan-jalan keluar. Ify dengan rasa kesal mengunyah soup yang ada di dalam mulutnya.


Sungguh Ify bukanlah seorang napi yang harus terkurung begitu lama di dalam sel penjara, ia juga ingin seperti Zhio bekerja dan sering keluar rumah dan kemudian bertemu dengan clien.


Pagi harinya Ify tersadar jika saat ini dirinya tidur di atas ranjang padahal semalam ia tiduran di atas sofa sembari menikmati drama korea yang ada di tv. Apa ia semalam ketiduran sehingga ia tidak tau jika Zhio yang telah mengangkat tubuhnya pindah keatas ranjang. Suara seperti ada orang mandi cukup terdengar dari dalam kamar mandi, orang itu pasti Zhio.pada akhirnya Ify memutuskan untuk segera beranjak dari atas ranjang, tapi sebelum itu dengan telaten ia merapikan tempat tidur dengan rapi seadanya.


sehabis selesai dengan urusan mandi Zhio pun kini kini keluar dari dalam kamar mandi, katika ia melihat di atas ranjang ternyata Ify sudah tidak ada namun di atas ranjang telah tersedia baju kemeja serta jas yang telah tersetrika rapi.


Ify menyiapan sarapan pagi seadanya dengan menu roti tawar saja karena menurutnya hari ini ia bangun kesiangan sehingga ia tidak akan mampu untuk masak masakan yang memperpanjang waktu sementara sebentar lagi Zhio akan berangkat ke kantor.


...****************...


Setelah berhari-hari berada di rumah sakit karena perawatan itensif pada akhirnya adik Bella di perbolehkan pulang untuk melalukan pemulihan kesembuhan di rumah. Dan Bella dengan semangat membuat kan bubur untuk adiknya Ikbal.


"Bell, sekarang uang kita sudah semakin menipis ibu sama bapak bingung mau cari masukan di mana lagi sementara uang dari hasil toko ayam goreng kita telah habis untuk membayar kontrakan,listrik,untuk makan, sama bayar sewa toko kita. Bahkan ibu bingung nanti untuk beli obat buat Ikbal ibu gak bakal punya uang yang cukup"


Bella sudah memahamin arti keluhan sang ibu, ia sangat mengerti jika ujung-ujungnya ibu akan meminta dirinya untuk memanfaatkan tante Mala lagi untuk mendapatkan uang.

__ADS_1


"Bu, mohon bersabar lah, nanti Bella akan kerja kok. Dan kemarin Bella sempat melamar pekerjaan di salah satu perusahaan besar doakan saja aku di terima kerja di sana,"


"Bekerja di perusahaan! lalu apa kau yakin kamu akan di terima kerja di perusahaan sementara kamu hanya lulusan SMU Bell, ibu tidak akan yakin jika kau di terima. Sudahlah Bella mohon lupakan ambisi kamu untuk bekerja di perusahaan dan lebih baik kamu deketin lagi aja anaknya tante Mala itu, karena tanpa kamu bekerja kau akan menghasilkan uang yang banyak dari keluarga itu!"


"Bu, sudahlah aku tidak ingin menjadi duri dalam hubungan orang lain, dan lagi pula identitas ku sudah ketahuan oleh tante Mala."


"Apa! Sudah ketahuan. Jadi tante Mala itu sudah tau identitas mu yang asli Bell?"


"Iya Bu, tante Mala sudah tau semua. Bahkan dia sempat memarahi ku saat tau siapa aku yang sebenarnya,"


"Harusnya kamu itu lebih hati-hati dong Bell, pasti karena kamu ceroboh!"


"Makasih yah dek, doanya pokoknya kakak akan usahain cari uang buat kesembuhan kamu supaya bisa lebih sehat lagi dan kamu bisa lanjuti sekolah"ucap Bella sembari memeluk sang adik dengan sayang. Bahkan besar harapan Bella agar di terima di perusahaan milik pak Mario agar nantinya ia dapat membantu perekonomian keluarganya.


...****************...


Seperti biasa saat keluar dari kamar Zhio telah rapi dan tentunya tampan dengan setelan jas kerjanya, namun sayangnya ia seperti terburu-buru sehingga hampir melupakan sarapan paginya.


"Mas, Zhio...!!"

__ADS_1


"Apa..,"


"Apa tidak sarapan dulu, aku sudah menyiapkan sajian roti dan susu hangat untuk mu."


"Ini sudah hampir jam 8 pagi, kebetulan pagi ini aku ada rapat penting dengan orang jepang jika telah semenit saja maka aku akan kehilangan proyek besar ini! Kalau begitu aku akan sarapan di kantin kantor saja setelah selesai rapat. Kalau begitu aku permisi dulu!"


Deg...


Rasanya begitu sakit ketika apa yang ia buat selalu suaminya tolak dan lebih memilih dengan kepentingan pribadinya, tanpa menghargai perjuangan seorang istri yang susah payah membuatkan sarapan untuknya.


"Kalau begitu bagaimana jika rotinya aku letakan di bekal mas agar nanti kau tidak perlu sarapan di kantin,"


"Aku bukan anak teka yang setiap pagi selalu di bawakan bekal oleh ibunya! apa kau mengerti!"


"Mas, dari semalam kau menolak untuk memakan masakan ku dan sekarang kau juga menolak sajian sarapan yang telah aku buat, emangnya salah aku apa mas sehingga kau selalu menolak apa yang telah aku buat!!"


"Yah itu karena aku sedang sibuk! Apa kau tidak mengerti apa jabatan ku di perusahaan!"


"Kalau begitu baiklah mas, aku tidak akan pernah memaksa mu lagi untuk mau makan masakan buatan ku atau tidak jadi intinya kau bebas dengan keinginan mu. Bahkan jika kau ingin berpisah aku siap lahir dan batin!"

__ADS_1


__ADS_2